Page Home

Link Berita

CHAMPEON 2011 BIREUEN UNITED

Kamis, 28 Juli 2011

Indonesia Unggulan Terakhir di Putaran III

Drawing akan berlangsung di Marina da Gloria, Rio de Janeiro, Brasil, 30 Juli 2011. 

PRA PIALA DUNIA 2014

 Liga Aceh.com | Indonesia menjadi salah satu unggulan terakhir pada drawing putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia yang akan berlangsung Marina da Gloria, Rio de Janeiro, Brasil, 30 Juli 2011.

Sukses mengalahkan Turkmenistan 4-3 di leg 2 putaran kedua Pra Piala Dunia 2012, Kamis 28 Juli 2011, membuat Indonesia lolos ke putaran ketiga dengan agregat 5-4. Di putaran ketiga Indonesia menjadi salah satu unggulan terbawah.

Tim Merah Putih tergabung di pot 4 atau unggulan terakhir bersama Korea Utara, Thailand, Singapura dan Lebanon. Penempatan di tiap pot berdasarkan peringkat FIFA teranyar yang dirilis 27 Juli lalu. Indonesia yang berada di peringkat 137 FIFA hanya unggul atas Lebanon (159 FIFA).

Unggulan pertama ditempati Jepang, Australia, Korea Selatan, Iran dan China. Unggulan kedua ada Uzbekistan, Qatar, Yordania, Arab Saudi dan Kuawit. Sedangkan unggulan ketiga ditempati Bahrain, Syria, Oman, Irak dan Uni Emirat Arab.

Dari 20 tim tersebut akan dipecah menjadi lima grup yang berisikan empat tim. Masing-masing tim di pot 4 akan menduduki posisi terbawah di masing-masing grup. Tim-tim di pot 3 akan menduduki posisi ketiga, tim di pot 2 akan menduduki posisi kedua dan lima unggulan teratas di pot 1 akan menduduki posisi pertama di masing-masing grup.

Masing-masing juara grup dan runner-up akan lolos ke putaran keempat. Dari 10 tim yang lolos akan dibagi menjadi dua grup berisikan lima tim di putaran keempat. Nantinya juara dan runner-up grup di putaran keempat akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2014.

Drawing putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia di Marina da Gloria rencananya akan dilakukan oleh legenda Brasil, Zico. Sayang, hingga kini belum jelas jadwal pasti putaran ketiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia.

Dari 20 tim yang memastikan langkah ke putaran ketiga, tinggal Oman yang posisinya belum pasti. Pasalnya, di leg 2 putaran kedua melawan Myanmar pertandingan harus dihentikan pada menit ke-39 karena amarah suporter Myanmar. Oman memang hampir dipastikan lolos setelah unggul 2-0 saat pertandingan dihentikan dan sementara unggul agregat 4-0.

Seeding Putaran 3 Pra Piala Dunia 2014 zona Asia

Pot 1

Jepang
Australia
Korea Selatan
Iran
China

Pot 2

Uzbekistan
Qatar
Yordania
Arab Saudi
Kuwait

Pot 3

Bahrain
Syria
Oman (belum ditentukan)
Irak
Uni Emirat Arab

Pot 4Korea Utara
Thailand
Singapura
Indonesia
Lebanon 

Selasa, 26 Juli 2011

Bahas Format Kompetisi, PSSI adakan Workshop bulan Agustus

LOGO PSSI
Surabaya - Setelah pertemuan PSSI dengan pemilik dan manajer klub yang harusnya digelar pada Senin (25/7/2011) lalu tertunda, Ketua Umum PSSI merencanakan akan menggelar workshop yang membahas format kompetisi sekitar awal Agustus.

"Kita sedang mempersiapkan format-format. Kita sedang menunggu utusan dari FIFA, AFC tentang bagaimana ketentuan yang baru," ujar Djohar Arifin Husin kepada wartawan di Surabaya, Selasa (26/7/2011).

Djohar mengatakan, workshop tersebut rencananya akan dihadiri utusan dari FIFA dan AFC serta pemilik dan manajer klub.

"Awal Agustus ada workshop. Kita undang utusan dari FIFA, AFC dan sudah berjanji akan datang. Kita undang pemilik dana manajer klub untuk membahas model komptesi yang mereka inginkan," ujarnya.

