Page Home

Link Berita

CHAMPEON 2011 BIREUEN UNITED

Rabu, 24 Agustus 2011

RCTI Menayangkan Langsung Pertandingan Yordania lawan Indonesia

Live TimNas Sepakbola Indonesia, "kembali" ke RCTI
Stasiun televisi RCTI akan menayangkan langsung pertandingan uji coba antara Yordania vs Indonesia, pada Sabtu (27/8) mulai pukul 22.00 WIB, sebagai persiapan Bambang Pamungkas dkk. berlaga pada putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014.
RCTI pun akan siarkan secara langsung pertandingan perdana Indonesia menghadapi tuan rumah Iran, pukul 22.30 WIB,
pertandingan yang berlangsung di Azadi Stadium, 2 September mendatang.

Berikut ini daftar 23 nama pemain yang dibawa ke Yordania dan Iran, yakni Tiga penjaga gawang yaitu Ferry Rotinsulu, Markus Haris Maulana dan I Made Wirawan.

Untuk pemain belakang Hamka Hamzah, M. Roby, Wahyu Wijiastanto, Beny Wahyudi, Amrizal, Zulkifly Syukur dan M. Nasuha.

Pengisi pos pemain tengah Hariono, M. Ridwan, Supardi, Eka Ramdani, Oktovianus Maniani, Tony Sucipto, M. Ilham, Firman Utina dan Arif Suyono.
Serta empat pemain depan Bambang Pamungkas, Christian Gonzales, Irfan Bachdim dan Ferdinan Sinaga.
INDONESIA

Jumat, 19 Agustus 2011

Timnas U-19 Tantang Pra PON Sumut

Team Arafura Games saat berada di Darwin

Ozi Teguh harus kecewa karena gagal berangkat ke Myanmar.

ligaaceh.blogspot.com | Skuad tim nasional Indonesia untuk Piala AFF U-19 menggelar serangkaian uji coba di Medan. Ini dilakukan untuk memantapan persiapan tim yang akan berlaga di Myanmar 8 hingga 21 September 2011 mendatang.

Ada tiga tim yang sudah digadang menjadi lawan sepadan, yakni Pra PON Sumut yang dilaksanakan Jumat (19/8), kemudian melawan PSMS Muda Sabtu (20/8) dan Tim Thamrin Graha Metropolitan pada Senin (22/8) di Stadion Teladan. Ini merupakan uji coba perdana setelah tim besutan Zulkifli Alfat ini melakukan latihan  dan seleksi pemain tambahan di Banda Aceh.

Manajer timnas U-19, Kennedy, dalam konferensi pers, Kamis (18/7) malam WIB di Hotel Garuda Plaza, mengatakan uji coba atau tur ke Medan dilaksanakan karena timnya kesulitan mencari lawan tanding di Aceh. “Selama Bulan Ramadhan di Aceh, kita sulit cari lawan tanding. Karena itu, kita ke Medan. Tadinya hanya ada dua lawan yang menjadi agenda kita, tapi kemudian ada tawaran dari klub TGM (Thamrin Graha Metropolitan),” ujarnya.

Kennedy mengungkapkan, usai menjalani ujicoba di Medan, timnas U-19 bakal kembali ke Aceh dan langsung berangkat ke Bandung dan Jakarta. “Kita akan balik ke Aceh lalu langsung ke Bandung untuk menjalani uji coba menghadapi PSAD dan tanggal 5 September kita akan hadapi timnas U-23,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, uji coba di Medan akan menjadi tolak ukur kesiapan timnas  untuk Piala AFF. “Dari uji coba ini, kita bisa tahu kelemahan kita. Apalagi lawan-lawan (Laos, Brunei, Kamboja) di turnamen nanti cukup berat, terutama tuan rumah Myanmar. Target kita bisa empat besar” timpalnya.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=766586?area=2l&pos=2&ord=766586"></script>

Skuad timnas U-19 membawa 22 pemain yang didominasi pemain Tim Aceh yang juara di Australia plus pemain tambahan dari hasil seleksi termasuk pemain dari Medan. Namun, sayangnya, salah satu pemain PSMS Muda yang lolos seleksi yakni, Ozi Teguh harus menelan pil pahit karena gagal berangkat ke Myanmar karena usianya lebih dua bulan saat even berlangsung. “Ya seorang pemain asal Medan, tidak bisa kita bawa ke Myanmar. Karena usianya sudah kelewatan dua bulan dari maksimal 19 tahun usia pemain. Peraturannya jangankan dua bulan, satu hari saja lewat tidak boleh,” tegasnya.

Ozi sejatinya ikut didaftarkan bersama 22 pemain lainnya. “Sudah sempat terdaftar. Memang terlambat ketahuan karena yang bersangkutan kan belum punya KTP. Kita hanya mengecek dari fotokopi formulir yang diserahkan saat seleksi,” ujarnya.

Pelatih timnas U-19, Zulkifli Alfat menambahkan, lewat uji coba ini, dia ingin melakukan evaluasi terhadap timnya. “Selama ini kita banyak berujicoba dengan tim yang usianya di atas. Seperti tim Pra PON besok, saya berharap minimal anak-anak dapat mengimbangi. Tapi bukan hasilnya yang utama, karena kita ingin melihat kekompakan pemain di lapangan,” paparnya.

Sementara itu, pelatih kepala PSMS Muda Roekinoy menambahkan, pertandingan melawan PSSI U-19 sejatinya akan dilaksanakan Jumat, namun timnya kemudian mendapatkan giliran Sabtu. Pria yang akrab disapa Kinoy ini tak mempersoalkan mundurnya jadwal tersebut. Baginya, agenda ini merupakan hal berharga buat timnya, terlebih setelah pemain dari PSMS Muda dinyatakan lolos seleksi dan masuk dalam Timnas PSSI U-19.

