Page Home

Link Berita

CHAMPEON 2011 BIREUEN UNITED

Jumat, 09 September 2011

Panitia piala AFF U-19 rombak jadwal

Laporan Langsung dari Yangon, Myanmar.
Oleh; Munawardi Ismail.

YANGON, Myanmar - Akibat hujan yang terus menguyur Kota Yangon, panitia turnamen AFF U-19 Championship 2011 terpaksa merombak semua jadwal pertandingan. Munawardi Ismail melaporkan dari Yangon, Myanmar, Jumat.

Manajer Timnas Indonesia U-19 Kennedy Husein, mengatakan hujan yang terus mengguyur Yangon City, membuat lapangan rusak dan pemain sulit tampil maksimal.

"Apalagi jika dalam satu hari ada dua pertandingan di tempat yang sama. Lalu, esok harinya juga dipakai tim yang berada di grup A. Tentu saja ini akan memperparah kondisi lapangan," sebutnya.

Kennedy menambahkan, pihaknya menyambut baik perubahan jadwal itu. Menurutnya perombakan jadwal juga membuat masa istirahat anak-anak lebih panjang setelah laga perdana dengan Laos.

Kondisi cuaca yang tidak menguntungkan ini diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Seperti disebutkan situs resmi Federasi Sepakbola Asean atau AFF, panitia penyelenggara sudah memutuskan bahwa semua pertandingan grup akan dimainkan bersamaan di Youth Training Center dan Aung San Stadium.

Jadwal baru itu akan diterapkan mulai 10 September ini. Kedua pertandingan akan berlangsung di dua stadion akan kick off sejak pukul 15.30 waktu setempat. Indonesia, berada di Grup B, kembali bertanding pada 12 September nanti menghadapi Vietnam yang sebelumnya sukses menghajar tim lemah Brunei Darussalam 7-0.

Sementara itu, pesaing Indonesia lainnya langsung bertanding Sabtu (10/9) ini. Vietnam akan menghadang tuan rumah Myanmar dan Brunei Darussalam menghadapi Laos yang sukses menahan Indonesia pada laga pembuka.

Jadwal Laga Terbaru
12/9 Indonesia vs Vietnam
14/9 Indonesia vs Brunei Darussalam
16/9 Indonesia vs Myanmar

Kamis, 08 September 2011

Jempol Myanmar buat skuad Merah Putih

AFF CUP U-19 LOGO
YANGON, Myanmar - Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan anak-anak Indonesia yang berlaga pada AFF U-19 Champhionship 2011 di Thuwanna Stadium, Kompleks Youth Training Centre, Yangon, Myanmar, Kamis kemarin.
   
Kendati hanya bermain imbang dengan Laos 3-3, spirit Syahru Ramadhan cs patut diacungi jempol. Bertarung dengan 10 pemain sejak menit 25 dilanjutkan dengan gol bunuh diri, semangat tanding Bagus dkk tak pernah surut.
   
Seorang staf pelatih Myanmar sampai mengacung jempol kepada perjuangan Tim Garuda Muda. Tim tuan rumah dan pelatihnya yang satu grup dengan Indonesia itu menyaksikan laga tersebut. Pelatih Indonesia U-19 Zulkifli Alfat pun mengucapkan puji syukur atas hasil yang diraih tim binaannya.
   
"Ini hasil kerja keras anak-anak yang luar biasa. Setelah kurang satu pemain, saya terpaksa menerapkan formasi 4-3-2 dengan menarik satu striker," jelas Zulkifli mengacu pada hasil pertandingan yang dilalui Indonesia hanya dengan 10 pemain.
   
Pihaknya bersyukur dengan hasil imbang, apalagi sudah bermain 10 orang sejak 25 menit. "Kondisi ini mengingatkan saya pada saat memulai laga di Arafura Games beberapa bulan lalu di Darwin Australia," kenangnya.
   
Memang Timnas U-19 ini adalah bekas juara Arafura Games. "Pada babak kedua, saya lebih instruksikan untuk menujuk sisi kiri Laos, karena di sana titik lemah mereka," ujarnya lagi.
   
Anggota Komite Eksekutif PSSI Mawardy Nurdin di kamar ganti pemain mengaku salut dengan perjuangan Ramadhana cs. "Anak-anak menunjukkan semangat luar biasa, kami salut dengan mereka," kata Mawardy didampingi Jerry Waleleng, asisten manajer.
   
Perasaan bangga juga diungkapkan Yus Yunus Darmo, warga Indonesia di Myanmar. "Wah, mereka luar biasa sekali main. Semangat pantang menyerah pemain di lapangan, makin menambah motivasi kami untuk mensupport mereka," tutur Darmo.
   
Duta Besar Indonesia untuk Uni Myanmar, Sebastianus Sumarsono, turut mengaku bangga dengan prajurit Merah Putih. "Beliau ikut mendukung langsung dan berharap anak-anak mampu mengharumkan nama Indonesia," tambah Kamaruddin Umar alias Abu Razak, ofisial Timnas U-19.

