Page Home

Link Berita

CHAMPEON 2011 BIREUEN UNITED

Jumat, 18 November 2011

Siang Ini Jebolan Paraguay Tiba

M. Zaini Ketua PANPEL Turnamen Segitiga Muda
BANDA ACEH - 'Timnas' Aceh yang selama satu minggu ini menjalani karantina di Jakarta usai tiba dari Paraguay pada Sabtu (12/11) dinihari WIB, dijadwalkan mendarat di Banda Aceh, Sabtu (19/11) siang ini. Itu merupakan kepulangan perdana Rahmad Maulana dkk ke Tanah Rencong setelah tiga tahun belakangan menimba ilmu sepakbola di Amerika Latin.

Ketua Panitia Pelaksana Turnamen Segitiga Muda, M Zaini Yusuf menjelaskan, pesawat yang membawa rombongan ‘Timnas’ Aceh akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar pada pukul 11.00 WIB siang. Kedatangan ‘Timnas’ Aceh tersebut rencananya akan disambut langsung Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

“Bersamaan dengan ‘Timnas’ Aceh, juga tiba tim PPLP Jawa Tengah (Jateng) yang datang ke Aceh untuk berpartisipasi di Turnamen Segitiga Muda. Mereka satu pesawat dengan ‘Timnas’ Aceh,” jelas Zaini.

Dia menambahkan, usai mengikuti serangkaian seremoni penyambutan di bandara, Jalwandi cs selanjutnya diboyong ke Wisma Jeumpa, Lampineung untuk beristirahat. “Sedangkan, rombongan PPLP Jateng akan diantar ke Hotel Rasamala Seutui yang menjadi tempat penginapan mereka,” paparnya.

“Setelah beristirahat sejenak, sore harinya ‘Timnas’ Aceh langsung melakukan latihan di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya. Latihan ini untuk adaptasi lapangan dan juga menjaga kebugaran tubuh sebagai persiapan melawan PPLP Jateng pada partai pertama Turnamen Segitiga Muda di hari Minggu,” pungkas M Zaini Yusuf.(pon)

agenda ‘timnas’ aceh
* Sabtu (19/11) siang mendarat di Banda Aceh dari Jakarta
* Mengikuti seremoni penyambutan yang dipimpin Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf
* Beristirahat di Wisma Jeumpa, Lampineung
* Latihan perdana di Stadion Harapan Bangsa pada sore hari
* Menghadapi PPLP Jateng dalam Turnamen Segitiga Muda di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Minggu (20/11) petang
Editor : hasyim

Kutaradja City Lolos Delapan besar!

BANDA ACEH - Kutaradja City Banda Aceh menyusul langkah Calatesepa Aceh Jaya melaju ke babak delapan besar. Pasalnya, kemenangan besar 5-0 atas Abdya FC dalam laga penyisihan Grup D Liga Aceh Seri 2011 Primer di Stadion FIFA Padang Datar, Krueng Sabee, Aceh Jaya, Jumat (18/11) sore, membuat pasukan Purwanto tersebut berhak menggenggam satu tiket ke perempatfinal.

Bukan cuma itu, tabungan lima gol ke gawang Abdya juga membawa tim besutan kuartet pelatih Dedek Efendi, Khaibar Abrar, Azhari, dan pelatih kiper Ihsan ini, untuk sementara berhak menduduki puncak klasemen Grup D dengan poin 6. Meski nilainya sama dengan tuan rumah Calatesepa, Kutaradja unggul dalam agregat gol.

Kemenangan juga diraih Pidie Jaya FC, Bener Meriah, dan Langsa United. Pijay FC yang bertanding dalam penyisihan Grup C di Stadion Cot Gapu, menang 2-0 atas Weh Scholar United Sabang. Sedangkan, Langsa United unggul tipis 3-2 dari Aceh Utara United di penyisihan Grup A yang berpusat di Stadion Musapat Tugu Opak, Aceh Tamiang. Sementara Bener Meriah FC mencukur Angkit FC Aceh Tenggara dengan skor 3-0 pada laga Grup B di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues.

Tarung Kutaradja City versus Abdya FC memang berjalan kurang berimbang. Pasukan Purwanto yang unggul dari materi pemain, mendominasi permainan. Tak heran, sepanjang perlagaan yang dipimpin wasit Nirwan, kubu Abdya yang dimanajeri Yusrizal dengan pelatih Anas Min, selalu tertekan. Praktis, situasi ini mengakibatkan gawang Abdya hanya tinggal tunggu waktu untuk kebobolan.