Mantan asisten pelatih PON Sumut tahun 2004 ini bahkan sudah memantau bakal lawannya tersebut di Stadion Teladan, Kamis sore. “Pertandingan uji coba ini sangat penting buat kami, untuk menguji mental para pemain kami (PSMS Muda),” pungkasnya.

Sabtu, 13 Agustus 2011

Pemain baru ikut seleksi timnas U-19

Logo AFF U-19
BANDA ACEH - Tim Nasional Usia 19 tahun yang dipersiapkan tampil pada Piala AFF di Myanmar terus berbenah. Kini empat pemain dari Jawa Timur, Kalimantan, dan Jakarta masuk mengikuti seleksi di bawah pelatih Zulkifli Alaf.

Manajer Timnas U-19, Kennedy Husein, menyebutkan untuk beberapa posisi yang masih rawan, maka pihaknya menyeleksi beberapa talenta baru. "Karena ini tim nasional, maka semua anak bangsa yang punya skill memadai boleh mengikuti seleksi," katanya baru-baru ini.

Keempat pemain tersebut adalah Rahmat Johan Saputro (striker), Reynaldi Alfiansyah Junior (gelandang bertahan) dari Jawa Timur bersama Goldy Aulia Syarizah (kiper/Samarinda), dan Iner Sontani Putra (striker/Jakarta).

"Kami masih mencari pemain-pemain yang terbaik di posisinya. Semoga saja dalam beberapa hari mendatang akan tersaring 24 pemain yang dibutuhkan," ungkap Kennedy.

Sebelumnya, empat pemain dari Sumatera Utara juga sudah masuk Minggu (7/8) lalu mengikuti seleksi yang dipusatkan di Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. Mereka adalah Pianto (kiper), Fitriz Khan, Ozi Teguh, Suherman yang sama-sama berposisi sebagai gelandang bertahan.

Pelatih Brunei U-19 Pesimistis Hadapi Piala AFF

Kwon Oh-son (Coach Brunai)
Myanmar - Pelatih Brunei Darussalam U-19 Kwon Oh-son mengaku prihatin dengan kualitas yang dimiliki anak asuhnya menjelang Piala AFF U-19 di Myanmar pada September nanti.

Ini merupakan laga perdana Brunei di event internasional setelah pencabutan sanksi pembekuan dari FIFA. Sanksi itu memberikan dampak buruk bagi pembinaan sepakbola di Brunei. Brunei sedang melakukan seleksi terhadap 66 pemain.

“Tak ada skill, tenaga, visi bermain, jendral lapangan, serta penyelesaian akhir yang buruk, pertahanan lemah, dan tidak ada yang pantas menjadi kiper,” ungkap Kwon dilansir laman federasi sepakbola Asia Tenggara (AFF).

“Ada empat pemain dari tim muda Brunei (U-18) yang bermain bagus. Selebihnya tidak pernah berlatih, dan permainannya buruk.”

“Brunei tidak main di pertandingan internasional selama bertahun-tahun, dan ini menyulitkan untuk mencari pemain bagus.”

“Sekarang kami berusaha melakukan seleksi untuk tim masa depan, dan kami harus terus melanjutkan program terhadap para pemain ini, minimal selama dua tahun. Membuat mereka terus berlatih. Itu yang paling penting.

Brunei bergabung di Grup B bersama tuan rumah Myanmar, Indonesia, Laos dan Vietnam. Sedangkan Grup A terdiri dari Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia dan Kamboja.
 

Timnas U-19 Targetkan Empat Besar di Piala AFF

Logo AFF U-19 Cup
Jakarta - Tim nasional Indonesia U-19 menargetkan masuk empat besar pada kejuaraan internasional Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) di Myanmar, 9 September 2011."Insyaallah dengan usaha dan doa, saya yakin timnas U-19 ini minimal bisa meraih posisi empat besar di piala AFF nanti," kata pelatih Timnas U-19 Zulkifli Alfat saat latihan di Stadion Lampineung, Banda Aceh, Kamis.
Menurut dia, dengan waktu yang tidak lama lagi, dirinya terus menggenjot latihan anak asuhnya, sehingga nantinya mereka bisa tampil maksimal.
"Selama puasa kami tetap latihan, mengingat pelaksanaan kejuaraan tersebut berlangsung setelah seminggu lebaran," kata Zulkifli.
Untuk pagi, anak-anak berlatih fisik dan sorenya kita ajarkan teknik, shotting dan finishing bola," jelasnya.
Zulkifli menambahkan, selama latihan mereka sudah menampakkan hasil yang sangat bagus. Meskipun puasa, semangat pemain kita sangat luar biasa, sebutnya.
"Mudah-mudahan dengan semangat ini bisa menjadi modal dalam mencapai target tersebut," papar Zulkifli.
Karena itu, kata dia seminggu sebelum keberangkatan ke Myanmar semua teknik yang telah diajarkannya harus bisa diterapkan oleh para pemain.
Sementara itu, Manajer timnas U-19 Kennedy mengemukakan pihaknya akan memboyong 27 pemain ke piala AFF di Myanmar.
"Ini sudah fit, karena sebelumnya dari 43 orang yang diseleksi 27 orang yang layak untuk masuk ke dalam skuad," kata dia.
Kennedy menambahkan, pihaknya ke depan akan memusatkan latihan training center (TC) di Jakarta. Alhamdulillah untuk TC anak-anak kita akan memakai lapangan komplek Kopassus di Cijantung, Jakarta.
"Lapangan sudah oke, sekarang karena sedang acara ya kita tunggu aja sebentar," papar manajer timnas U-19 ini.
Selain itu, kata Keneddy kondisi pemain kita sangat bagus. Timnas U-19 ini merupakan tim asal Aceh, mewakili Indonesia setelah berhasil menjuarai pada Arafura Game di Darwin Australia awal 2011.

