Page Home

Link Berita

CHAMPEON 2011 BIREUEN UNITED

Jumat, 18 November 2011

Siang Ini Jebolan Paraguay Tiba

M. Zaini Ketua PANPEL Turnamen Segitiga Muda
BANDA ACEH - 'Timnas' Aceh yang selama satu minggu ini menjalani karantina di Jakarta usai tiba dari Paraguay pada Sabtu (12/11) dinihari WIB, dijadwalkan mendarat di Banda Aceh, Sabtu (19/11) siang ini. Itu merupakan kepulangan perdana Rahmad Maulana dkk ke Tanah Rencong setelah tiga tahun belakangan menimba ilmu sepakbola di Amerika Latin.

Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Segitiga Muda, M Zaini Yusuf menjelaskan, pesawat yang membawa rombongan ‘Timnas’ Aceh akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar pada pukul 11.00 WIB siang. Kedatangan ‘Timnas’ Aceh tersebut rencananya akan disambut langsung Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

“Bersamaan dengan ‘Timnas’ Aceh, juga tiba tim PPLP Jawa Tengah (Jateng) yang datang ke Aceh untuk berpartisipasi di Turnamen Segitiga Muda. Mereka satu pesawat dengan ‘Timnas’ Aceh,” jelas Zaini.

Dia menambahkan, usai mengikuti serangkaian seremoni penyambutan di bandara, Jalwandi cs selanjutnya diboyong ke Wisma Jeumpa, Lampineung untuk beristirahat. “Sedangkan, rombongan PPLP Jateng akan diantar ke Hotel Rasamala Seutui yang menjadi tempat penginapan mereka,” paparnya.

“Setelah beristirahat sejenak, sore harinya ‘Timnas’ Aceh langsung melakukan latihan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya. Latihan ini untuk adaptasi lapangan dan juga menjaga kebugaran tubuh sebagai persiapan melawan PPLP Jateng pada partai pertama Turnamen Segitiga Muda di hari Minggu,” pungkas M Zaini Yusuf.(pon)

agenda ‘timnas’ aceh
* Sabtu (19/11) siang mendarat di Banda Aceh dari Jakarta
* Mengikuti seremoni penyambutan yang dipimpin Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf
* Beristirahat di Wisma Jeumpa, Lampineung
* Latihan perdana di Stadion Harapan Bangsa pada sore hari
* Menghadapi PPLP Jateng dalam Turnamen Segitiga Muda di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Minggu (20/11) petang
Editor : hasyim

Kutaradja City Lolos Delapan besar!

BANDA ACEH - Kutaradja City Banda Aceh menyusul langkah Calatesepa Aceh Jaya melaju ke babak delapan besar. Pasalnya, kemenangan besar 5-0 atas Abdya FC dalam laga penyisihan Grup D Liga Aceh Seri 2011 Primer di Stadion FIFA Padang Datar, Krueng Sabee, Aceh Jaya, Jumat (18/11) sore, membuat pasukan Purwanto tersebut berhak menggenggam satu tiket ke perempatfinal.

Bukan cuma itu, tabungan lima gol ke gawang Abdya juga membawa tim besutan kuartet pelatih Dedek Efendi, Khaibar Abrar, Azhari, dan pelatih kiper Ihsan ini, untuk sementara berhak menduduki puncak klasemen Grup D dengan poin 6. Meski nilainya sama dengan tuan rumah Calatesepa, Kutaradja unggul dalam agregat gol.

Kemenangan juga diraih Pidie Jaya FC, Bener Meriah, dan Langsa United. Pijay FC yang bertanding dalam penyisihan Grup C di Stadion Cot Gapu, menang 2-0 atas Weh Scholar United Sabang. Sedangkan, Langsa United unggul tipis 3-2 dari Aceh Utara United di penyisihan Grup A yang berpusat di Stadion Musapat Tugu Opak, Aceh Tamiang. Sementara Bener Meriah FC mencukur Angkit FC Aceh Tenggara dengan skor 3-0 pada laga Grup B di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues.

Tarung Kutaradja City versus Abdya FC memang berjalan kurang berimbang. Pasukan Purwanto yang unggul dari materi pemain, mendominasi permainan. Tak heran, sepanjang perlagaan yang dipimpin wasit Nirwan, kubu Abdya yang dimanajeri Yusrizal dengan pelatih Anas Min, selalu tertekan. Praktis, situasi ini mengakibatkan gawang Abdya hanya tinggal tunggu waktu untuk kebobolan.

Dan petaka bagi skuadra Abdya tersebut mulai muncul di menit ke-16. Pasalnya, usai Angga membuka kemenangan Kutaradja City di menit tersebut, gol demi gol terus menghujani gawang Abdya yang dikawal Aldil Saputra. Sebab, 19 menit usai gol Angga atau tepatnya menit ke-35, kubu Kutaraja memperbesar kemenangan melalui kaki Hendrayani.

Belum puas memimpin 2-0, di babak kedua tiga gol tambahan direngkuh tim besutan Dedek Efendi ini. Trigol Kutaradja di paruh kedua itu lahir dari penalti Riandi menit 51, penalti Angga menit 57, dan gol kedua Riandi pada menit ke-61.

Di Stadion Cot Gapu, Pijay FC membuka peluangnya lolos ke 8 besar usai meraih kemenangan 2-0 atas Weh Scholar United (WSU). Sebaliknya, bagi kubu Sabang, kekalahan tersebut menutup kans mereka melangkah lebih jauh.

tarung yang dipimpin wasit Mukhlis itu sebenarnye berjalan berimbang. Tapi, setelah Pijay membuka kemenangan di menit ke-35 lewat kaki Syahru Ramadhan, situasi berubah drastis. Pasalnya, anak-anak Sabang yang terlecut untuk mengejar mencoba bermain agresif. Ironisnya, permainan menyerang mereka meninggalkan lubang di garis pertahanan. Momentum tersebut dimanfaatkan Pijay untuk mencetak gol kedua pada menit ke-54 melalui sang kapten Zulfikar.

Laga panas terpampang di Grup A. Betapa tidak, duel antara Aceh Utara United kontra Langsa United di Stadion Musapat Tugu Opak, Tamiang yang berkesudahan 3-2 untuk kemenangan kubu Langsa, diwarnai hujan kartu. Tak kurang, lima kartu kuning dan satu kartu merah keluar dari saku wasit. Pun begitu, walau berjalan alot dan ketat, situasi laga masih dalam koridor sportivitas.

Pada laga itu, tiga gol Langsa United yang dimanajeri Abu Yan dicetak Herizal menit 23 dan 41, serta penalti Fitra Ridwan di menit 83. Sedangkan, dua gol balasan pasukan Munawar lahir dari kaki Faisal Akbar menit 3 serta Khairul Yadi di menit 84.

Kemenangan besar diraup Bener Meriah FC saat membantai Angkit FC 3-0 pada laga Grup B di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues. Dihadapan sekitar 2 ribu penonton yang hadir, skuadra Bener Meriah tiga kali menggetarkan gawang kubu Aceh Tenggara dalam laga panas yang memaksa wasit Syamsuddin mengibaskan dua kartu merah untuk pemain dari kedua tim.(pon/c38)

Liga Aceh Jangan Sekadar Kompetisi

Pidie United Saat Menjuarai Liga Aceh 2010
Liga Sepak Bola Aceh Seri 2011 Primer yang diikuti 16 tim dari kabupaten/kota sudah bergulir di empat wilayah secara serentak, sejak awal pekan ini. Kompetisi kali ini meruipakan tahun ke tiga setelah sebelumnya Lhokseumawe City tampil menjadi juara tahun 2009 dan Pidie Jaya United tahun 2010.

Liga yang menggunakan sistem setengah kompetisi ini dibagi dalam empat grup. Untuk Grup A berlangsung di lapangan sepakbola Tugu Opak, Aceh Tamiang. Grup B di Stadion Seribu Bukit, Gayo Lues. Grup C di Stadion Cot Gapu, Bireuen. Dan, Grup D di Stadion FIFA Padang Datar, Calang, Aceh Jaya.

Tiap grup akan meloloskan dua tim, yakni juara grup dan runner up yang lolos ke babak delapan besar. Sedangkan tim yang lolos ke babak delapan besar akan dibagi dua grup lagi masing-masing dihuni empat tim. Tim yang bersedia menjadi tuan rumah di masing-masing grup berhak menggelar babak delapan besar. Nantinya juara grup dan runner up di dua wilayah akan masuk ke babak empat besar. Babak empat besar hingga partai grand final akan digelar di Banda Aceh.

Ya, yang kita harapkan adalah, kompetisi yang sudah berlangsung tiga musim, jangan hanya berlalu begitu saja. Jangan cuma jadi tontotan kurang bermutu. Akan tetapi harus menjadi pemicu kemajuan sepak bola Aceh.