Dan petaka bagi skuadra Abdya tersebut mulai muncul di menit ke-16. Pasalnya, usai Angga membuka kemenangan Kutaradja City di menit tersebut, gol demi gol terus menghujani gawang Abdya yang dikawal Aldil Saputra. Sebab, 19 menit usai gol Angga atau tepatnya menit ke-35, kubu Kutaraja memperbesar kemenangan melalui kaki Hendrayani.

Belum puas memimpin 2-0, di babak kedua tiga gol tambahan direngkuh tim besutan Dedek Efendi ini. Trigol Kutaradja di paruh kedua itu lahir dari penalti Riandi menit 51, penalti Angga menit 57, dan gol kedua Riandi pada menit ke-61.

Di Stadion Cot Gapu, Pijay FC membuka peluangnya lolos ke 8 besar usai meraih kemenangan 2-0 atas Weh Scholar United (WSU). Sebaliknya, bagi kubu Sabang, kekalahan tersebut menutup kans mereka melangkah lebih jauh.

tarung yang dipimpin wasit Mukhlis itu sebenarnye berjalan berimbang. Tapi, setelah Pijay membuka kemenangan di menit ke-35 lewat kaki Syahru Ramadhan, situasi berubah drastis. Pasalnya, anak-anak Sabang yang terlecut untuk mengejar mencoba bermain agresif. Ironisnya, permainan menyerang mereka meninggalkan lubang di garis pertahanan. Momentum tersebut dimanfaatkan Pijay untuk mencetak gol kedua pada menit ke-54 melalui sang kapten Zulfikar.

Laga panas terpampang di Grup A. Betapa tidak, duel antara Aceh Utara United kontra Langsa United di Stadion Musapat Tugu Opak, Tamiang yang berkesudahan 3-2 untuk kemenangan kubu Langsa, diwarnai hujan kartu. Tak kurang, lima kartu kuning dan satu kartu merah keluar dari saku wasit. Pun begitu, walau berjalan alot dan ketat, situasi laga masih dalam koridor sportivitas.

Pada laga itu, tiga gol Langsa United yang dimanajeri Abu Yan dicetak Herizal menit 23 dan 41, serta penalti Fitra Ridwan di menit 83. Sedangkan, dua gol balasan pasukan Munawar lahir dari kaki Faisal Akbar menit 3 serta Khairul Yadi di menit 84.

Kemenangan besar diraup Bener Meriah FC saat membantai Angkit FC 3-0 pada laga Grup B di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues. Dihadapan sekitar 2 ribu penonton yang hadir, skuadra Bener Meriah tiga kali menggetarkan gawang kubu Aceh Tenggara dalam laga panas yang memaksa wasit Syamsuddin mengibaskan dua kartu merah untuk pemain dari kedua tim.(pon/c38)

Liga Aceh Jangan Sekadar Kompetisi

Pidie United Saat Menjuarai Liga Aceh 2010
Liga Sepak Bola Aceh Seri 2011 Primer yang diikuti 16 tim dari kabupaten/kota sudah bergulir di empat wilayah secara serentak, sejak awal pekan ini. Kompetisi kali ini meruipakan tahun ke tiga setelah sebelumnya Lhokseumawe City tampil menjadi juara tahun 2009 dan Pidie Jaya United tahun 2010.

Liga yang menggunakan sistem setengah kompetisi ini dibagi dalam empat grup. Untuk Grup A berlangsung di lapangan sepakbola Tugu Opak, Aceh Tamiang. Grup B di Stadion Seribu Bukit, Gayo Lues. Grup C di Stadion Cot Gapu, Bireuen. Dan, Grup D di Stadion FIFA Padang Datar, Calang, Aceh Jaya.

Tiap grup akan meloloskan dua tim, yakni juara grup dan runner up yang lolos ke babak delapan besar. Sedangkan tim yang lolos ke babak delapan besar akan dibagi dua grup lagi masing-masing dihuni empat tim. Tim yang bersedia menjadi tuan rumah di masing-masing grup berhak menggelar babak delapan besar. Nantinya juara grup dan runner up di dua wilayah akan masuk ke babak empat besar. Babak empat besar hingga partai grand final akan digelar di Banda Aceh.

Ya, yang kita harapkan adalah, kompetisi yang sudah berlangsung tiga musim, jangan hanya berlalu begitu saja. Jangan cuma jadi tontotan kurang bermutu. Akan tetapi harus menjadi pemicu kemajuan sepak bola Aceh.

Maka, menyertai bergulirnya liga itu, badan sepak bola Aceh perlu membentuk tim pemandu dan pemantau bakat. Ini dimaksudkan untuk menemukan talenta-telenta muda sepak bola Aceh. Demikian juga klub-klub peserta liga, hendaknya jangan melulu mengejar prestasi, tapi juga perlu memberi kesempatan bagi bakat-bakat muda untuk berkembang.