Mantan Pemain PSMS Medan ini menerangkan, tim Exco sedang menggodok tiga hingga empat opsi format kompetisi ke depan. Namun, PSSI tidak bisa memaksakan pemilik dan manajer klub untuk memilih salah satu dari opsi yang sedang digodoknya.

"Kami siapkan opsinya, tergantung klub mana yang mereka inginkan. Apakah yang mereka inginkan terjangkau tapi komprehensif dan kompteisi yang betul-betul bermuara pada timnas," terangnya.

"Apakah kompetisi tetap seperti yang lalu, tapi ingat tahun 2012 APBD tidak boleh dipakai untuk kompetisi liga. Nah ini menjadi klub kehilangan sumber dana. Kompetisi lalu kan dananya sangat besar untuk transport dan kontrak pemain," tuturnya.

"Insya Allah kompetisi yang akan datang menuju berish, tidak ada keraguan, tidak ada reka-reka dan insyaallah semuanya harus sportif," jelasnya

Senin, 25 Juli 2011

Naturalisasi dan Sistem Pembinaan Sepakbola Jepang

Opini: Dai Niki from Japan.

Tim nasional sepakbola Indonesia akhir-akhir ini sering menjadi perbincangan, mulai dari kisruh pengurus PSSI sampai berita prestasi yang terlihat mulai membaik. Prestasi timnas Indonesia diajang Piala AFF Suzuki sepertinya dianggap sebagai dampak positif dari perekrutan beberapa pemain yang berpindah kewarganegaraan alias naturalisasi warga negara. Kelihatannya banyak pengurus PSSI menganggap program naturalisasi pemain menghasilkan sukses besar. Padahal menurutku, naturalisasi pesepak bola memang bisa memberikan dampak positif jika kita mengacu pada program jangka pendek. Tetapi tetap saja sistem pembinaan yang baik harus diterapkan jika ingin prestasi timnas semakin meningkat, karena bila tidak prestasi akan terus jalan ditempat. Dalam tulisan ini saya hanya ingin mengaca pada sistem pembinaan yang dilakukan Jepang hingga saat ini.

Apakah anda penggemar manga dan anime? Jika iya dan jika anda penggemar sepakbola, mungkin anda kenal dengan salah satu manga/anime sepakbola yang menurutku terbaik hingga saat ini yaitu Shoot!. Kalau ditelaah lebih jauh, Shoot! menampilkan sistem pembinaan sepakbola Jepang dengan cukup baik dan informatif. Coba kita ingat-ingat kembali, Shoot! menampilkan turnamen sepakbola SMA Jepang dengan mengetengahkan tim sepakbola SMA Kakegawa dalam memperjuangkan ambisi mereka merebut tahta juara kompetisi sepakbola SMA seluruh Jepang. Dari sini kita sudah mulai bisa memahami kalau sistem pembinaan sepakbola (dan juga olahraga lain seperti baseball) Jepang beranjak dari sekolah, bukan akademi. Di Eropa, pembinaan sepakbola dilakukan oleh akademi yang dimiliki klub sepakbola, misalnya yang terkenal menghasilkan banyak pemain top Youth Academy milik Ajax dan Barcelona.
Sekolah di Jepang memiliki kegiatan ekstrakulikuler sebagaimana juga di Indonesia, termasuk di dalamnya klub kegiatan olahraga sepakbola. Sejak SMP, klub kegiatan olahraga mulai mendapat perhatian serius karena mereka membawa nama sekolah di ajang kompetisi antar sekolah. Terlebih lagi untuk SMA. Beberapa SMA terkemuka memberikan semacam beasiswa olahraga bagi siswa berprestasi, tentu saja ini dimaksud untuk mengangkat nama sekolah. Contohnya saja SMA Fujieda Higashi (dalam manga Shoot! ditampilkan dengan nama SMA Fujita Higashi) Shizuoka yang namanya terkenal sebagai peraih banyak titel juara inter-highschool sepakbola memberikan beasiswa untuk siswa pesepakbola. Hasilnya selain titel juara sekolah, para siswa lulusannya juga banyak yang direkrut oleh klub-klub sepakbola terkenal di Jepang. Malah beberapa SMA mempekerjakan pelatih sepakbola khusus dari pada menyerahkan pembinaan anak didikannya pada guru olahraga umum.
Selain perhatian serius dari pihak sekolah, pemerintah Jepang juga menanamkan nilai kompetisi dalam diri para siswa dengan memperbaiki ajang turnamen inter-highschool tahunan bernama ALL JAPAN HIGH SCHOOL SOCCER TOURNAMENT yang telah berlangsung sejak tahun 1918. Dalam turnamen ini, setiap prefektur hanya mengirimkan satu wakil yang diperoleh dari SMA juara perfektur yang akan diadu di lapangan sepakbola di sekitar Tokyo, sebelum akhirnya 2 tim terbaik akan beradu di Stadion Nasional. Awalnya turnamen ini memang kalah kelas dan kalah pamor dibanding saudaranya, turnamen baseball SMA yang ajang finalnya di stadion Koshien Osaka selalu dipadati penonton. Saat ini, ALL JAPAN HIGH SCHOOL SOCCER TOURNAMENT mulai diminati para penggemar sepakbola, apalagi partai final dilangsungkan di Stadion Nasional Tokyo yang menjadi homebase timnas Jepang.