Maka, menyertai bergulirnya liga itu, badan sepak bola Aceh perlu membentuk tim pemandu dan pemantau bakat. Ini dimaksudkan untuk menemukan talenta-telenta muda sepak bola Aceh. Demikian juga klub-klub peserta liga, hendaknya jangan melulu mengejar prestasi, tapi juga perlu memberi kesempatan bagi bakat-bakat muda untuk berkembang.

Lihatlah bagaimana raksasa sepakbola dunia, Barcelona, yang kini sedang memanen hasil akademi sepakbolanya. Messi, Iniesta, Xavi, dan Fabregas adalah di antara superstar sepak bola dunia saat ini. Itu bukan keberuntungan, tapi hasil kerja keras dan cerdas.

Mereka telah diasah selama bertahun-tahun sejak usia dini oleh banyak profesional dengan keterampilan khusus, dan semua bekerja menuju satu visi dan tujuan yang sama, “Untuk membina pemain agar menjadi tim juara.”

Ada banyak hal yang dapat kita petik hikmahnya dari Barcelona. Antara lain, soal fisik mereka tak begitu mempersoalkan. “Ukuran tubuh tidak penting. Paling penting adalah bahwa pemain memiliki bakat dan tekad untuk menjadi seorang pemain besar, bahwa mereka dapat mencintai sepakbola, bukan bahwa mereka adalah yang terkuat atau tertinggi.”

Yang dibutuhkan adalah bakat dan tekad yang kuat. Mereka membina para pemain muda untuk menjadi orang baik dengan gaya hidup sehat dan membantu mereka untuk hidup bahagia dengan cara hidup mereka. “Yang penting bagi kami agar para pemain muda memiliki respek terhadap orang lain. Mereka harus menjadi good people, seorang gentlemen di lapangan dan luar lapangan.”

Maka, saat Aceh mulai berusaha menciptakan seseorang dengan integritas yang baik jauh lebih penting untuk masa depan sepkabola Aceh melalui pemandu bakat.

Editor : bakri

Kamis, 17 November 2011

Timnas Aceh tanding segitiga

"TimNas" Aceh ketika berlatih di Paraguay
BANDA ACEH - Hasrat publik Aceh untuk melihat langsung skill dan teknik permainan ‘Timnas’ Aceh yang tiga tahun belakangan menuntut ilmu di Paraguay, tampaknya segera kesampaian. Betapa tidak, walau rencana menjajal Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 atau lebih dikenal dengan nama Tim SAD dan tim asal Malaysia batal terlaksana, namun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh telah mendapatkan lawan pengganti.

Bertajuk ‘Turnamen Segitiga Muda Tahun 2011’ pada 20-22 November di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, kemampuan ‘Timnas’ Aceh tersebut akan diuji dua lawan kuat yakni kesebelasan PPLP Jawa Tengah (Jateng) yang merupakan juara Kejurnas PPLP Se-Indonesia tahun 2011, serta tim Persija Jakarta U-19.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dispora Aceh, Nuzuli MS kepada wartawan di ruang rapat Dispora, Rabu (16/11). Turut hadir dalam konferensi pers itu, Ketua Panitia Pelaksana M Zaini Yusuf, Kabid Pemuda Dispora Aceh Bustamam, dan Koordinator Pertandingan M Sakdan Abidin.

Nuzuli menyatakan, turnamen segitiga itu merupakan wadah bagi skuad ‘Timnas’ Aceh untuk menunjukkan kepada publik sepakbola Tanah Rencong, apa yang telah mereka pelajari selama tiga tahun di Amerika Latin. “Lewat even ini, publik nanti bisa menilai langsung bagaimana perkembangan kualitas permainan ‘Timnas’ Aceh,” ujarnya.

“Secara pribadi, saya cukup puas dengan perkembangan anak-anak Aceh di Paraguay. Saat bertanding melawan Tim Nasional (Timnas) Paraguay U-19 di base-camp latihan Timnas Praguay, saya saksikan permainan ‘Timnas ‘ Aceh sangat memukau. Bahkan, kita bisa menang 1-0 sehingga dipuji oleh pelatih Timnas U-19 Paraguay,” paparnya.

Di sisi lain, Kabid Olahraga Dispora ini menyebutkan, saat ini kondisi Randi dkk masih dalam tahap adaptasi cuaca di Jakarta. “Hal itu juga yang menjadi pertimbangan kita untuk tidak memaksa mereka bertanding melawan tim yang lebih senior. Karena, saat ini fisik anak-anak masih riskan, bahkan ada yang keluar darah dari hidung akibat perbedaan cuaca. Tapi, jika mereka sudah 1 bulan beradaptasi, melawan Timnas U-23 Indonesia pun saya yakin mereka bisa imbangi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, M Zaini Yusuf menjelaskan, ‘Timnas’ Aceh akan menjejakkan kakinya untuk kali pertama di Bumi Serambi Mekkah usai ‘merantau’ selama tiga tahun ke Benua Amerika pada Sabtu (19/11) lusa. “Begitu tiba di Banda Aceh, mereka langsung dikarantina untuk persiapan ikut turnamen segitiga,” jelas Zaini.

“Selain ‘Timnas’ Aceh, pada hari yang sama juga tiba tim PPLP Jawang Tengah dan mereka telah kita siapkan akomodasi di Hotel Rasamala. Sedangkan, tim Persija U-19 tiba pada keesokan harinya atau Minggu (20/11) dan menginap di Hotel Medan,” imbuh Koordinator Pertandingan, M Sakdan.

Zaini menerangkan, panitia akan membebankan tiket masuk bagi penonton yang ingin menyaksikan langsung aksi Rahmad Maulana dkk di lapangan hijau. “Tapi, harga tiket yang kita patok cukup murah dan bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(pon)

Diwarnai Hujan Kartu Merah, Lhokseumawe Tekuk Sabang

Wasit Melayangkan Kartu Merah kepada Pemain
BIREUEN – Hari kedua kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer yang berlangsung serentak di empat kota, berjalan alot. Partai paling panas terpampang di 
penyisihan Grup C yang mempertemukan Lhokseumawe City versus Weh Scholar United
(WSU) Sabang di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Rabu (16/11) petang. Laga yang dimenangkan Lhokseumawe dengan skor 2-1 itu, diwarnai dengan kibasan dua kartu merah dari wasit Murrizal asal Tamiang.

Tingginya tensi tarung hari itu, memang sudah terasa sejak menit-menit awal. Sebab, kedua tim yang sama-sama berambisi jadi pemenang, bermain spartan. Tak pelak, benturan antarpemain punkerap terjadi, meski masih dalam koridor fair-play. Lhokseumawe yang lebih dominan sukses membuka kemenangan pada menit ke-30 melalui hentakan M Nasir. Skor 1-0 ini menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, atmosfir pertandingan kian panas. Puncaknya terjadi pada menit ke-55 ketika pemain dari kedua kubu bersitegang di tengah lapangan. Beruntung, wasit Murrizal yang memimpin laga bersikap tegas dengan mengusir pemain yang dianggap memicu ricuh yakni Zulfalan Zani SB dari Sabang dan Akmaluddin asal Lhokseumawe City.

Dalam posisi sama-sama bermain dengan 10 orang, tim Pulau Weh dapat menyamakan kedudukan. Melalui skema serangan balik cepat, pada menit ke-73 kubu Sabang menyamakan skor menjadi imbang 1-1 via andil Jufriady. Namun, menjelang masa injury-time, M Nasir mencetak gol keduanya untuk membawa Lhokseumawe City menang 2-1.

Pelatih WSU, Ismail yang ditanyai Serambi usai pertandingan,  tidak berkomentar banyak. “Anak-anak sudah bermain bagus, hanya saja wasit yang membuat kami kecewa atas kepemimpinannya yang kurang tegas,” ujar Ismail singkat.

Sementara Pelatih Lhokseumawe City, Syarifuddrin Ghana mengaku puas atas kemenangan tersebut. Tapi, ia juga mengkritik kinerja wasit yang kurang tegas dan lamban sehingga timpul kericuhan antarpemain.

Di Grup A, Aceh Timur (Atim) FC meraih poin penuh usai mengalahkan Langsa United 1-0 di lapangan Tugu Opak, Aceh Tamiang, sore kemarin. Pada laga yang berlangsung ketat tersebut, tim binaan M Dahlan alias Apa Gense di bawah asuhan M Hasbi ini unggul cepat pada menit-2 melalui kaki Fakhrurazi.

Praktis, kemenangan ini membawa Aceh Timur bercokol di papan atas klasemen bersama dengan Aceh Utara United. Sebaliknya, pasukan Abu Yan di bawah besutan Saiful Khatab, harus menemani Tamiang FC di papan bawah klasemen Grup A.