Lihatlah bagaimana raksasa sepakbola dunia, Barcelona, yang kini sedang memanen hasil akademi sepakbolanya. Messi, Iniesta, Xavi, dan Fabregas adalah di antara superstar sepak bola dunia saat ini. Itu bukan keberuntungan, tapi hasil kerja keras dan cerdas.

Mereka telah diasah selama bertahun-tahun sejak usia dini oleh banyak profesional dengan keterampilan khusus, dan semua bekerja menuju satu visi dan tujuan yang sama, “Untuk membina pemain agar menjadi tim juara.”

Ada banyak hal yang dapat kita petik hikmahnya dari Barcelona. Antara lain, soal fisik mereka tak begitu mempersoalkan. “Ukuran tubuh tidak penting. Paling penting adalah bahwa pemain memiliki bakat dan tekad untuk menjadi seorang pemain besar, bahwa mereka dapat mencintai sepakbola, bukan bahwa mereka adalah yang terkuat atau tertinggi.”

Yang dibutuhkan adalah bakat dan tekad yang kuat. Mereka membina para pemain muda untuk menjadi orang baik dengan gaya hidup sehat dan membantu mereka untuk hidup bahagia dengan cara hidup mereka. “Yang penting bagi kami agar para pemain muda memiliki respek terhadap orang lain. Mereka harus menjadi good people, seorang gentlemen di lapangan dan luar lapangan.”

Maka, saat Aceh mulai berusaha menciptakan seseorang dengan integritas yang baik jauh lebih penting untuk masa depan sepkabola Aceh melalui pemandu bakat.

Editor : bakri

Kamis, 17 November 2011

Timnas Aceh tanding segitiga

"TimNas" Aceh ketika berlatih di Paraguay
BANDA ACEH - Hasrat publik Aceh untuk melihat langsung skill dan teknik permainan ‘Timnas’ Aceh yang tiga tahun belakangan menuntut ilmu di Paraguay, tampaknya segera kesampaian. Betapa tidak, walau rencana menjajal Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 atau lebih dikenal dengan nama Tim SAD dan tim asal Malaysia batal terlaksana, namun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh telah mendapatkan lawan pengganti.

Bertajuk ‘Turnamen Segitiga Muda Tahun 2011’ pada 20-22 November di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, kemampuan ‘Timnas’ Aceh tersebut akan diuji dua lawan kuat yakni kesebelasan PPLP Jawa Tengah (Jateng) yang merupakan juara Kejurnas PPLP Se-Indonesia tahun 2011, serta tim Persija Jakarta U-19.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Dispora Aceh, Nuzuli MS kepada wartawan di ruang rapat Dispora, Rabu (16/11). Turut hadir dalam konferensi pers itu, Ketua Panitia Pelaksana M Zaini Yusuf, Kabid Pemuda Dispora Aceh Bustamam, dan Koordinator Pertandingan M Sakdan Abidin.

Nuzuli menyatakan, turnamen segitiga itu merupakan wadah bagi skuad ‘Timnas’ Aceh untuk menunjukkan kepada publik sepakbola Tanah Rencong, apa yang telah mereka pelajari selama tiga tahun di Amerika Latin. “Lewat even ini, publik nanti bisa menilai langsung bagaimana perkembangan kualitas permainan ‘Timnas’ Aceh,” ujarnya.

“Secara pribadi, saya cukup puas dengan perkembangan anak-anak Aceh di Paraguay. Saat bertanding melawan Tim Nasional (Timnas) Paraguay U-19 di base-camp latihan Timnas Praguay, saya saksikan permainan ‘Timnas ‘ Aceh sangat memukau. Bahkan, kita bisa menang 1-0 sehingga dipuji oleh pelatih Timnas U-19 Paraguay,” paparnya.

Di sisi lain, Kabid Olahraga Dispora ini menyebutkan, saat ini kondisi Randi dkk masih dalam tahap adaptasi cuaca di Jakarta. “Hal itu juga yang menjadi pertimbangan kita untuk tidak memaksa mereka bertanding melawan tim yang lebih senior. Karena, saat ini fisik anak-anak masih riskan, bahkan ada yang keluar darah dari hidung akibat perbedaan cuaca. Tapi, jika mereka sudah 1 bulan beradaptasi, melawan Timnas U-23 Indonesia pun saya yakin mereka bisa imbangi,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, M Zaini Yusuf menjelaskan, ‘Timnas’ Aceh akan menjejakkan kakinya untuk kali pertama di Bumi Serambi Mekkah usai ‘merantau’ selama tiga tahun ke Benua Amerika pada Sabtu (19/11) lusa. “Begitu tiba di Banda Aceh, mereka langsung dikarantina untuk persiapan ikut turnamen segitiga,” jelas Zaini.