Ini dia Pelatih Fisik TimNas Indonesia

Raymond Verheijen
JAKARTA, — Pelatih fisik asal Belanda, Raymond Verheijen, Kamis (11/8/2011), terbang dari Cardiff menuju ke Jakarta untuk memenuhi undangan PSSI guna memperbaiki kondisi fisik dan kebugaran pemain timnas Pra-Piala Dunia (PPD) 2014. Hal itu diungkapkan oleh Verheijen melalui akun Twitter-nya, Kamis malam WIB.
"Now in plane from Cardiff to Amsterdam and to Jakarta to visit Indonesian FA and National Team. Looking forward to this beautiful country! (Sekarang lagi di pesawat dari Cardiff menuju Amsterdam dan ke Jakarta untuk mengunjungi Asosiasi Sepak Bola Indonesia dan Tim Nasional. Ingin segera tiba di negeri yang indah ini!)," tulis Verheijen dalam akun Twitter-nya.Asisten Pelatih Wales seusai mendampingi timnas Wales beruji coba melawan Australia, yang dimenangkan Australia 1-2, di Cardiff, Rabu (10/8/2011).
Perjalanannya ke Jakarta telah direncanakan pekan lalu, setelah menerima undangan PSSI untuk ikut membantu memperbaiki kondisi fisik dan kebugaran pemain Timnas PPD menjelang laga melawan Iran di Teheran pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014, 2 September mendatang.
Menurut anggota Komite Eksekutif PSSI Bidang Koordinator Timnas Bob Hippy, Verheijen tidak dikontrak PSSI. Pelatih fisik berusia 39 tahun itu hanya akan berada di Indonesia sekitar tujuh hingga 10 hari untuk memberikan program pemulihan fisik dan kebugaran pemain timnas. Ia didatangkan berkat rekomendasi Pelatih Timnas Senior Wim Rijsbergen, yang juga asal Belanda.
Tim "Merah Putih" dijadwalkan berpindah tempat pemusatan latihan dari Cilegon, Banten, menuju ke Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/8/2011) ini. Mereka akan menjalani dua laga uji coba melawan Timnas U-23 pada 18 Agustus dan melawan timnas Palestina pada 22 Agustus. Keesokan harinya, Firman Utina dan kawan-kawan bertolak ke Jordania untuk beruji coba melawan tuan rumah, 27 Agustus.
Verheijen dikenal pelatih fisik terkemuka di Eropa dengan reputasi bagus. Ia pernah bekerja dengan Guus Hiddink, Frank Rijkaard, Louis van Gaal, dan Dick Advocaat.
Ia ikut memoles timnas Belanda (Piala Dunia 1998, Piala Eropa 2000, dan Piala Eropa 2004), Rusia (Piala Eropa 2008), Korea Selatan (Piala Dunia 2002 dan 2010), serta ikut menangani klub-klub besar Eropa, seperti Barcelona, Chelsea, Manchester City, dan Zenit St Petersburg.

Sergio Van Dijk Yakin Masuk Skuad Timnas Senior

"Rijsbergen merupakan pelatih pertama Sergio ketika ia berkecimpung ke sepakbola profesional."


Sergio van Dijk
Striker Adelaide United Sergio van Dijk menyimpan keyakinan dirinya bisa memperkuat Indonesia pada putaran tiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia.

Proses naturalisasi Van Dijk sedang berjalan, dan telah mendapat persetujuan dari DPR-RI. Setelah mendapat keputusan dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selanjutnya berkas naturalisasi dilimpahkan kepada menteri hukum dan hak asasi manusia (Menkumham).

"Federasi sepakbola Indonesia (PSSI) telah memberitahu paspor saya hampir selesai. Ini serius," ujar Van Dijk dilansir Adelaide Now.

"Sebelum akhir bulan saya sudah harus punya itu (paspor)."

"Saya melihat nama saya di Twitter, dan setiap hari masyarakat Indonesia membicarakan saya akan menjadi pemain tim nasional."

"Orang-orang di Indonesia juga menginformasikan kepada saya mengenai pemberitaan dan apa yang disebutkan tentang kewarganegaraan."

Sergio juga mengungkapkan kaitannya dengan Wim Rijsbergen yang kini menjadi pelatih kepala timnas senior Indonesia. Rijsbergen merupakan pelatih pertama Sergio ketika ia berkiprah di sepakbola profesional. Namun saat itu Sergio masih berusia 14 tahun ketika Rijsbergen menangani FC Groningen pada 1997-1998. Kabarnya, Rijsbergen ingin memasukkan Van Dijk ke dalam skuad Merah Putih.

"Rijsbergen menjadi pelatih tim inti Groningen tapi waktu itu saya masih berusia 14 tahun di salah satu tim junior. Saya tidak kenal dengan Wim, tapi tahu siapa orangnya, dan agen saya kenal dia," ungkap Sergio kepada GOAL.com Indonesia.

"Pelatih Belanda, itu mungkin sangat baik buat saya."

Rabu, 10 Agustus 2011

Proses Naturalisasi Enam Pemain Segera Tuntas

Jhonny Van Beukering salah satu calon Pemain Naturalisasi
Jakarta - Dalam waktu dekat, jumlah pemain naturalisasi yang dimiliki Indonesia akan bertambah. Sebanyak enam orang pemain sedang dalam proses pindah kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Keenam pemain itu adalah Jhonny van Beukering (Belanda), Stefano Lilipaly (Belanda), Greg Nwokolo (Nigeria), Victor Igbonefo (Nigeria), Sergio van Dijk (Belanda), dan Tony Kasol. Mereka akan mengikuti jejak pemain naturalisasi lain yang sudah jadi WNI seperti Cristian Gonzales, Diego Michels, dan Ruben Wuarbanaran.

"Yang enam ini sudah lolos di Komisi III dan Komisi VIII DPR. Sudah ditandatangani oleh (Ketua DPR) Marzuki Alie. Salinan akan dikirimkan kepada presiden hari ini atau besok," terang mantan Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, kepada wartawan di Kantor PSSI, Jakarta, Rabu (10/8/2011).