Kemenangan juga diraih Kutaradja City. Bertanding dalam penyisihan Grup D di Stadion FIFA Padang Datar, Krueng Sabee, Aceh Jaya, tim yang dimanajeri Purwanto dengan gemblengan trio pelatih Dedek Efendi, Khaibar Abrar, dan Azhari itu, menang tipis 3-2 atas Meulaboh United.

Tiga gol tim asal Banda Aceh tersebut disumbangkan Angga pada menit ke-5 dan 9, serta hentakan Hendrayani di menit ke-28. Sedangkan, dua gol balasan Meulaboh United yang dimanajeri Darlin Daud dan dilatih Hardiansyah itu diborong Robi masing-masing pada menit ke-4 serta 79.

Sementara itu, laga penyisihan Grup B yang berpusat di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues, sore kemarin, kembali berakhir imbang. Pasalnya, pertarungan antara Takengon United Aceh Tengah melawan Angkit FC Aceh Tenggara berkesudahan 0-0. Tak pelak, hasil tersebut membuat persaingan di grup tengah ini sangat ketat karena keempat tim sama-sama membukukan satu poin.

Seperti partai perdana Selasa (15/11), tarung hari kedua kemarin yang dipimpin wasit Zulkifli, juga disambut antusiasme tinggi para penonton. Tercatat, 4.000 penonton memadati Stadion Seribu Bukit untuk menyaksikan laga prestius tersebut.(c38/pon)

Rabu, 16 November 2011

PROFIL: 18 Pemain Aceh Pulang Dari Paraguay

Berlatih sejak 2008, tim Aceh yang menimba ilmu sepakbola di Paraguay telah kembali ke Tanah Air.

Menurut keterangan guru pendamping tim Aceh Mirza Afuady yang dihubungi Wartawan GOAL.com Indonesia, rombongan tim menghabiskan dua hari perjalanan dan telah mendarat di Jakarta pada 11 November 22:50 WIB.
Mirza mengurai selama latihan di Paraguay, tim ini dilatih oleh pelatih teknik asal Argentina, Luis Sosa dan dua orang asistennya asal Paraguay.

Para pelatih ini, lanjut Mirza, juga akan ikut ke Indonesia untuk mendampingi  anak-anak Aceh dalam pertandingan uji coba dengan klub-klub lain. Dia menyebutkan, selama kurang lebih tiga tahun belajar di Paraguay, sudah banyak ilmu yang didapat anak-anak dan harapannya bisa digunakan untuk kemajuan sepakbola Aceh dan Indonesia.

"Kalau dari sisi skill anak-anak sudah berkembang dan pola permainan mengadopsi gaya Amerika Latin," ungkap Mirza.

Dia menambahkan, awal kali berangkat ke Paraguay semua tim diperkuat 30 pemain.

"Kemudian bulan April 2011 sudah ada yang dipulangkan 12 orang. Kebanyakan atlet yang dipulangkan karena cedera. Jadi hanya tinggal 18 pemain yang ada di Paraguay dan ikut pulang," bebernya.

Selama di Paraguay, para pesepakbola dilatih dan kemudian dipantau dan sudah memperkuat beberapa klub Paraguay baik itu dari Primera División (divisi 1), División Intermedia (divisi 2), Primera de Ascenso (divisi 4) dan Segunda de Ascenso (divisi 5).

Dari yang 12 pemain itu juga, satu di antaranya sempat masuk timnas U-19 Piala AFF 2011. Tim tersebut diambil dari tim Aceh yang merupakan juara di Arafura Games 2011 di Australia. Dari 12  pemain yang diseleksi untuk memperkuat timnas, hanya satu yang terpilih.

Pemain-pemain Aceh di Paraguay masih dalam usia pelajar setara SMA, itulah sebabnya mereka juga didampingi guru pendamping Mirza Afuadi. Mereka pertama kali berangkat 8 Agustus 2008. Pemerintah Provinsi Aceh telah mengalokasikan dana sekitar Rp45 miliar untuk mendanai pembinaan sebanyak 30 atlet sepakbola remaja usia 15 tahun ke bawah selama tiga tahun di Paraguay. (gk-38)





Approve By: ixm

Hasil Pertandingan Liga Aceh Seri Primer 2011 Tanggal 16 November 2011.

Hasil Pertandingan Liga Aceh Seri Primer 2011
Tanggal 15 November 2011.
Group A.
 Tamiang FC 1 Vs 2 Aceh Utara United

Group B.
Gayo FC  1 Vs 1 Bener Meriah FC

Group C.
Bireuen United 1 Vs 1 Pidie Jaya FC

Group D.
Calatesepa FC 3 Vs 0 Abdya FC
Hasil Pertandingan Liga Aceh Seri Primer 2011
Tanggal 16 November 2011.
Group A.
Aceh Timur FC 2 Vs 1 Langsa United
Group B.
Angkit FC 0 Vs 0 Takengon United

Group C.
Weh Scolar 1 Vs 2 Lhokseumawe City

Group D.
Koetaradja City 3 Vs 2 Meulaboh United

Selasa, 15 November 2011

Aceh Jaya Pesta Gol, BirU Tersandung Pijay


CALANG - Tim Calatesepa FC Aceh Jaya tampil mengesankan saat berpesta gol ke gawang Abdya FC dengan skor 3-0 dalam partai perdana Liga Aceh Seri 2011 Primer. Dua tim yang menghuni Grup D ini tampil habis-habisan dalam pertarungan sengit di Stadion FIFA Padang Datar, Calang, Aceh Jaya. Sedangkan pembukaan dilakukan oleh Bupati Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman.

Dalam pertandingan itu, Calatesepa yang menurunkan kiper Fajri, M Yaris dan Tarmizi Ali langsung tampil menyerang. Tekanan awak Aceh Jaya mampu melahirkan gol perdana melalui Andri Kurniawan di menit 15. Tapi awak Abdya yang bermaterikan Aidil Saputra, Hendra, Safrizal dan Akir berusaha membalas. Hanya saja upaya mereka gagal hingga turun minum.

Bermain di babak kedua, anak-anak Abdya kembali melancarkan serangannya untuk mengejar ketinggalannya. Tapi kubu Calatesepa juga tampil makisimal untuk menambah gol. Kerja sama yang dibangun oleh anak-anak Aceh Jaya kembali melahirkan gol kedua melalui Oderi di menit 52. Bahkan awak Calatesepa kembali menambah gol melalui Daman Heri di menit 70. Kerja keras awak Abdya untuk membalas tidak berhasil hingga laga usai.

Sedangkan Aceh Utara United di Grup A berhasil menaklukkan Tamiang FC dengan skor 2-1 di lapangan sepakbola Tugu Opak, Aceh Tamiang. Gol kemenangan Aceh Utara dicetak oleh Faisal Bacan di menit 49 dan M Yusuf menit 54. Satu-satunya gol Tamiang dicetak melalui titik penalti oleh M Rajab di menit 67.

Selanjutnya, tuan rumah Bireuen United gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang Pidie Jaya FC dengan skor 1-1 di Stadion Cot Gapu, Bireuen. Pertandingan itu turut disaksikan Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman dan Bupati Pijay, HM Gade Salam. Tapi kedua tim hanya bermain imbang setelah pemain Bireuen mencetak gol di menit 10 dan dibalas Pijay melalui Muhajir menit 45.

Hasil imbang juga diraih Gayo FC saat melawan Bener Meriah FC yang menghuni Grup B dengan skor 1-1 di Grup B di Stadion Seribu Bukit, Gayo Lues. Gol perdana dicetak pemain Bener Meriah FC, Feri Junaidi di menit 10 dan dibalas M Jamil Khairi dari Gayo FC.(hd/c38)

Panpel BirU Siap Gelar Liga Aceh


BIREUEN – Panitia Pelaksana (Panpel) Bireuen United (BirU) siap menggelar babak penyisihan Grup C kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer di Stadion Cot Gapu Bireuen, mulai 15-20 November. Pembukaan penyisihan Grup C Liga Aceh Seri 2011 Primer tersebut dijadwalkan dilakukan Bupati Bireuen, Nurdin Abdul Rahman di Stadion Cot Gapu, sore nanti.

Ketua Panpel K-Liga Seri 2011 Primer Grup C Bireuen, Drs Murdani kepada Serambi, tadi malam, mengatakan, pihaknya telah merampungkan semua persiapan untuk menyukseskan kompetisi sepakbola terbesar di Aceh itu. “Kami dari jajaran panitia jauh-jauh hari sebelumnya sudah mempersiapkan segala kebutuhan pertandingan dan kebutuhan lainnya. Kita harapkan, kompetisi dapat berlangsung aman dan tertib sejak awal hingga akhir,” ujarnya.