Ruy Ramos

Naturalisasi juga pernah dilakukan oleh JFA (PSSI-nya Jepang) walaupun tujuannya hanya untuk jangka pendek. Masih ingat dengan Ruy Ramos yang dulunya pernah menjadi idola dan disanjung-sanjung para penggemar sepakbola Jepang. Lalu ada lagi Wagner Lopes yang dulu seangkatan di timnas Jepang dengan Hidetoshi Nakata untuk Piala Dunia 1998. Naturalisasi pemain Brazil memang identik dengan Jepang akibat banyaknya orang Brazil keturunan Jepang yang berdomisili di Jepang (terutama daerah Shizuoka). Tapi lihat daftar pemain timnas Jepang sekarang (tahun 2011), tak ada satupun pemain naturalisasi yang ada dalam daftar. Memang ada satu pemain belasteran Brazil-Jepang bernama Marcus Tulio Tanaka (seperti halnya Bachdim yang turunan Indonesia-Belanda), tetapi Tanaka adalah penduduk Jepang yang sudah tinggal di Jepang sejak masa SMA-nya, bukan rekrutan baru. Disini kita bisa melihat kalau sistem pembinaan pemain timnas tidak berdasarkan pemain naturalisasi melainkan sistem kompetisi sekolah. Naturalisasi pemain timnas hanya dilakukan untuk tujuan jangka pendek sambil memperbaiki sistem kompetisi sekolah untuk tujuan jangka panjang.
Mayoritas atlet sepakbola profesional Jepang terlebih dahulu lulus SMA dan kemudian direkrut oleh klub-klub sepakbola profesional sebagai pemain pro. Tidak ada cerita pemain usia 17 tahun kebawah sudah mendapatkan kontrak penuh sebagai pemain profesional seperti halnya di Liga Inggris. Tapi itulah kelebihan dan kekurangan sistem kompetisi sekolah milik Jepang, karena tetap saja pendidikan hingga SMA harus diselesaikan. Lulus SMA, barulah mereka menentukan karir dimasa depan. Mau lanjut sekolah hingga perguruan tinggi atau langsung terjun menjadi pemain pro.
Ketika masyarakat Indonesia sedang meributkan hebatnya pemain naturalisasi, masyarakat sepakbola Jepang sendiri sedang heboh dengan seorang siswa kelas 3 dari SMA Cukyo Nagoya bernama Miyaichi Ryo. Bagaimana tidak? Ketika seluruh pesepakbola profesional Jepang yang bermain di liga eropa direkrut lewat proses transfer antar klub (dari klub Jepang yang merekrut atlet setelah lulus SMA), Miyaichi justru mendapatkan kontrak profesional pertamanya langsung setelah lulus SMA dari klub Inggris Arsenal. Itu juga Arsenal memperoleh tanda tangan Miyaichi setelah berebut dengan raksasa sepakbola Belanda Ajax Amsterdam. Miyaichi Ryo adalah produk sistem kompetisi sekolah Jepang yang mulai memperlihatkan buahnya. Dimasa mendatang, besar kemungkinan Miyaichi Ryo yang lain akan bermunculan di pentas liga eropa.
Miyaichi Ryo
Bagaimana dengan Indonesia? Masih tetap berharap memajukan prestasi sepakbola tim nasional dengan resep kilat a la naturalisasi? Semoga kita bisa berkaca dengan sistem naturalisasi yang dilakukan sepakbola Jepang, karena hal tersebut hanya memberikan kesuksesan sesaat.
NB.
Jika membandingkan Miyaichi Ryo dengan salah satu tokoh manga Shoot! yaitu Hiramatsu Kazuhiro, kebetulan sekali terdapat beberapa kesamaan. Mereka sama-sama menempati posisi penyerang sayap, sama-sama memiliki kemampuan dribble 100 meter/10 detik, dan yang terakhir sama-sama direkrut Arsenal :mrgreen:
Akankah ada siswa SMA Jepang lainnya yang akan direkrut oleh Real Madrid di kemudian hari seperti halnya tokoh Toshihiko?