"Insya Allah dalam beberapa hari ke depan kalau tidak ada halangan, akan keluar kewarganegaraan Indonesianya. Setelah itu ke Depkumham untuk meminta penyumpahan," lanjutnya

Iwan pun berharap, keenam pemain tersebut sudah resmi jadi WNI sebelum 30 Agustus mendatang, kendati itu tak menjamin mereka akan bisa langsung masuk timnas dalam waktu dekat.

"Yang penting mereka selesai kewarganegaraannya, mereka ikut seleksi timnas, terpilih atau tidak itu urusan pelatih. Insya Allah sebelum lebaran mereka semua sudah jadi warga negara Indonesia," tuturnya.

Namun, kalau pun terpilih masuk timnas, para pemain itu mungkin belum bisa dipakai tim Garuda untuk laga perdana putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014 zona Asia menghadapi Iran, 2 September mendatang.

"Yang pertama mungkin belum ya. Urusan KTP saja tiga hari, belum lagi urusan paspor, mereka datang juga harus ada izin dari klubnya kan. Negosiasi sama klub ini yang paling susah. Kalau SEA Games mungkin nggak ada masalah," kata Iman.

Menuju Liga Indonesia 2011/2012

*** Team dari Aceh terancam tampil dikasta elit Sepak Bola Indonesia.
Logo Liga Indonesia saat kompetisi lalu
Jakarta - Kompetisi sepakbola Liga Indonesia rencananya akan mulai bergulir pada 8 Oktober mendatang. Bagaimana perjalanan menuju ke sana sejauh ini?

Dengan kompetisi akan segera bergulir sekitar dua bulan ke depan, temuan cukup mengejutkan dilontarkan oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Dalam sebuah acara awal pekan ini, Djohar memaparkan kalau klub yang sudah dinyatakan masuk kategori klub profesional yang ditetapkan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), sejauh ini tidak sampai berjumlah 10.

Klub-klub yang sudah memenuhi syarat itu terdiri dari enam klub peserta Indonesia Super League (ISL) dan sisanya dari Liga Primer Indonesia (LPI): Semen Padang, Persib, Pelita, Deltras, Arema Indonesia dan Sriwijaya FC dari ISL, dan Persema Malang, PSM Makkassar dan Persibo dari LPI.

Untuk dapat disebut sebagai klub profesional sendiri ada lima syarat yang mesti terpenuhi yakni aspek legal, finansial, administrasi personal, sporting dan infrastruktur. Kriteria itu datang dari AFC dan disebutkan telah disampaikan AFC sejak tiga tahun lalu meski belum mendapat respon serius.

PSSI di bawah Djohar rupanya berniat mencamkan benar aturan tersebut. Setidaknya aturan tegas untuk aspek legal dan aspek keuangan sudah ditentukan tegas.

Untuk aspek legal, PSSI mewajibkan seluruh klub sepakbola profesional memiliki badan hukum yang berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi atau Yayasan. Sedangkan untuk aspek keuangan, PSSI menerapkan sejumlah kebijakan ketat berupa deposito partisipasi senilai Rp 5 miliar untuk setiap klub profesional yang ingin berkompetisi di level satu. Selain itu, klub juga harus memiliki Budgeting Cap sebesar Rp 15 miliar.

Ditilik dari jumlah klub yang sudah memenuhi syarat-syarat untuk disebut sebagai klub profesional, sebagaimana dijelaskan Djohar sebelumnya, jelas terindikasi kalau masih banyak klub yang belum atau sulit memenuhinya. Padahal jika tidak memenuhi syarat, klub tersebut harus rela berstatus klub amatir.

Pun begitu, Djohar telah memberikan alternatif. Menurutnya, klub-klub ISL yang belum siap memenuhi syarat AFC dapat bergabung dengan klub LPI yang sudah berkiprah tanpa dana APBD.

Perubahan lain yang akan diterapkan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar adalah mengenai komposisi saham PT Liga Indonesia (LI), dari sebelumnya 90 persen untuk PSSI dan 10 persen untuk klub, menjadi sebaliknya--90 persen untuk klub dan 10 persen untuk PSSI. Dijelaskan, semakin tingginya posisi sebuah klub dalam satu musim kompetisi juga akan membuat pendapatannya bisa semakin besar.

Peringkat klub di musim kompetisi itu juga dapat berpengaruh ke aspek sponsorship dalam rancangan PSSI saat ini. Klub peringkat teratas, hitung Djohar, bahkan bisa mendulang sampai lebih dari Rp 100 miliar per musimnya.

Sementara untuk format kompetisi sendiri akan diserahkan kepada klub. Diharapkan, kompetisi mendatang akan menganut sistem pembagian wilayah karena dapat memangkas pengeluaran anggaran klub mengingat jarak tempuh pertandingan yang bukan saja antarkota tetapi juga bisa antarpulau.

Setiap klub yang ingin berkecimpung dalam kompetisi 2011/2012 harus menyerahkan dokumen kesiapan ke PSSI selambat-lambatnya tanggal 22 Agustus. Setelah melalui proses verifikasi, PSSI akan mengumumkan siapa saja yang lolos pada tanggal 25 Agustus.

Berikutnya pada tanggal 3 September depan PSSI akan menyerahkan dokumen yang ada kepada AFC sehingga kompetisi pun diharapakan sudah bisa bergulir pada 8 Oktober mendatang.

Sementara kegagalan menyerahkan format kompetisi kepada AFC hingga 14 Oktober disebut berpotensi melahirkan sanksi untuk Indonesia.

Iman Arief: Riedl Konsultasikan Nasibnya ke FIFA

Flag Indonesia
Jakarta - Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, melakukan konsultasi ke FIFA terkait nasibnya yang masih belum menemui titik temu pasca pemecatannya oleh PSSI.