 Sementara itu, Sekretaris Panitia, Farid Maulana SE menambahkan, panitia sudah menyediakan sekitar 4.000 lembar tiket pada pertandingan pembuka antara tuan rumah Bireuen United (BirU) melawan Pidie Jaya FC (Pijay). “Tiket tribun tertutup sebanyak 1.000 lembar dengan harga jual Rp 15.000 per lembar. Sedangkan, tribun terbuka sekitar 3.000 lembar tiket dengan harga Rp 5.000 per lembar,” rincinya.(c38)

Kutaradja City Tumpangi Bus Militer ke Calang

Para Pemain Kutaradja City Siap berangkat ke Calang
* Ikuti Penyisihan Grup D Liga Aceh Seri 2011 Primer 

BANDA ACEH - Tim Kutaradja City Banda Aceh yang memboyong 20 pemain bertolak menuju Calang, Aceh Jaya dengan menumpangi bus militer milik Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda (IM), Senin (14/11) siang. Rombongan tim Kutaraja itu turut diiringi truk reo yang mengangkut tas dan perbekalan pemain.

Tujuan keberangkatan tim asuhan Dedek Efendi itu sendiri ke Calang adalah untuk mengikuti penyisihan Grup D kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer yang akan bergulir mulai sore nanti di Stadion FIFA Padang Datar, Krueng Sabee, Aceh Jaya. Di Pool tersebut, tim binaan Letkol CAJ Nurwahyuddin ini akan tergabung bersama Meulaboh United, Abdya FC, dan tuan rumah Calatesepa FC Aceh Jaya.

Kepala Ajudan Jenderal Kodam (Kaajendam) IM, Letkol CAJ Nurwahyuddin yang merupakan Ketua Umum Kutaradja City kepada Serambi, siang kemarin, mengatakan, penggunaan bus milik Kodam oleh pemain sudah mendapatkan restu dari Pangdam IM Mayjen TNI Adi Mulyono.

Dukungan Pangdam itu, sebutnya, merupakan suntikan moral agar kelak talenta muda Aceh bisa menjadi pemain profesional yang mampu membela kehormatan negara, seperti yang dilakukan Timnas U-23 di SEA Games XXVI. “Kecuali itu, Kutaradja City juga sudah mendapat dukungan dari lintas instansi yang ada di Banda Aceh,” ujar Nuwahyuddin.  

Di sisi lain, saat menyampaikan sambutan pelepasannya, Nurwahyuddin meminta kepada pemain agar menjaga kesehatan dan datang ke Calang dengan mengusung ambisi lolos ke babak delapan besar. “Buktikan bahwa adik-adik adalah 20 pemain pilihan. Saya minta kalian menjaga mulut di sana. Karena yang bikin ribut itu mulut. Tapi, gunakan bahasa yang santun demi kekompakan tim,” pesan Nurwahyuddin, didampingi Ketua Harian Fadlan, Sekretaris Umum Amirullah, dan Manajer Purwanto.  

Sementara itu, Pelatih Kutaradja City, Dedek Efendi menegaskan, tim yang diboyongnya ke Calang itu tidak main-main. Tapi, mereka bertekad untuk berjuang keras demi lolos ke babak delapan besar.(hd)

Selasa, 08 November 2011

Brunei Vs Myanmar: Peluang Adi Bin Said Tambah Pundi Gol

20, Adi Bin Said
JAKARTA - Pertandingan sepakbola grup B SEA GAMES akan segera berlangsung pukul 16.00 WIB nanti. Pertandingan pertama menyajikan Brunei Darussalam vs Myanmar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2011).
Menghadapi Myanmar sore nanti, Brunei Darussalam sudah mengantisipasi pertandingan ini jauh hari. Menurut pelatih Brunei, Dayem Bin Hj Ali, Myanmar menjadi tim terkuat yang ia waspadai selain Vietnam.
Kehilangan satu pemainnya, Brunei Darussalam diperkirakan akan lebih fokus dan membenahi daerah pertahanan yang sering kecolongan. Lini depan tentunya akan lebih mengandalkan kecepatan dan skill pemain bernomor 20, Adi Bin Said yang telah menoreh dua gol lawan Laos. Laga ini menjadi peluang baginya menambah pundi-pundi gol.
Sedangkan Myanmar sebelumnya juga kehilangan pemain bertahannya karena diusir wasit dalam laga kontra Vietnam 5 November lalu. Namun, pelatih Myanmar, Stefan Hasson tidak terlalu khawatir karena punya banyak stok pemain belakang.
"Saya masih punya beberapa stok pemain yang bisa diandalkan di lini pertahanan," jelas Stefan pada pertandingan sebelumnya.
Dalam babak penyisihan grup B, Brunei yang sudah bermain dua kali yakni kalah melawan Timor Leste dengan skor 2-1, kemudian harus rela imbang lawan Laos dengan skor 2-2.
Adapun Myanmar pada pertandingan pertama mendapat empat poin karena menekuk Laos dengan skor 3-2 dan berhasil menahan Vietnam pada pertandingan kedua dengan skor 0-0.

Diego Michiels: Saya Bela Indonesia Sampai Pingsan

JAKARTA - KALA timnas Indonesia U-23 melakukan latihan rutin di stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Selasa (8/11/2011), sosok yang satu ini menjadi magnet tersendiri bagi penonton, yang sebagian besar adalah suporter. Postur 180 cm-nya, menjulang di antara deretan pemain Indonesia. Memang, bersama Gunawan Dwi Cahyo, ia termasuk pemain bertubuh ideal khas 'pejuang' yang beroperasi menjaga kedalaman area pertahanan. Model rambut mohawk, plus wajah bule dengan senyum menawan, membuat beberapa suporter cewek berteriak memanggil namanya, saat mendribel bola ataupun berlari di dekat tribun.
"Diego...Diego...Diego, I love you!". Teriakan tersebut berulang kali terdengar di sekitar lapangan. Tentu saja, panggilan itu tertuju pada pemuda bernama Diego Michiels.
Sejak bermain menawan dalam sesi ujicoba dan pertandingan pertama kontra Kamboja di ajang SEA Games, Diego langsung menjadi idola baru. Meski tidak langsung mencetak gol seperti 'sang senior; Irfan Bachdim, cara bermain di lapangan membuatnya langsung mendapatkan tempat di hati para pecinta sepakbola. Talentanya juga terbilang lengkap. Meski berposisi asli di fullback kiri, ia kerap beroperasi di sayap kiri, bek kanan bahkan siap ditempatkan di bek tengah. Baginya, hal terpenting adalah bisa memakai kostum timnas Indonesia, dan memberikan prestasi besar bagi sepakbola tanah air. Prestasi dan menjunjung tinggi nama Indonesia itu pula yang membuatnya bersedia mengganti paspornya ke Indonesia.
Diego Michels
"Saya bangga dan senang bisa memberikan kemenangan pertama di ajang resmi perdanaku di Indonesia. Penonton di sini begitu luar biasa, dan saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk tampil sempurna dan maksimal. Bahkan, saya akan membela setiap jengkal areaku sampai pingsan sekalipun di lapangan. Kalau sampai mari, janganlah, saya masih mudan" kata Diego, setengah bercanda, kepada Tribunnews, Selasa (8/11/2011).
Sikap lucu dan terkadang berubah jadi imut itu pula yang membuat kepribadian Diego begitu disukai rekan-rekan, kalangan suporter timnas Indonesia dan penggemar Pelita Jaya, timnya saat ini.
Pada SEA Games kali ini, yang juga menjadi event besar pertama baginya, Diego berharap bisa meraih emas. "Saya mendengar dari beberapa teman, juga coach Widodo, kita sudah lama tak menjadi juara di kegiatan ini. Jadi, target kami harus meraih emas, meski saya tahu lawan kami di fase grup juga tak bisa dianggap enteng," imbuh pemuda yang musim lalu berlaga untuk Go Ahead Eagles.
Lalu apa kunci permainannya?"Disiplin dan menambah kemampuan diri," tegasnya. Ia tak asal cuap, hal itu dibuktikan dengan penambahan porsi latihan setelah sesi game selesai. Tanpa ragu, ia pun menjajal menjadi striker dan kiper!. Sayang, sepakan keras Tibo dan Wanggai gagal diamankan.