“Selain ‘Timnas’ Aceh, pada hari yang sama juga tiba tim PPLP Jawang Tengah dan mereka telah kita siapkan akomodasi di Hotel Rasamala. Sedangkan, tim Persija U-19 tiba pada keesokan harinya atau Minggu (20/11) dan menginap di Hotel Medan,” imbuh Koordinator Pertandingan, M Sakdan.

Zaini menerangkan, panitia akan membebankan tiket masuk bagi penonton yang ingin menyaksikan langsung aksi Rahmad Maulana dkk di lapangan hijau. “Tapi, harga tiket yang kita patok cukup murah dan bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.(pon)

Diwarnai Hujan Kartu Merah, Lhokseumawe Tekuk Sabang

Wasit Melayangkan Kartu Merah kepada Pemain
BIREUEN – Hari kedua kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer yang berlangsung serentak di empat kota, berjalan alot. Partai paling panas terpampang di 
penyisihan Grup C yang mempertemukan Lhokseumawe City versus Weh Scholar United
(WSU) Sabang di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Rabu (16/11) petang. Laga yang dimenangkan Lhokseumawe dengan skor 2-1 itu, diwarnai dengan kibasan dua kartu merah dari wasit Murrizal asal Tamiang.

Tingginya tensi tarung hari itu, memang sudah terasa sejak menit-menit awal. Sebab, kedua tim yang sama-sama berambisi jadi pemenang, bermain spartan. Tak pelak, benturan antarpemain punkerap terjadi, meski masih dalam koridor fair-play. Lhokseumawe yang lebih dominan sukses membuka kemenangan pada menit ke-30 melalui hentakan M Nasir. Skor 1-0 ini menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, atmosfir pertandingan kian panas. Puncaknya terjadi pada menit ke-55 ketika pemain dari kedua kubu bersitegang di tengah lapangan. Beruntung, wasit Murrizal yang memimpin laga bersikap tegas dengan mengusir pemain yang dianggap memicu ricuh yakni Zulfalan Zani SB dari Sabang dan Akmaluddin asal Lhokseumawe City.

Dalam posisi sama-sama bermain dengan 10 orang, tim Pulau Weh dapat menyamakan kedudukan. Melalui skema serangan balik cepat, pada menit ke-73 kubu Sabang menyamakan skor menjadi imbang 1-1 via andil Jufriady. Namun, menjelang masa injury-time, M Nasir mencetak gol keduanya untuk membawa Lhokseumawe City menang 2-1.

Pelatih WSU, Ismail yang ditanyai Serambi usai pertandingan,  tidak berkomentar banyak. “Anak-anak sudah bermain bagus, hanya saja wasit yang membuat kami kecewa atas kepemimpinannya yang kurang tegas,” ujar Ismail singkat.

Sementara Pelatih Lhokseumawe City, Syarifuddrin Ghana mengaku puas atas kemenangan tersebut. Tapi, ia juga mengkritik kinerja wasit yang kurang tegas dan lamban sehingga timpul kericuhan antarpemain.

Di Grup A, Aceh Timur (Atim) FC meraih poin penuh usai mengalahkan Langsa United 1-0 di lapangan Tugu Opak, Aceh Tamiang, sore kemarin. Pada laga yang berlangsung ketat tersebut, tim binaan M Dahlan alias Apa Gense di bawah asuhan M Hasbi ini unggul cepat pada menit-2 melalui kaki Fakhrurazi.

Praktis, kemenangan ini membawa Aceh Timur bercokol di papan atas klasemen bersama dengan Aceh Utara United. Sebaliknya, pasukan Abu Yan di bawah besutan Saiful Khatab, harus menemani Tamiang FC di papan bawah klasemen Grup A.

Kemenangan juga diraih Kutaradja City. Bertanding dalam penyisihan Grup D di Stadion FIFA Padang Datar, Krueng Sabee, Aceh Jaya, tim yang dimanajeri Purwanto dengan gemblengan trio pelatih Dedek Efendi, Khaibar Abrar, dan Azhari itu, menang tipis 3-2 atas Meulaboh United.

Tiga gol tim asal Banda Aceh tersebut disumbangkan Angga pada menit ke-5 dan 9, serta hentakan Hendrayani di menit ke-28. Sedangkan, dua gol balasan Meulaboh United yang dimanajeri Darlin Daud dan dilatih Hardiansyah itu diborong Robi masing-masing pada menit ke-4 serta 79.