Pasca dipecat beberapa waktu lalu, nasib Riedl belum juga menemui kejelasan. Pertemuan pria asal Austria ini dengan PSSI juga belum membuahkan kesepakatan yang konkret.

Merasa kecewa dengan hal tersebut, Riedl akhirnya pulang ke negaranya. Dia juga melakukan konsultasi dengan FIFA untuk mendapatkan solusi.

"Kabar dari sana katanya coach Alfred sudah diskusi dengan FIFA. Dia konsultasi saja dengan FIFA, kondisi yang ada di Indonesia sekarang kira-kira seperti apa. Dari hasil pembicaraan itu, mungkin FIFA akan menanyakan ke PSSI," jelas mantan Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, di Kantor PSSI, Rabu (10/8/2011) siang.

"FIFA akan mengirimkan surat kira-kira minggu ini ke PSSI. Untuk rincian isi suratnya saya tidak tahu," sambungnya.

"Dia (Alfred) sendiri akan hadir bila mana diperlukan atau dipanggil PSSI," ujar Iman.

PSSI sendiri sudah dua kali melakukan pembicaraan mengenai segala hal terkait pemecatan Riedl. Bahkan Ketum PSSI Djohar Arifin Husin sampai ikut terlibat dalam pembicaraan langsung.

Hanya saja, sampai sekarang PSSI belum lagi memberikan keterangan resmi mengenai kelanjutan pembicaraan dengan Riedl.

Rabu, 03 Agustus 2011

AFC Deadline Kompetisi Paling Lambat 14 Oktober

Perwakilan AFC Suzuki Tokuaki
JAKARTA - Asian Football Confederation (AFC) telah menentukan tanggal deadline kepada PSSI untuk menggelar kompetisi 2011-2012 paling lambat 14 Oktober 2011.

Hal itu disampaikan perwakilan AFC Suzuki Tokuaki dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (3/8) menyikapi kejelasan waktu digulirkannya kompetisi sepakbola Indonesia.

"PSSI harus menyelesaikan masalah persyaratan tentang kriteria klub profesional. Indonesia juga punya peluang besar lolos ke Asian Championship League jika memenuhi semua persyaratan," terang Tokuaki kepada wartawan.

"Kemudian AFC akan melakukan inspeksi kepada klub-klub Indonesia yang lolos seleksi agar bisa masuk Asian Championship League," tuturnya.

Sementara itu, mengenai batas waktu digelarnya kompetisi sepakbola Indonesia sebelum tanggal 14 Oktober 2011, anggota Komite Eksekutif PSSI Sihar Sitorus menyatakan, pada 8 Oktober 2011 PSSI akan memastikan klub-klub yang memenuhi persyaratan AFC.

"Setelah tanggal 8 Oktober kita tentukan format kompetisi berdasarkan kriteria dan kemudian kita tentukan stratanya," terang Sihar.

"Tanggal 22 Agustus adalah proses penyerahan dokumen klub-klub, kemudian tanggal 23 kami verifikasi, setelah itu baru tanggal 25 Agustus pengumuman peserta kompetisi. Baru dari situ akan terlihat bagaimana kompetisi akan dilakukan," pungkasnya.

Syarat Keuangan Klub ISL

Mr Suzuki (Direktur Kompetisi AFC)
Jakarta - Workshop PSSI dan AFC yang berlangsung di Hotel Sultan selain menetapkan kriteria klub profesional juga membuat peraturan soal gaji dan kontrak pemain yang mulai dibatasi nominalnya.

Anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga koordinator Liga Indonesia Sihar Sitorus menjelaskan bahwa mengenai pengelolaan keuangan di bagi menjadi dua kategori, yakni level satu dan level dua.

Kemudian, klub-klub yang ingin berkompetisi di level satu harus memiliki deposit partisipasi senilai Rp5 miliar dan budgeting cap sebesar Rp15 miliar.

"PSSI mencoba memberi batasan Rp500 juta per musim dengan kontrak minimal 3 tahun. Syarat-syarat tadi harus dipenuhi sebuah klub yang akan turun di kompetisi level satu," papar Sihar kepada wartawan, di Hotel Sultan, Rabu (3/8/2011).

Sementara itu untuk kompetisi level dua, depositnya mencapai Rp2 miliar dan budgeting cap sebesar Rp8 miliar. Gaji pemain lokal per musim maksimal Rp350 juta dengan kontrak minimal tiga tahun.

Aturan ini dianggap PSSI bisa menyelesaikan masalah klub-klub Indonesia yang tak jarang sulit membayar gaji pemain, terutama pemain bintang atau marquee.

Terkait marquee pun, PSSI mengatur tiap klub level satu hanya boleh memiliki satu pemain sedangkan untuk level dua, marquee ditiadakan.

Aturan yang dibuat PSSI membuka kesempatan setiap klub di strata kompetisi mana pun untuk tampil di kompetisi teratas atau Indonesia Super League (ISL).

China, Iraq seek redemption

Analysis Group A
Chinese
The Chinese saying "Three and out" suggests that after three failures, you might as well give up for good. China’s footballers will be hoping for anything but as they enter Asia’s third qualifying round seeking to redeem themselves after their failure to even reach the final phase of the preliminaries for Germany 2006 and South Africa 2010. And they should have only themselves to blame if they miss out on a place at the FIFA World Cup™ for a consecutive third time after receiving a kinder draw than four years ago.

That said, the east Asians will underestimate their rivals at their peril. The 1986 FIFA World Cup finalists and 2007 AFC Asian Cup winners Iraq are likely to pose the biggest threat while Jordan have developed into a competitive force over recent years. Singapore, for their part, may need a miracle if they are to make history by progressing to Asia’s qualifying finals for the first time.

The favourites
China: Boasting one FIFA World Cup appearance at Korea/Japan 2002 and two Asian Cup runners-up slots, China have the pedigree to seal one of the section’s two qualifying spots. Despite failing to progress beyond the group stage in January’s continental finals, they have made fast progress under coach Gao Hongbo over the past two years, with their consistent performances and results moving them into Asia’s top five in the latest FIFA/Coca-Cola World Ranking.