Pimpin Klasemen Grup B, Timor Leste Incar Semifinal

Pemain Timor Leste merayakan Gol
JAKARTA ||| Kemenangan beruntun dengan skor 2-1 yang diraih Timnas U-23 Timor Leste atas Brunei Darussalam dan Filipina, membuat negara pecahan Indonesia itu untuk sementara memimpin klasemen sementara grup B cabang sepakbola SEA Games XXVI tahun 2011.
Kini dengan nilai 6 dari 2 pertandingan, Timor Leste pun berharap bisa lolos ke babak semifinal. Hal itu diungkapkan oleh pelatih Timnas U-23 Timor Leste, Antonio Carlos Veira, usai timnya mengalahkan Filipina dengan skor 2-1 di penyisihan grup B cabang sepakbola SEA Games, di Stadion Lebak Bulus Jakarta, Senin (7/11/2011).
"Kini kami punya kesempatan bagus untuk lolos ke semifinal. Tapi kami harus menghadapi Vietnam yang bakal lebih sulit, dan menjadi laga krusial untuk berpeluang lolos," ujar Veira.
Pada babak pertama, menurut Veira, timnya kami bermain lebih bagus, tetapi bisa disamakan. Pada babak kedua, Filipina bermain lebih bagus dari Timor Leste. Namun pada menit-menit awal babak kedua Timor Leste berusaha memanfaatkan konsentrasi Filipina yang lengah.
Pada laga berikutnya, Rabu lusa, Timor Leste akan menantang Vietnam, yang dalam kondisi segar-bugar karena istirahat tiga hari. Sementara pemain Timor Leste hanya memiliki waktu istirahat sehari.

Inilah Mereka Para Serdadu Sepakbola Serambi Mekkah di Paraguay

*** Oleh Muzi.

Putra-Putra Terbaik Aceh
BANDA ACEH - Sebanyak 16 pemain ‘Timnas’ Aceh dari 30 orang yang berlatih ilmu sepakbola di Parguay sudah direkrut tiga klub di Paraguay dan satu klub di Argentina. Sedangkan sisanya sedang menjalani proses seleksi lanjutan untuk menentukan kepastian direkrut oleh klub lain. Tapi hanya tiga bermain yang bermasalah dengan cidera dan jantung dari 30 orang yang dikirim Paraguay.
Demikian ditegaskan lagi oleh Perwakilan Soccer Training Program (STP) sekaligus menjabat Wakil President Indonesian Business and Culture Centre (IBBC), Sergio Sanchez Hausmann, dan Direktur Diego Ignacio Saez. Pemaparan Serrgio dan Diego itu diterjemahkan Latif saat bertemu Wakil Ketua Komisi E DPR Aceh, Safwan Yusuf dan Wakil Ketua Komisi B DPR Aceh, Darmuda serta Kadispora Aceh Hasan Basri di ruang kerja Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Selasa (22/3).

Menurut Sergio, ada 16 pemain ‘Timnas’ Aceh sudah masuk dalam empat klub di Argentina dan Paraguay. Satu pemain atas nama Zikri Akbar masuk dalam klub Divisi I Argentina, CASLA. Lima pemain atas nama Syahrizal, Rahmat Maulana, Imanda Putra, Muhammad Lirival Andrea dan Rahmanuddin masuk ke klub Divisi II Paraguay, Trinidense. “Menurut pelatih disana, Zikri Akbar punya kemampuan skill bermain di Eropa bila sudah bermain diatas satu tahun setengah di Argentina. Karena kompetisi di Brazil dan Argentina adalah penyuplai pemain ke Eropa,” ujar Sergio.

Tiga pemain lain, kata Sergio, yaitu Teuku Muhammad Iqbal Alfajri, Hadina Rivaldi Diaz dan Dede Ramadhan masuk ke klub Divisi IV Paraguay, Atlantida. Tim Atlantida merupakan penyuplai pemain terbanyak ke Timnas Paraguay. Empat pemain lagi atas nama Muarrif, Bryan Muharram Setiawan Anwar, Taufiq Aqsar dan Jalwandi direkrut klub Divisi II Paraguay, Fernandi de la Mora.

Selanjutnya, kata Sergio, ada empat pemain lagi yang baru direkrut oleh klub Fernando de la Mora dari 14 pemain yang sedang menjalani seleksi. Ke-14 pemain tersebut, yaitu Zoel Fadli, Andri Muliadi, Nendi Fadriansyah, Firdaus Ramadhan, Zikrillah Tarmizi, Gian Randi Saputra, Satria Setiawan, Feli Ariesta, Randy Risky, Ahmad Agung Fauzan, Armiadi, Hardiansyah, Sayuti dan Arief Hidayat.

“Diperkirakan dari 10 pemain yang tersisa ini masih punya peluang untuk bergabung dalam klub di Paraguay selama selama seleksi yang masih berlangsung. Hanya tiga pemain Faumi Syahreza dan Malem Budiman yang masih didera cidera serta Agam Ramatillah bermasalah dengan jantung bawaan sejak kecil. Kami berharap lebih banyak lagi pemain Aceh yang direkrut oleh klub-klub di Paraguay,” ujar Sergio.

Sementara itu, Kadispora Aceh, Hasan Basri meminta kepada Sergio dan Diego untuk mengirim video pertandingan ujicoba antara ‘Timnas’ Aceh dengan salah satu klub di Paraguay. Nantinya, video itu akan diputar disalahsatu televisi lokal di Aceh supaya bisa disaksikan oleh masyarakat. Permintaan tersebut ditanggapi positif oleh Sergio dan Diego yang siap mengirim rekaman ujicoba terakhir.(hd)
Mereka juga bisa bergaya :-)

‘Timnas’ Aceh Permalukan Paraguay

"TimNas" ACEH
ASUNCION - Skuadra ‘Timnas’ Aceh sukses menuai hasil mengesankan ketika menjajal ketangguhan Timnas U-18 Paraguay. Bertanding di lapangan base-camp Timnas Paraguay, kawasan Ipane, Asuncion, Minggu (6/11) pagi waktu setempat atau pukul 18.00 WIB, ‘Timnas’ Aceh menang tipis 1-0.

Tarung kedua tim hanya berlangsung di babak pertama. Pasalnya, di babak kedua, pertandingan sulit dilanjutkan karena guyuran hujan dan petir. Kecuali itu, pihak pengelola base-camp Timnas Paraguay juga meminta laga tersebut tak dilanjutkan karena ditakutkan akan merusak lapangan.

Wartawan Serambi, Imran Thaib dari Asuncion, Paraguay, tadi malam melaporkan, kendati bertajuk persahabatan, tuan rumah tetap menurunkan pemain terbaik semisal Robinho, Diaz, Derry Gonzales, dan Mauro Cabazero. Bagi Albirojja muda--julukan Paraguay--ini merupakan pertandingan terakhir mereka sebelum berangkat ke Uruguay untuk menghadapi kejuaraan antarnegara Amerika Latin, pekan nanti. Tak heran, dalam duel tersebut pasukan Gerrardo Monito Gonzales tetap memasang target menang.

Sebaliknya, memainkan formasi 4-3-3, anak-anak Aceh menurunkan Muarrif, Dede Ramadhan, Zikri Akbar, Syahrizal, Taufik Aqsar, plus Rahmad Maulana. Dengan pola itu, pasukan muda Tanah Rencong langsung tampil agresif lewat gebrakan Jawaldi, Andri Muliadi, dan Nendy Fadrianyah.

Permainan cepat ‘Timnas’ Aceh rupanya diladeni anak-anak Paraguay dengan permainan keras. Mauro Cabazero dkk kerap membendung alur serangan pasukan Iskandar Muda dengan kasar. Hasilnya bisa ditebak jika benturan keras kerap terjadi selama pertandingan. Namun, kedua tim ini tetap menjunjung tinggi nilai-nilai fair-play dan sportivitas.

Meski bermain di bawah guyuran hujan dan petir, tak membuat Rahmad cs hilang nyali. Dengan kemampuan mengolah bola berbasis sentuhan dari kaki ke kaki, ‘Timnas’ Aceh mampu menekan tuan rumah. Namun, upaya Ahmad Agung dkk untuk mencetak gol selalu terbentur oleh kokohnya pertahanan Timnas Paraguay. Terlebih kubu tuan rumah unggul dalam postur tubuh.

Menyadari pasukannya mengalami kebuntuan untuk membongkar lini bawah tuan rumah, Pelatih ‘Timnas’ Aceh, Luis Sosa menginstruksikan anak-anak Aceh menyerang lewat pergerakan dua sayap. Taktik ini cukup ampuh. Terbukti, sayatan duo winger, Zikri Akbar dan Taufik mampu membuat Diaz dkk kucar-kacir. Terlebih lagi, Zikri dan Taufik mampu mengirim umpan matang terarah bagi duet striker, Ahmad Agung dan Jawaldi.

Hasilnya, pada menit 20, skuadra Aceh mampu memecah kebuntuan lewat tendangan bebas Taufik Aqsar. Maju sebagai eksekutor, Taufik mampu menghujam si kulit bundar ke sudut kiri gawang tuan rumah meski tujuh pemain Timnas Paraguay coba menghadang sebagai pagar betis.