10 pemain Indonesia tahan Laos

Indonesia Under 19 AFF CUP
YANGON, Myanmar - Perjuangan pantang menyerah ditunjukkan Timnas Indonesia U-19 ketika memulai kompetisi AFF U-19 Championship 2011 di Thuwanna Stadium, Kompleks Youth Training Centre, Yangon, Myanmar, Kamis.
   
Wartawan Waspada Munawardi Ismail dari Myanmar melaporkan, tempur dengan 10 pemain sejak menit 25 dan sempat tertinggal 1-3, remaja Indonesia masih mampu menahan Laos 3-3. Meski tertinggal 3-1 hingga menit 70, skuad Garuda Muda sukses melesakkan gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.
   
Sebelum laga pembuka digelar, hampir satu jam hujan deras mengguyur venue pertandingan. Bermain di bawah kondisi lapangan becek, membuat Agung Putra Perdana cs sulit mengembangkan permainan.
   
Namun Indonesia mampu memimpin lebih dahulu lewat aksi Syahru Ramadhan menit 15. Aksi saling membalas serangan kemudian ditunjukkan kedua tim. Laos unggul dalam penguasaan bola dan terus menyerang. Menit 25 Indonesia harus bermain dengan 10 orang, setelah Suherman mendapat kartu kuning kedua.
   
Menit 27 Laos menyamakan kedudukan, karena gol bunuh diri Bagus Penara Amru. Pemain asal Gayo Lues itu blunder, saat bermaksud menghalau bola yang meluncur ke arahnya. Si kulit bundar malah masuk ke jala kiper Goldy Aulia Syahrizan.
   
Gawang Indonesia kembali bobol menit 38 lewat aksi Xaisongkham Champathon, memanfaatkan kelemahan barisan bawah Timnas U-19. Skor 2-1 bertahan hingga babak pertama usai. Laos menambah keunggulan menit 65 lewat gol Souliya Syphasay.
   
Skuad Merah Putih menunjukkan semangat juang tinggi, apalagi sejak Zoel Fadli masuk menggantikan Jamil Khairi. Harapan kembali terbuka, setelah kapten Syahru Ramadhan mencetak gol yang memperkecil ketertinggalan. Para pendukung Merah Putih pun kembali menyuntik semangat Imam A Munandar cs.
   
Menit 90 Rahmat Johan Saputro menyamakan kedudukan, skor 3-3 bertahan hingga usainya laga yang disaksikan anggota Komite Eksekutif PSSI Mawardy Nurdin dan Duta Besar Indonesia di Myanmar.

Ini Dia Enam Calon Pemain Naturalisasi Indonesia yang siap Disumpah

Perkembangan calon pemain yang siap dinaturalisasi telah mencapai titik temu. Setelah cukup lama diproses, akhirnya Keputusan Presiden terkait enam pemain yang akan dinaturalisasi itu sudah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 
Ki-ka : Tonnie Cusell, Stefano Lilipaly, Johny Van Beukering, Sergio Van Dijk, Greg Nwokolo, dan Victor Igbonefo.

Keenam pemain tersebut yakni, empat pemain keturunan asal Belanda, Tonnie Cusell, Stefano Lilipaly, Johny Rudolf van Beukering dan Sergio van Dijk serta dua pemain asal Nigeria yang saat ini bermain di Liga Indonesia, Greg Nwokolo (Persija) dan Victor Chuckwuekezie Igbonefo (Persipura Jayapura).

“Untuk para pemain yang akan dinaturalisasi itu Keppresnya sudah turun dari Presiden dan bisa segera disumpah,” ungkap Nurhikmat Hamzah, Kasubdit Naturalisasi Pewarganegaraan Direktorat Tatanegara Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM.

Nurhikmat menambahkan, "Per tanggal berapa Keppres itu, saya lupa, yang jelas tentang pemain naturalisasi itu sudah bisa disumpah. Namun, saya masih belum tahu kapan mereka akan disumpah."

Sebelumnya, surat permohonan pertimbangan kewarganegaraan RI dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Surat permohonan tersebut tertanggal 5 Juli 2011. Setelah disetujui DPR, surat kemudian dikembalikan ke Sekretariat Negara untuk ditandatangani Presiden dalam sebuah keppres.

Para pemain ini melalui proses naturalisasi sesuai dengan Pasal 20 UU 12 Tahun 2006, yang intinya menyebutkan pemberian kewarganegaraan bisa dilakukan kepada mereka yang dinilai berjasa atau untuk kepentingan negara.

Rabu, 07 September 2011

Timnas Targetkan Semi-Final Piala AFF U-19

Zulkifli telah menyiapkan para pemain selama 1,5 bulan untuk menghadapi turnamen ini.

Ibnu Asyir, Bek asal Kab. Bireuen

Pelatih timnas U-19 Zulkifli Alfat menargetkan tim besutannya bisa menembus semi-final Piala AFF U-19 yang mulai bergulir di Yangoon, Myanmar, Kamis (8/9).