The outsiders Iraq: Captained by strike ace Mahmoud Younis and guided by German tactician Wolfgang Sidka, Iraq are more than capable of finishing in the top two, provided that they can overcome their long-standing problem of inconsistency.

Jordan: If their stunning quarter-final performances at Qatar 2011 are anything to go by, it seems that the west Asians are set to make more of an impact in the qualifying campaign than four years ago by progressing to the final phase for the first time.

Players to watch Qu Bo (CHN), Deng Zhuoxiang (CHN), Yang Hao (CHN), NashatAkram (IRQ),Younis Mahmoud (IRQ), Hassan Abdel Fattah (JOR)

The crunch match Jordan-Iraq Before their emergence at the 2004 Asian Cup, where they stormed into the last eight on their first finals appearance, Jordan were the long-standing underdogs in meetings with Iraq, losing five and drawing one of six FIFA World Cup qualifying meetings. Yet the trend has been reversed in recent years and they have not lost to Iraq since 2007. The fact that the Jordanian reins are now held by former Iraq boss Adnan Hamad should ensure they are not lacking knowledge about their rivals, and may provide a tactical edge.

A look back China 1-2 Iraq, 14 June 2008, TianjinThe draw pits Iraq and China together in continental qualifying for the third time, with the former leading the head-to-head record with two wins to one from four previous encounters. Their latest match-up came in the same stage on the road to South Africa 2010, when Iraq came from behind to claim a spirited 2-1 win in Tianjin, following an earlier 1-1 draw in Dubai.

The stat 32 – the number of games played between Iraq and Jordan.

Did you know? Australia 1-1 Oman, 8 July 2007, Bangkok
Iraq were made to feel at home in China during the 2004 Asian Cup when they enjoyed warm support from the local fans – until they met the hosts in the quarter-finals and were crushed 3-0.

Have your say Will China and Iraq make up for their qualifying failures four years ago, or can Jordan cause an upset by progressing at the expense of one of the pair?

Korea Republic face familiar foes

Analysis Group B

Korea Republic

Korea Republic have fond memories of the two Middle Eastern countries in Group B, namely Kuwait and the United Arab Emirates. The South Koreans have secured their passage to the FIFA World Cup™ finals twice via crucial away matches against the duo. In June 2005, they defeated Kuwait 4-0 in their penultimate group match to reach Germany 2006, before booking their ticket to South Africa four years later with a 2-0 victory over UAE with two games to spare. In fact, the South Koreans may have a sense of déjà vu against Lebanon as well, having got off to a winning start in their qualifying campaign against the Lebanese in February 2004.
Meanwhile, Kuwait and UAE are no strangers to the world stage having reached the finals in 1982 and 1990 respectively. Although the Gulf nations are tied at 14 wins and seven draws in their 35 previous encounters, UAE have the edge in Asian Zone qualifying with three wins out of four meetings between the sides. For their part, Lebanon have yet to claim a win against any of their current Group B opponents over the course of three qualifiers for the 1994, 1998 and 2006 FIFA World Cups.
The favourites
Under the guidance of coach Cho Kwang-Rae, the revamped Taeguk Warriors will hope to make their eighth consecutive appearance at the finals but will take nothing for granted against the strong challenges from the West.
The outsiders
United Arab Emirates: Despite their poor outing at the 2011 AFC Asian Cup, where UAE finished bottom of their group without scoring a goal, Srecko Katanec’s men will be eager to bring the glory days of 1990 back to their country.
Kuwait: Although the 2010 Gulf Cup winners could not translate their regional success into the continental championship the following year, the Kuwaitis are no pushovers for any opponents when it comes to Asian Zone qualifying.
Players to watch
Koo Ja-Cheol, Ji Dong-Won (KOR), Ahmad Al Azemi (KUW), Ahmed Khalil (UAE), Roda Antar (LIB)
The crunch match
Kuwait-United Arab Emirates
If Korea Republic are strong favourites to win the group, the evenly matched duo are likely to contest for the remaining ticket to the next round. Kuwait beat UAE 3-2 in their first meeting in January 1989 but it was UAE who bounced back to grab a ticket to Italy 1990. Most recently, UAE defeated Kuwait twice at this stage to reach the final qualifying round for South Africa 2010.
A look back
Kuwait 2-0 Korea Republic, 29 April 1981, Kuwait City
In the first round of qualifying for Spain 1982, the Kuwaitis stunned the South Koreans to win their group before going on to reach the finals for the first time.
The stat
10 – The combined number of appearances at the FIFA World Cup finals between the countries in this section. Korea Republic have qualified for the showpiece event eight times, with Kuwait and UAE following the South Koreans with one each.
Did you know?
Current Korea Republic captain Park Chu-Young opened the scoring against both Kuwait and UAE, when his country secured a place in the finals in 2006 and 2010 respectively.
Have your say
Among the West Asian trio of Kuwait, UAE and Lebanon, who are most likely to cause an upset or two against powerhouse Korea Republic?