Kedudukan 1-0 semakin membuat pertandingan kian keras. Apalagi, Timnas Paraguay tak ingin dipermalukan di markasnya sendiri. Diaz dkk memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada masa injury-time babak pertama. Namun, kans emas mereka bisa diselamatkan dengan sempurna oleh aksi kiper Aceh asal Lamno, Rahmanuddin. Kiper jangkung yang bermain untuk tim papan atas Liga Paraguay, Cerro Porteno tersebut mampu menghadang dua tendangan pemain Timnas Paraguay sebelum akhirnya menangkap si kulit bundar.

Arsitek Timnas U-18 Paraguay, Gerrardo Monito memuji permainan solid dan organisasi yang diperagakan anak-anak Aceh. “Mereka memiliki modal yang harus dipertahankan yakni kecepatan. Karenanya, saya sangat berharap pemain Aceh terus berlatih sebagaimana yang mereka peroleh selama tiga tahun di sini. Saya cukup optimis mereka bisa menjaga ritme permainan,” puji Monito usai pertandingan kepada Serambi.(ran)

‘Timnas’ Aceh Jajal Dua Tim

* Timnas U-19 Indonesia dan Malaysia
* Pertandingan Segitiga di Lhong Raya
"TimNas" Aceh
ASUNCION - Skuadra Aceh yang berlatih di Paraguay direncanakan menjajal kekuatan Timnas U-19 Indonesia dan Malaysia dalam pertandingan segitiga di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh, 18-20 November ini. Demikian laporan Wartawan Serambi, Imran Thaib dari Asuncion, Paraguay, Senin (7/11) pagi.

“Seperti keinginan Gubernur Irwandi, kalau akhir dari program latihan di negeri latin agar anak-anak Aceh harus bertanding melawan Timnas Indonesia dan Malaysia. Boleh dibilang, inilah kesempatan pertama dari Rahmad Maulana dkk untuk unjuk kebolehan di depan publik sendiri. Hal ini tak lepas dari keinginan publik sepakbola Aceh yang juga ingin menyaksikan ‘Timnas Aceh’,” ungkap Kasubdin Olahraga Dispora Aceh, Nuzuli Ibrahim kepada Serambi, Senin (7/11).

Untuk Timnas U-19 Indonesia, Nuzuli mengakui, pihaknya sudah bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Trie Goestoro. Dalam pertemuan itu, sebutnya, Pemerintah Aceh menyerahkan undangan bagi Timnas Indonesia guna berpartisipasi dalam turnamen segitiga itu. Atas permintaan resmi itu, lanjut Nuzuli, Tri Goestoro menyambut baik keinginan Pemerintah Aceh dan dia berjanji akan mempertimbangkan permintaan itu.

Bahkan, kata Nuzuli lagi, mantan manajer Manstrans Bandung Raya (MBR) itu secara terbuka mengatakan kemungkinan skuad yang dikirim ke Aceh tak lain Timnas U-19 setelah mereka bertanding dalam Kejuaraan Asia di Stadion Shah Alam, Bukit Jalil, Malaysia. Hanya saja, PSSI memberi persyaratan kepada panitia untuk membayar biaya transportasi dan akomodasi selama bertanding di Aceh. “Pada prinsipnya kita menyanggupi permintaan dari PSSI,” ungkap Nuzuli.

Sedangkan tim Malaysia, Nuzuli mengatakan, pihaknya secara resmi telah mengirim undangan kepada Sports School Tungku Mahkota Bandar Penawa, Johor Bahru, Malaysia guna ambil bagian dalam pertandingan segitiga di Aceh. Namun, kini masih ditunggu konfirmasi terakhir mengingat sejumlah pilar dari Johor Bahru itu dipanggil membela Timnas U-23 dalam SEA Games di Jakarta dan Palembang. Sehingga, pihak Sports School Mahkota Bandar Penawa masih mempertimbangkan keikutsertaannya dalam ajang itu.

Pun begitu, tambah Nuzuli, kalau skuadra Sports School Bandar Penawa batal terjun langsung kemungkinan mereka akan mencari tim sepadan yang bisa menggantikan mereka. “Hingga kini kita terus melakukan kontak dengan mereka terkait dengan kejuaraan ini,” demikian Nuzuli Ibrahim.

Seperti diketahui, Pemerintah Aceh memiliki program mengirim pemain remaja ke Paraguay untuk menimba ilmu selama tiga tahun dimulai 2008 hingga 2011. Dari 30 orang, 18 remaja Aceh ini mendapat kesempatan magang di klub-klub Paraguay seperti Fernando Delamorra, Cerro Portenye, Atlantida, 12 bc Oceuber, serta 1 de Marzo. Mereka diikutkan dalam persaingan kompetisi di level U-18. Kecuali itu, mereka juga sukses menembus line-up di tiap klub yang dibela.

Jujur saja, turnamen segitiga di pertengahan November ini menjadi ujian sesungguhnya Zikri Akbar dkk di depan publik Aceh. Bukan rahasia lagi, kalau masyarakat Tanah Rencong ingin menonton kemampuan dan skill pemain remaja ini. Bisa jadi, ini menjadi bukti apakah program latihan selama tiga tahun itu berlangsung sukses ataupun gagal. Untuk itu, Andria cs perlu kerja keras dalam turnamen ini.(*)

Persiraja Meupayeh Lom


Striker Persis Solo, Ilham Hasan (kanan) dijatuhkan pemain belakang Persiraja
SOLO - Persiraja Banda Aceh kembali menelan kekalahan dengan skor 0-1 saat menantang Persis Solo dalam laga ujicoba di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/11) petang. Ini merupakan kekalahan kedua setelah sebelumnya dipermalukan oleh PSIS Semarang dengan skor 1-2 di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Sabtu (5/11) petang. Pasukan Herry Kiswanto hanya menang saat menghadapi pelajar yang tergabung dalam PPLP Jateng dengan skor 3-0 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Kamis (3/11) petang.

Dalam pertandingan kemarin seperti dikutip di tribunjogja.com, masuknya pemain asing Persis Solo asal Argentina, Javier Rocha pada menit ke-60 berhasil menghidupkan permainan Laskar Samber Nyawa (julukan Persis Solo). Terbukti, delapan menit setelah Rocha masuk, yakni pada menit 68, assist playmaker bernomor punggung 10 tersebut berbuah gol. Melepaskan umpan crossing yang sangat matang dari sayap kanan oleh Rocha disambut sundulan striker Ferry Anto dan berhasil merobek jala gawang lawan.

Sebelum Rocha masuk, pada babak pertama permainan berjalan monoton dan minim peluang gol. Pertandingan babak pertama antara kedua tim tersebut berakhir tanpa gol. Tercatat hanya satu peluang emas yang terjadi pada babak pertama yang diciptakan Ilham Hasan pada menit 35. Sayangnya, sundulan pemain bernomor punggung 11 tersebut melambung tipis di atas mistar gawang Persiraja.

Pada awal babak kedua, lini tengah Persiraja nampak menguasai tempo permainan. Pemain Persis seakan-akan dibuat terkurung di areanya sendiri. Sejumlah peluang juga didapat Persiraja pada awal babak pertama, di antaranaya melalui pemain asing Diallo Abdullaye Djibril. Beberapa kali pemain tersebut merepotkan lini belakang Persis Solo, sayang penyelesaian akhir lini depan Persiraja buruk, sehingga tidak membuahkan hasil hingga laga usai.

Tundukkan Singapura 3-0, Indonesia Belum Lolos

LOGO AFC U-19
KUALA LUMPUR,  — Indonesia menundukkan Singapura 3-0 (2-0) pada laga terakhir kualifikasi Grup G Piala Asia U-19 2012 di Stadion MBPJ, Kuala Lumpur, Selasa (8/11/2011). Tiga gol itu dicetak Novri Setiawan (menit ke-10), Antoni Putro Nugroho (menit ke-41), dan Abdul Rahman Lestaluhu (menit ke-51). Namun, kemenangan tersebut belum mampu menolong Indonesia untuk lolos ke putaran final, meski pada laga lainnya China kalah dari Australia dengan skor sama, 0-3.

China mendampingi Australia lolos ke putaran final Piala Asia U-19 2012 dari Grup G sebagai runner-up. Perolehan nilai Indonesia dari empat laga sama dengan nilai China, yakni tujuh poin. Akan tetapi, China lebih unggul selisih gol (surplus 13 gol) ketimbang Indonesia (surplus 3 gol).

Indonesia, yang diwakili tim SAD yang berkompetisi di Liga Junior Uruguay, akan lolos ke putaran final jika menempati peringkat ketiga terbaik zona Timur (Grup E, F, dan G).

Nilai Indonesia lebih tinggi daripada peringkat ketiga Grup F Malaysia (5 poin), yang ditahan Myanmar 0-0 pada laga terakhir, Selasa siang. Tim "Merah Putih Yunior" tinggal bersaing dengan peringkat ketiga Grup E Korea Selatan (nilai 6 dari tiga laga), yang akan menghadapi Jepang (nilai 7 dari tiga laga) pada laga terakhir, Kamis (10/11/2011). Indonesia hanya bisa lolos ke putaran final jika Jepang mengalahkan Korea Selatan.