Sementara itu, laga penyisihan Grup B yang berpusat di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Gayo Lues, sore kemarin, kembali berakhir imbang. Pasalnya, pertarungan antara Takengon United Aceh Tengah melawan Angkit FC Aceh Tenggara berkesudahan 0-0. Tak pelak, hasil tersebut membuat persaingan di grup tengah ini sangat ketat karena keempat tim sama-sama membukukan satu poin.

Seperti partai perdana Selasa (15/11), tarung hari kedua kemarin yang dipimpin wasit Zulkifli, juga disambut antusiasme tinggi para penonton. Tercatat, 4.000 penonton memadati Stadion Seribu Bukit untuk menyaksikan laga prestius tersebut.(c38/pon)

Rabu, 16 November 2011

PROFIL: 18 Pemain Aceh Pulang Dari Paraguay

Berlatih sejak 2008, tim Aceh yang menimba ilmu sepakbola di Paraguay telah kembali ke Tanah Air.

Menurut keterangan guru pendamping tim Aceh Mirza Afuady yang dihubungi Wartawan GOAL.com Indonesia, rombongan tim menghabiskan dua hari perjalanan dan telah mendarat di Jakarta pada 11 November 22:50 WIB.
Mirza mengurai selama latihan di Paraguay, tim ini dilatih oleh pelatih teknik asal Argentina, Luis Sosa dan dua orang asistennya asal Paraguay.

Para pelatih ini, lanjut Mirza, juga akan ikut ke Indonesia untuk mendampingi  anak-anak Aceh dalam pertandingan uji coba dengan klub-klub lain. Dia menyebutkan, selama kurang lebih tiga tahun belajar di Paraguay, sudah banyak ilmu yang didapat anak-anak dan harapannya bisa digunakan untuk kemajuan sepakbola Aceh dan Indonesia.

"Kalau dari sisi skill anak-anak sudah berkembang dan pola permainan mengadopsi gaya Amerika Latin," ungkap Mirza.

Dia menambahkan, awal kali berangkat ke Paraguay semua tim diperkuat 30 pemain.

"Kemudian bulan April 2011 sudah ada yang dipulangkan 12 orang. Kebanyakan atlet yang dipulangkan karena cedera. Jadi hanya tinggal 18 pemain yang ada di Paraguay dan ikut pulang," bebernya.

Selama di Paraguay, para pesepakbola dilatih dan kemudian dipantau dan sudah memperkuat beberapa klub Paraguay baik itu dari Primera División (divisi 1), División Intermedia (divisi 2), Primera de Ascenso (divisi 4) dan Segunda de Ascenso (divisi 5).

Dari yang 12 pemain itu juga, satu di antaranya sempat masuk timnas U-19 Piala AFF 2011. Tim tersebut diambil dari tim Aceh yang merupakan juara di Arafura Games 2011 di Australia. Dari 12  pemain yang diseleksi untuk memperkuat timnas, hanya satu yang terpilih.

Pemain-pemain Aceh di Paraguay masih dalam usia pelajar setara SMA, itulah sebabnya mereka juga didampingi guru pendamping Mirza Afuadi. Mereka pertama kali berangkat 8 Agustus 2008. Pemerintah Provinsi Aceh telah mengalokasikan dana sekitar Rp45 miliar untuk mendanai pembinaan sebanyak 30 atlet sepakbola remaja usia 15 tahun ke bawah selama tiga tahun di Paraguay. (gk-38)





Approve By: ixm

Hasil Pertandingan Liga Aceh Seri Primer 2011 Tanggal 16 November 2011.

Hasil Pertandingan Liga Aceh Seri Primer 2011
Tanggal 15 November 2011.
Group A.
 Tamiang FC 1 Vs 2 Aceh Utara United

Group B.
Gayo FC  1 Vs 1 Bener Meriah FC

Group C.
Bireuen United 1 Vs 1 Pidie Jaya FC

Group D.
Calatesepa FC 3 Vs 0 Abdya FC
Hasil Pertandingan Liga Aceh Seri Primer 2011
Tanggal 16 November 2011.
Group A.
Aceh Timur FC 2 Vs 1 Langsa United
Group B.
Angkit FC 0 Vs 0 Takengon United

Group C.
Weh Scolar 1 Vs 2 Lhokseumawe City

Group D.
Koetaradja City 3 Vs 2 Meulaboh United

Team Liga Aceh

Team Liga Aceh
Aceh di Final Arafura Games