**FIFA.COM**

History on Japan’s side

Analysis Group C

Japan Selebration ASIAN CUP

Japan may have qualified for every FIFA World Cup™ finals since their historic debut at France 1998, but the road to Brazil seems to be as difficult as their rollercoaster campaign some 14 years previously. On paper, the reigning Asian champions are clear favourites to breeze past Korea DPR, Uzbekistan and Syria. However, the Samurai Blue will underestimate their Group C opponents at their peril, as the trio has what it takes to cause a stir or two in this, arguably the toughest group of the third round.
Korea DPR are another team in this section to have participated at South Africa 2010, where they failed to emulate their ground-breaking success at England 1966. If the North Koreans are suddenly re-emerging after a long absence, the Uzbeks are making a slow and steady progress to establish themselves as a force to be reckoned with in the continent. The central Asians are on the back of an impressive performance that earned them fourth place at the AFC Asian Cup, where the Syrians also made an impact by defeating heavyweights Saudi Arabia in the group stage.
The favourites
For all the possibilities of surprises and upsets, the Japanese will hold the psychological edge over their rivals. Japan defeated Korea DPR twice in the final group to reach the finals of Germany 2006, before overcoming Uzbekistan on the road to South Africa four years later. Notably, the Japanese have never lost in their seven respective meetings with the Uzbeks and Syrians.
The outsiders
Korea DPR: The North Koreans still seem to be reeling from their disappointing campaigns at South Africa 2010 and the AFC Asian Cup the following year, but this adventure should be a good opportunity for the Chollima to regroup and redeem themselves.
Uzbekistan: The central Asians are more than capable of competing with Asia’s best sides, as they proved during the recent Asian Cup with their fluid and attacking football spearheaded by captain Server Djeparov and striker Alexander Geynrikh.
Players to watch
Makoto Hasebe, Shinji Kagawa (JPN), Server Djeparov (UZB), Firas Al Khatib (SYR), Jong Tae-Se (PRK)
The crunch match
Japan-Korea DPR
All eyes will be focused on this mouth-watering clash between the South Africa 2010 finalists, with national pride and a ticket to the next round at stake. The sides have met each other eight times in Asian Zone qualifying - the Japanese have won five times and lost twice, while drawing once.
A look back
Korea DPR 0-0 Japan, 30 April 1985, Pyongyang
Despite making their FIFA World Cup qualifying debut in 1965, the North Koreans had to wait for almost two decades until they staged their first preliminary match at home, which ended in a goalless draw with the Japanese.
The stat
1 – Japan were the first team to qualify for the finals from the past two Asian Zone preliminary competitions, with the last one secured by a 1-0 victory over Uzbekistan in Tashkent on 6 June 2009.
Did you know?
Japan’s legendary striker Kazu Miura is the only player to have scored more than ten goals in two different FIFA World Cup qualifying campaigns, netting 13 in 1994 and 14 in 1998.
Have your say
Will both Japan and Korea DPR, who qualified for the finals of South Africa 2010, be able to overcome the first hurdle to reach the next round together?

**FIFA.COM**

Gulf challenges await Australia

Analysis Group D
Australia
Despite joining the Asian Football Confederation only six years ago, Australia have quickly established their place among the continent's best, having comfortably booked their qualification for South Africa 2010, before going on to reach the 2011 AFC Asian Cup final. Against both Oman and Thailand they boast a dominant record, with Saudi Arabia the only likely team to challenge them.

Blessed with a host of Europe-based stars and guided by German tactician Holger Osieck, the Socceroos look very much the team to beat in the section. While a qualifying spot should be within their grasp, the other three teams look likely to fight for the second place among themselves, with the Saudis the best of the rest in the three-way battle.

The favourites Australia: With Asia’s highest ratio of overseas-based stars, Osieck’s outfit is a formidable side for any opponent. Since their disappointing campaign in the 2010 FIFA World Cup South Africa™, where they suffered an early exit after the group stage, the Socceroos have slowly clawed themselves to form, finishing runners-up at January’s Asian finals before avenging their 4-0 FIFA World Cup loss to Germany with a 2-1 friendly win in Monchengladbach.

The outsiders
Saudi Arabia: The past two years have proved to be forgettable for the Gulf side, who failed to qualify for South Africa 2010, before finishing their group with the wooden spoon at January’s AFC Asian Cup. Determined to restore their lost credibility, the Saudis swept past Hong Kong 8-0 on aggregate to reach Asia’s third qualifying round and with Frank Rijkaard in charge, the three-time Asian champions are desperate to prove themselves by securing their fifth FIFA World Cup appearance.

Oman: Having coming so close to progressing to Asia’s final qualifying round on the road to both Germany 2006 and South Africa 2010, the campaign-hardened Omanis have showed they are more than capable of mounting a serious challenge for the section’s two qualifying spots.

Players to watch Lucas Neill (AUS), Sasa Ognenovski (AUS), Josh Kennedy (AUS), Tim Cahill (AUS), Yasser Al-Qahtani (KSA), Naif Hazazi (KSA), Mohammad Al-Shalhoub (KSA), Mohammed Noor (KSA), Ali Al-Habsi (OMA), Nataporn Phanrit (THA)

The crunch match Australia-Saudi Arabia
The two sides are tied historically, with each boasting a win in their three meetings. Matches between them should not only guarantee a place in the top two finishers, but also serve as a morale-booster heading into the final phase of qualifying.A look back Despite losing home and away to Australia in qualifying for the 2007 AFC Asian Cup, Oman underlined their improvement by restricting the team from Down Under to a 1-1 draw in the continental finals. Badr Al-Maimani struck on half-hour to put the Gulf side ahead and it was only Tim Cahill’s effort in injury time which earned the Australians a hard-fought draw.

The stat
13 -
is the number of goals Australia scored en route to the final at Qatar 2011, including six unanswered goals against Uzbekistan in the semi-finals.

Did you know? With Australia relying on a Europe-based contingent, the current Saudi squad exclusively features those plying their trade with local clubs.

Have your say
Having left his coaching mark with Barcelona, can Rijkaard rediscover his magic touch by guiding Saudi Arabia through? With a host of Australia’s key players in their 30s, how will Osieck cope with an aging squad?