Andai kedua tim itu "bermain mata", Jepang dan Korea Selatan yang akan lolos, sekaligus memupuskan peluang Indonesia. Dari 16 slot yang tersedia, sebanyak 14 tim bakal tampil di putaran final. Ke-13 tim itu adalah Irak, Arab Saudi (Grup A), Qatar, Kuwait, Jordania (Grup B), Iran, Uzbekistan (Grup C), Suriah, Uni Emirat Arab (Grup D), Thailand (Grup E), Korea Utara, Vietnam (Grup F), Australia, dan China (Grup G). Jordania lolos sebagai tim peringkat ketiga terbaik zona Barat.

Dari empat laga selama menjalani babak kualifikasi, Indonesia mencatat dua kali kemenangan (3-0 atas Makau, 3-0 atas Singapura), sekali draw (0-0 melawan China), dan sekali kalah (1-4 dari Australia). Pada kualifikasi Piala Asia U-19 2010, Indonesia juga diwakili tim SAD dan tidak lolos.

Senin, 07 November 2011

RD Jelaskan Pencoretan Syamsir Alam

Syamsir Alam
Jakarta - Harapan Syamsir Alam untuk bisa memperkuat Indonesia di SEA Games XXVI pupus karena dia tak masuk skuad inti. Soal ini, pelatih Rahmad Darmawan punya penjelasan tersendiri.

Syamsir baru bergabung dengan timnas U-23 saat masa pemusatan latihan sudah mendekati akhir. Dari total 16 laga uji coba yang dilakoni timnas, pemain klub Uruguay, Penarol, ini cuma berpartisipasi di tiga laga pamungkas, yakni melawan Mitra Kukar, Timor Leste, dan Persikota Tangerang.

Pada akhirnya, mimpi Syamsir untuk bisa membela panji 'Merah Putih' di ajang SEA Games kali ini tak kesampaian. Nama pemuda berusia berusia 19 tahun ini tak tercantum di antara 20 penghuni skuad inti SEA Games.

Rahmad mengaku menyesal karena terpaksa mencoret Syamsir. Dia mengakui bahwa Syamsir punya potensi, namun terbatasnya tempat membuatnya tak punya pilihan lain.

"Berkali-kali harus saya katakan, ini tidak gampang. Tapi, saya harus menjatuhkan pilihan itu sesuai dengan kebutuhan tim," aku Rahmad seusai pertandingan kontra Kamboja di Gelora Bung Karno, Senin (7/11/2011).

"Sebagai contoh, Syamsir Alam. Sebetulnya saya juga menyayangkan karena Syamsir adalah pemain potensial. Hanya saja waktu dia bergabung dengan kita (terlalu singkat). Kurang seminggu lagi, mungkin saya bisa lebih tenang," imbuhnya.

"Syamsir cepat beradaptasi, tapi pemain lain mungkin tidak cepat beradaptasi dengan gaya main Syamsir. Karena harus ada dua sisi yang kita pertimbangkan," kata Rahmad.

"Akhirnya, di antara tiga atau empat striker, saya harus membuang satu. Di situ ada Yongki (Aribowo), Tibo, Patrick Wanggai, dan Syamsir. Tak mungkin empat-empatnya masuk. Kalau diberi jatah 23 pemain, saya mungkin bisa tidur enak," tandasnya.

Hadapi Singapura, 'Garuda Muda' Diminta Bersabar

Tim Nasional U-23 Sea Games
Jakarta - Pelatih timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, sudah mengantongi kekuatan Singapura yang akan jadi lawan di laga kedua SEA Games XXVI. Untuk mengantisipasi gaya main mereka, RD meminta timnya bersabar.

Setelah menghajar Kamboja 6-0 di laga perdana, Senin (7/11/2011), Indonesia akan bertanding lagi pada hari Jumat (11/11/2011). 'Garuda Muda' akan meladeni salah satu tim kuat, Singapura.

Rahmad sempat mengintip permainan Singapura saat mereka bermain imbang dengan Malaysia. Dari pengamatannya, dia sudah punya gambaran gaya main anak asuhan Slobodan Pavkovic itu.

"Singapura adalah tim yang bermain dengan cara yang berbeda dibandingkan tim-tim lain yang bermain di event ini. Saya lihat mereka main dengan pola 3-4-3 dan ketika bertahan mereka main dengan 5-4-1," ungkap Rahmad.

"Jadi, mereka memang sangat fokus dengan lini pertahanan untuk kemudian melakukan serangan balik melalui pemain depan nomor 5 (Navin Neil Vanu). Nomor 5 ini memang punya skill bagus dan kecepatan. Dan beberapa kali memang efektif. Hampir Malaysia kebobolan," sambungnya.

Untuk meredam permainan Singapura, Rahmad meminta timnya main lebih hati-hati dan menghindari kecerobohan. Selain itu, dia juga menekankan pentingnya kesabaran di lapangan.

"Menghadapi tim seperti ini, tentu dibutuhkan kesabaran ekstra dari pemain-pemain saya. Kita harus tahu kapan harus meninggalkan posisi dan membantu serangan dan kapan harus mengambil satu posisi yang lebih efektif. Ini yang akan saya tekankan ke tim saya saat melawan Singapura nanti," tegas Rahmad.

"Kalau kita ceroboh, pasti situasinya akan berbeda. Singapura sangat mementingkan pertahanan dan sangat disiplin. Bahkan, saat Malaysia hanya menempatkan satu striker, tiga bek tengah mereka juga tidak meninggalkan posisinya," tutupnya.

Indonesia Ganyang Kamboja 6-0

Indonesia memulai laga perdana dengan hasil positif usai membekuk tim lemah, Kamboja 6-0 di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (7/11).
Titus Pembuka Kran Goal atas Kamboja
Diatas kertas level Tim Garuda dan Kamboja memang jomplang. Perbedaan kualitas itu sudah terlihat di babak pertama saat Indonesia memimpin 4-0.
Indonesia baru bisa memecah kebuntuan di menit ke-27. Adalah Titus Bonai yang membuat Indonesia memimpin setelah sundulannya menjebol gawang Kamboja yang malam ini dikawal Sou Yaty.
Gol ini terbukti ampuh membangkitkan keprcayaan diri anak asuh Rahmad Darmawan. Terbukti, baru dua menit berselang, Indonesia kembali membobol gawang Kamboja melalui tendangan bebas indah, Patrich Wanggai.
Menit ke-35, Indonesia menambah gol. Kali ini sebuah kesalahan kiper Kamboja sanggup dimanfaatkan dengan baik oleh Gunawan Dwi Cahyo. Hanya berselang enam menit, lagi-lagi Wanggai mencetak gol untuk membawa Garuda unggul 4-0 yang bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua Kamboja mulai berani tampil menyerang. Namun berkali-kali usaha mereka selalu mentok. Justru Indonesia yang berhasil menambah dua gol lagi melalui dua pemain pengganti, Andik Firmansyah dan Ramdani Lestaluhu.
Andik membawa Indonesia unggul 5-0 di menit ke-81 sebelum Ramdani menutup pesta gol dua menit kemudian.
Meski menang besar, namun Indonesia belum boleh jumawa. Pasalnya masih ada tiga tim kuat Malaysia, Singapura, dan Thailand yang mesti dihadapi dalam lanjutan grup A.  Paling tidak kemenangan ini bisa menjadi modal sekaligus tambahan kepercayaan diri jelang pertarungan selanjutnya.
****
Indonesia: Kurnia Meiga; Gunawan Dwi Cahyo, Diego Michiels, Hendro Siswanto (Ramdani Lestaluhu 71'), Abdul Rahman, Egi Melgiansyah, OktoManianni, Ferdinand Sinaga (Andik Vermansyah 63'), Stevie Bonsapia, Patrich Wanggai (Yongki Aribowo 87'), Titus Bonai.

Kamboja:
Sou Yaty; Sok Rithy, Sok Sovan,Touch Pancharong,Tum Saray (Pov Phearith 57'), Khoun Laboravy, Pheak Rady, Sos Suhana, Chhun Sothearath, Chhin Chhoeun, Phourng Soksana (Keo Sokngon 67').

Singapura-Malaysia Berakhir Tanpa Gol

Singapore Vs Malaysia
Jakarta - Peraih medali emas SEA Games 2009, Malaysia, harus puas bermain 0-0 melawan Singapura, yang dua tahun lalu meraih medali perunggu di ajang SEA Games.

Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (7/11/2011) sore WIB, Malaysia dan Singapura harus puas berbagi tambahan satu poin setelah menuntaskan laga dengan skor kacamata alias 0-0.