Pada turnamen ini, Indonesia berada di Grup B bersama Myanmar, Laos, Vietnam, dan Brunei. Indonesia akan menjalani laga perdananya melawan Laos hari ini di Youth Training Centre.

“Kami membawa 22 pemain terbaik, dan berharap bisa lolos ke semi-final. Setelah memenangi Arafura Games awal tahun ini, kami mempertahankan 80 persen pemain,” ujar Zulkifli pertemuan manajer, Rabu (7/9), dilansir laman federasi sepakbola ASEAN (AFF).

“Seperti halnya Malaysia, target kami adalah semi-final. Kami sudah melakukan latihan intensif selama 1,5 bulan.”

Sementara itu, pelatih Laos Xeunvisay Sivisay mengatakan, tim besutannya masih minim pengalaman internasional. Karena itu, ia tidak memberikan target terlalu tinggi di turnamen ini.

“Sekitar 40 persen kami adalah pemain tingkat provinsi, sedangkan sisanya dari Liga Laos. Kami tidak punya pemain berpengalaman internasional. Kami masih membutuhkan kerja keras dengan rentang waktu yang cukup panjang.”

“Tentu saja kami semua bermimpi bisa menjadi juara. Kami berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik, dan memperlihatkan kemajuan seperti yang dilakukan Kamboja.”

Miing: Jangan Lepas Tanggung Jawab, Wim!

 Miing menilai seorang pelatih harus bisa mengangkat motivasi pemain, bukan meruntuhkan.

Dedi 'Miing' Gumelar
Anggota komisi X DPR-RI Dedi 'Miing' Gumelar menyayangkan pernyataan pelatih timnas senior Wim Rijsbergen usai dikalahkan Bahrain 2-0 dalam pertandingan putaran tiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia.

Menurut Miing, pernyataan Rijsbergen itu memperlihatkan pelatih asal Belanda ini ingin lepas tanggung jawab atas kekalahan yang diderita pasukannya.


“Ya, saya baca di media mengenai pernyataan Wim. Saya cukup kaget juga. Seharusnya dia tidak bilang seperti itu. Pernyataan itu menunjukkan dia ingin lepas tanggung jawab atas kekalahan tersebut,” cetus Miing ketika ditemui di kediaman Agum Gumelar, Rabu (7/9) malam WIB.

“Saat menang dari Turkmenistan, dia tidak bilang apa-apa. Sekarang dia bilang ini bukan tim saya. Seharusnya dia bilang, 'kekalahan ini merupakan tanggung jawab saya sebagai pelatih, bukan kesalahan pemain'.”

“Pelatih sama dengan pemimpin. Kalau pemimpin sudah bilang seperti itu, bagaimana dengan yang ada di bawahnya. Pelatih harus memberikan motivasi, bukan meruntuhkan mental pemain. Saya kira hal seperti ini harus menjadi perhatian pengurus PSSI.”

Wim: Bakal Dipecat? No Comment!

Pelatih tim nasional Indonesia, Wim Rijsbergen, enggan mengomentari soal kemungkinan ia bakal dipecat setelah Indonesia kalah 0-2 dari Bahrain di babak kualaifikasi Piala Dunia 2014 ronde ketiga zona Asia, Selasa (6/9) malam WIB.
Wim Rijsbergen,
Akibat kekalahan yang dialami Indonesia dari Bahrain, kini posisi Wim sebagai arsitek timnas Indonesia menjadi sorotan. Banyak menganggap Wim tak sehebat pelatih terdahulu, Alfred Ridle. Karena alasan tersebut, banyak memprediksi kalau pelatih asal Belanda itu akan dipecat jika tak kunjung memberikan hasil positif bagi tim Garuda.
Menanggapi hal tersebut, Wim menyatakan, "Saya tidak ingin menjawab pertanyaan bodoh seperti itu. Saya tahu jika semua orang menginginkannya, maka tak masalah. Semua terserah pengurus PSSI. Intinya, kenapa jika menang pemain disebut bagus. Namun jika kalah pelatih yang dibilang buruk. Saya hanya menginginkan membangun fundamental sepak bola Indonesia."
Di sisi lain, Wim juga menolak anggapan yang mengatakan kalau dirinya lebih memilih mengkambinghitamkan pemain-pemainnya atas buruknya hasil yang didapat timnas Indonesia di dua pertandingan terakhir. Eks pelatih tim junior Ajax itu mengatakan apa yang ia katakan hanyalah realitas yang ada dan bukan ingin menyelamatkan diri dari tekanan dengan menyalahkan pihak tertentu.
"Saya tidak mengkritisi pemain, tapi saya hanya mengatakan realitas yang ada. Jika Anda melihat pertandingan seperti bagaimana saya melihatnya, saya rasa Anda pasti anda setuju dengan saya. Kita terlalu mudah untuk kehilangan bola. tanpa penguasaan bola, jangan harap kita bisa memainkan positive football, apalagi mencetak gol. Itulah yang harus kita perbaiki," tutup Wim.

Team Liga Aceh

Team Liga Aceh
Aceh di Final Arafura Games