** FIFA.COM**

Iran face Gulf duo

Analysis Group E

Iran Vs Vietnam

Iran’s status as Group E favourites will be put to the test by Gulf sides Bahrain and Qatar, who have both recorded victories over them in past FIFA World Cup™ qualifiers. As for the latter two, the results of their own head-to-head fixtures could well decide which of them will go through to the final round.
Nor can anyone ignore the threat posed by Indonesia, whose fervent home support in Jakarta gives them every chance of taking vital points off their more fancied opponents. With home points certain to be key and a tight race a strong possibility, all the ingredients are in place for an enthralling section.
The favourites
For all that, Iran are clear favourites to top the group. The Asian giants have plenty of experience in FIFA World Cup qualifiers and have made it through to the tournament finals on two previous occasions, at Argentina 1978 and France 1998. Not only can the national side draw on a host of players from the Zob Ahan side that has enjoyed recent success in the AFC Champions League, they have a hugely experienced captain in Ali Karimi and the Spanish league pair of Javad Nekounam and Masoud Shojaei. Moreover, the recent appointment of Carlos Queiroz as coach brings a wealth of experience to the helm, the Portuguese having previously worked on the technical staff at Manchester United and Real Madrid as well as coaching Portugal at the 2010 FIFA World Cup South Africa.
Qatar, for their part, would appear to be on the right track, having impressed at the 2011 AFC Asian Cup on home soil following extensive preparation. They boast a highly talented and technically proficient team, including the likes of Sebastian Soria, Yousef Ahmad Ali and Ibrahim Khalfan, who were instrumental in an Asian Cup run that was only halted by an outstanding Japan side in the quarter-finals. New Serbian coach Milovan Rajevac is the man to make the most of this blend of experience and proficiency, having proven his worth as Ghana’s coach at South Africa 2010, where only a missed penalty denied his side a semi-final berth.
The outsiders
Bahrain: They enter the qualifiers amid sweeping changes to the team’s set-up. After failing to come through their play-offs for the last two FIFA World Cup finals (against Trinidad and Tobago in 2006 and New Zealand in 2010) the tiny Gulf state gradually dropped down the rankings, culminating in a group-stage exit at the 2011 Asian Cup that led to widespread demands for a shake-up. With a new coach now at the helm in Englishman Peter Taylor, Bahrain’s fans will be hoping their new strategist can quickly get the best out of his new charges and get the measure of upcoming opponents.
Indonesia: Due to their lack of experience at this level, they will be looking to their home crowds for the kind of support they provided during the finals of the 2007 Asian Cup. The team will be aiming to grab every point that comes their way and make up for any shortcomings with their famous fighting spirit.
Players to watch
Ali Karimi, Javad Nekounam (IRN), Sebastian Soria, Yousef Ahmad Ali (QAT), Mohamed Salmeen, Fawzi Aish (BHR), Bambang Pamungkas (IDN)
The crunch match
Iran-Qatar
The Iran-Qatar clash is likely to be crucial in determining who will top Group E, as both sides have what it takes to win the section. With two world-class coaches at the helm, it will be fascinating to see who comes out winners of this much-anticipated contest.
A look back
Bahrain 3-1 Iran, 21 October 2001, Manama
In their final group game, a confident Iran were just a win away from securing a berth at the finals of the 2002 FIFA World Cup Korea/Japan. Bahrain, under no pressure at all, registered a shock 3-0 victory courtesy of strikes from Abdullah Al Marzouqi, Hussein Ali and Mohamed Hussein to deny their opponents the win and leave them two points adrift of Saudi Arabia, who went on to defeat Thailand and qualify top of the group.   
The stat
12 – The number of times Iran and Qatar have played each other, their first encounter coming at the 1988 AFC Asian Cup in Doha. Iran have won seven of these encounters and Qatar two, while three have ended in a draw.
Did you know?
Iran have never lost a home game in the group stages of FIFA World Cup qualifying. However, three teams have managed to come away with a scoreless draw, one of which was Bahrain in the qualifiers for Korea/Japan 2002.
Have your say
Does the current Bahrain outfit have what it takes to repeat their achievement from Germany 2006 and South Africa 2010 and make it into the final round of the qualifiers?

Garuda Hadapi Iran, Qatar, dan Bahrain

Pengundian putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014 telah dilakukan di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (31/7) dini hari WIB. Dari zona Asia, Indonesia dipastikan satu grup dengan Iran, Qatar, dan Bahrain, di Grup E.
Indonesia merupakan peserta dari pot keempat atau salah satu unggulan terakhir pada putaran ketiga ini. Setelah dilakukan drawing, Indonesia dipastikan akan menghadapi tiga kali juara Piala Asia, Iran, tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar, dan juga Bahrain.
Tim Garuda akan menjalani laga pertama dengan bertandang ke Iran pada 2 September 2011. Setelah itu, Indonesia akan menjamu Bahrain empat hari kemudian dan Qatar pada 11 Oktober 2011.
Pada pertemuan kedua, Indonesia akan bertandang ke Qatar pada 11 November 2011, dan empat hari kemudian menjamu Iran. Pada laga terakhir, Firman Utina dkk. akan bertandang ke Bahrain 29 Februari 2012.
Dua wakil Asia Tenggara lainnya, Singapura dan Thailand, mendapatkan lawan-lawan yang tangguh. Singapura berada di Grup A bersama Cina, Yordania, dan Irak. Sementara itu, Thailand berada di Grup D bersama Australia, Arab Saudi, dan Oman.
Hasil Drawing Putaran Ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia :
Grup A
China
Yordania
Irak
Singapura
Grup B
Korea Selatan
Kuwait
Uni Emirat Arab
Lebanon
Grup C
Jepang
Uzbekistan
Syria
Korea Utara
Grup D
Australia
Arab Saudi
Oman
Thailand
Grup E
Iran
Qatar
Bahrain
Indonesia
Jadwal Indonesia di putaran ketiga Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia:
02 September 2011 (Away)
Iran vs Indonesia
6 September 2011 (Home)
Indonesia vs Bahrain
11 Oktober 2011 (Home)
Indonesia vs Qatar
11 November 2011 (Away)
Qatar vs Indonesia
15 November 2011 (Home)
Indonesia vs Iran
29 Februari 2012 (Away)
Bahrain v Indonesia

Team Liga Aceh

Team Liga Aceh
Aceh di Final Arafura Games