Duel Singapura dan Malaysia adalah partai pertama dari Grup A. Partai Indonesia kontra Kamboja pukul 19.00 WIB nanti akan menjadi laga kedua dari grup itu.

Jalannya Pertandingan

Baru tiga menit laga berjalan, Muhammad Fazli sudah melepaskan sepakan keras ke arah gawang Malaysia. Tetapi bola masih melebar. Sepuluh menit kemudian, Fazil mengancam lagi dengan si kulit bundar kali ini tepat ke kiper Khairul Fakhmi.

Malaysia membalas pada menit 24. Bakhtiar Baddrol melepaskan tendangan bebas yang mengarah deras ke gawang Singapura meski masih bisa ditepis dengan tak kalah apik oleh kiper M. Izwan.

Baddrol kembali mengancam pada menit 34. Dari jarak jauh ia menyepak bola keras-keras meski bola masih menyisir tak jauh dari pojok atas gawang.

Lima menit sebelum jeda, Fazli meliuk-liuk di kotak penalti Malaysia. Di tengah kepungan lawan, ia masih bisa melepaskan tembakan yang dihalau kiper Khairul Fahkmi seraya menjatuhkan diri.

Pada menit 66, Navin Neil Vanu melakukan penetrasi dengan baik dari sayap kiri. Ia lantas mengirim umpan ke rekannya di kanan, tetapi para pemain Malaysia dengan disiplin sudah menutup ruang di kotak penalti.

Dari tendanga bebas pada menit 74, Malaysia mencatatkan peluang emas lain. Dari sepakan Baddrol bola melesat ke tiang dekat gawang Singapura, kendati kiper Izwan masih berhasil menepisnya.

Wan Zakaria berusaha melepaskan Sepakan keras di menit-menit akhir, tetapi bola belum juga menemui sasaran.

Susunan Pemain:

Singapura: M. Izwan, M. Safuwan, M. Afiq, Navin Neil Vanu, Safirul, Shahdan, M. Irwan Shah (M Yasir 60'), M. Fazli (M Nizam '69), Haris, M. Shahir, M. Zulfahmi

Malaysia: Khairul Fakhmi, Mohd. Shas, OM Asraruddin, Ambumamee Thamil (Wan Zakaria 64'), Bakhtiar Baddrol, Gurusamy, Saarani, Olhman AF, Ibrahim SA (Ramlan Izzaq Faris '81), Jusoh A Shukur, AM Muslim

Laos-Brunei Sama Kuat 2-2

Maskot Sea Games
Jakarta - Baik Laos maupun Brunei Darussalam gagal meraih poin penuh di laga kedua Grup B SEA Games XXVI. Ini setelah keduanya saling berhadapan dan berakhir dengan skor 2-2.

Dalam laga yang dihelat di Stadion Lebak Bulus, Senin (7/11/2011) malam WIB, Brunei sempat tertinggal lebih dulu sebelum menyamakan kedudukan lewat gol Adi Bin Said. Babak pertama berakhir imbang 1-1.

Di babak kedua Adi mencatatkan namanya kembali di papan skor. Kali ini tandukannya berhasil merobek jala Laos. Kemudian Laos menyamakan kedudukan lewat Saysana.

Hasil ini membuat Brunei berada di posisi ke-4 dengan satu poin, sementara Laos setingkat di bawahnya dengan poin sama namun kalah selisih gol.

Laga berikutnya Brunei adalah kontra Myanmar, sementara Laos menghadapi Filipina.

Timor Leste Menang Lagi

Pemain Timor Leste saat beruji coba dengan Indonesia
Jakarta - Kemenangan kembali diperoleh Timor Leste di lanjutan babak penyisihan Grup B cabang olahraga sepakbola SEA Games 2011. Berhadapan dengan Filipina, Timor Leste menang dengan skor tipis 2-1.

Pertandingan antara Timor Leste melawan Filipina dilangsungkan di Stadion Lebak Bulus, Senin (7/11/2011) sore WIB.

Timor Leste berhasil memimpin saat pertandingan baru berjalan 18 menit. Murilo Ribeiro de Almeida membuka skor setelah berhasil meneruskan umpan silang dari Antonio Marcos Sousa.

Jose Elmer Porteira membawa Filipina menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit 37. Diawali dari umpan silang mendatar Patrick Henrichsen, Porteira merobek jala Timor Leste dengan sontekan.

Timor Leste kembali unggul 2-1 melalui Diogo Santos Rangel dengan gol cepat di tiga menit setelah kick off babak kedua. Saat tertinggal, Filipina semakin gencar melakukan penyerangan.

Akan tetapi, hingga pertandingan berakhir Filipina gagal mencetak gol balasan dan Timor Leste berhak atas kemenangan.

Dengan tambahan tiga poin, Timor Leste kini memuncaki klasemen sementara dengan enam poin. Sementara Fiipina berada di posisi juru kunci tanpa nilai.

Di pertandingan ketiga, Timor Leste akan menghadapi tim kuat Vietnam pada Rabu (9/11) dan Filipina akan melawan Laos dua hari setelahnya.

Timor Leste Tekuk Brunei Darussalam

Maskor Sea Games
Timor Leste sukses menundukkan Brunei Darussalam dalam ajang SEA Games cabang sepak bola di stadion Lebak Bulus, Sabtu (5/11).
Brunei lebih dulu unggul pada menit ke-30 melalui Mohammad Najib. Di babak pertama Brunei sedikit lebih dominan. Sebaliknya Timor Leste terlihat agak grogi dan kerap membuat kesalahan.
Timor Leste baru bisa bangkit di babak kedua. Memasuki menit ke-60, Timor Leste akhrinya sanggup menjebol gawang Brunei melalui Murilo Ribeiro de Almeida.
Gol itu terbukti mampu membangkitkan kepercayaan diri Timor Leste. Terbukti hanya berselang sepuluh menit, mereka akhirnya berbalik unggul 2-1 melalui gol yang lagi-lagi disarangkan Ribeiro de Almeida.
Hingga bubaran, skor 2-1 tidak berubah. Hasil ini untuk membuka peluang Timor Leste di grup B untuk bersaing dengan tim favorit Vietnam serta Myanmar yang kemarin mengalahkan Laos.

Vietnam Tekuk Filipina 3-1

SEA Games XXVI 

Vietnam Vs Philipina
Jakarta - Timnas U-23 Vietnam mengawali kiprahnya di SEA Gamex XXVI dengan kemenangan. Berhadapan dengan Filipina di babak penyisihan Grup B, Vietnam berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-1.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (3/11/2011) sore WIB, Vietnam justru tertinggal lebih dahulu. Filipina berhasil membuka skor di menit 36 melalui Manuel Ott.

Proses gol tersebut terjadi setelah pemain keturunan Jerman ini menerima umpan dari sisi kanan yang berhasil diteruskannya menjadi gol. Skor 1-0 untuk keunggulan Filipina berakhir hingga turun minum.

Di babak kedua, Vietnam berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 berkat gol bunuh diri Mattew James Hartman di menit 57 akibat salah mengantisipasi umpan silang dari sisi kiri lapangan.

Sekitar sepuluh menit berselang, Vietnam sukses membalikkan keadaan. Kesalahan kiper Filipina Roland Mueller yang gagal menangkap bola dimaanfaatkan. Le Hoang Thien yang menyambar bola muntah. Vietnam 2, Filipina 1.

Nguyet Van Quyet memastikan kemenangan Vietnam dengan golnya di masa injury time untuk menutup laga dengan skor akhir 3-1 melalui tembakan dari dalam kotak penalti.

Dengan kemenangan ini untuk sementara Vietnam memuncaki klasemen Grup B dengan nilai tiga sedangkan Flipina berada di urutan buncit.

Di laga selanjutnya, Vietnam akan melawan Myanmar (5/11) sedangkan Filipina berhadapan dengan Timor Leste dua hari kemudian. Sementara Indonesia baru akan melakoni laga perdana dengan melawan Kamboja pada di hari yang sama.

Susunan Pemain
Vietnam: Nguyen Tuan Manh; Au van Hoan, Ngo Hoang Thinh, Chu Ngoc Anh, Truong Huynh Phu, Lam Anh Quang; Le Van Thang, Nguyen Trong Hoang (Hoah Van Binh), Pham Than Luong (c), Dinh Thanh Trung; Nguyen Van Quyet

Filipina: Roland Richard Muller; Jaques Van Bossche, Carlos Roberto De Murga, Neckson Leonora; Jason De Jong, Mark Andrew Hartmann, Mattew Hartmann (c), Jose Elmer Porteria, Jeffrey Christiaens, Manuel Ott (Javier Clarino); Joshua Beloya

Team Liga Aceh

Team Liga Aceh
Aceh di Final Arafura Games