"**
Penulis adalah Mahasiswa Indonesia
yang kuliah di Jepang

Sabtu, 23 Juli 2011

Tim Arafura Games terus Berbenah


* Persiapkan Diri Hadapi AFF U-19 Wakili Indonesia


Team Aceh di Arafura Games
BANDA ACEH - Tim Arafura Games yang telah ditunjuk sebagai wakil Indonesia ke Piala AFF U-19 (turnamen sepakbola antarnegara Asia Tenggara) terus berbenah untuk menghadapi even yang akan digelar pertengahan September mendatang di Myanmar.

Selain menyusun jadwal latihan, penguatan kekuatan dengan menambah pemain baru mulai digagas. Targetnya menjaring 28 pemain terpilih untuk mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC).

Informasi tersebut diperoleh dari duet Pelatih Tim Arafura Games, Wahidin Usman alias Buyung dan Zulkifli Alfat, kemarin. Seperti diketahui, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin telah menunjuk Aceh dengan label Tim Arafura Games sebagai duta Indonesia di ajang sepakbola usia 19 tahun (U-19) antarnegara Asean di Maynmar. Hal ini disampaikan langsung Djohar Arifin dalam pidato singkatnya saat jeda pertandingan persahabatan antara tim Arafura Games melawan Marara FC di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Selasa (19/7) petang.

Djohar membeberkan, alasan dipilih Aceh karena lebih siap ketimbang dibentuk Timnas U-19 yang baru. Ini terbukti setelah Tim Arafura Games menjadi juara dalam even internasional di Darwin, Australia Mei lalu.

Mendapat kehormatan besar membela ‘Merah Putih’ di ajang resmi, persiapan intens pun dilakukan Tim Arafura Games. Menurut Zulkifli, pihaknya kini mulai memburu sederet amunisi tambahan guna melengkapi line-up yang telah ada. “Ini seusai dengan arahan Pak Djohar yang meminta disisipkan pemain berusia 19 tahun dalam tim. Karena rata-rata usia pemain Arafura Games di bawah 18 tahun,” jelas Zul Alfat.

Diterangkan dia, setelah 28 pemain terjaring, mereka selanjutnya didrill secara khusus dalam program pemusatan latihan. Selama TC (training center-red), pemain akan diinapkan di Mes SMK depan Stadion Harapan Bangsa. “Tapi, dari 28 pemain tersebut, yang diboyong ke Myanmar hanya 18 pemain, didampingi 7 ofisial. Tanggal 4 atau 5 September dipastikan tim ini berangkat ke Myanmar,” tandasnya.

Di sisi lain, Wahidin Buyung menambahkan, para pemain yang terpilih segera dikumpulkan di Banda Aceh guna memulai latihan perdana pada Sabtu (23/7). “Latihan ini kita lakukan secara kontinyu dan terprogram. Bahkan, untuk membentuk tim berdaya saing tinggi dan solid, selama bulan puasa pun program latihan ini tetap berjalan,” tukasnya.

“Harapannya tentu agar tim Aceh yang telah diberi kehormatan sangat besar ini benar-benar dapat mengharumkan nama Indonesia di Myanmar,” tutup pelatih asal Kembang Tanjong ini.

Ketua Umum Pengurus Pusat K-LigA, Sunardi M Saleh mengatakan, kesempatan yang diberikan kepada Aceh itu merupakan suatu kehormatan yang harus dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, dia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi daerah serta bangsa dan negara, dengan mempersiapkan tim yang tangguh dan berjiwa petarung.

“Nanti PSSI Pusat akan mengirim surat ke Pengprov PSSI Aceh dan diteruskan ke K-LigA untuk membicarakan lebih lanjut tentang persiapan tim ke Myanmar. Kita akan melakukan koordinasi dengan Pengprov PSSI supaya tim yang dipersiapkan kesana benar-benar siap tempur untuk menjadi juara atas nama Timnas Indonesia,” demikian Bonar--sapaan Sunardi M Saleh.(hd)

pembagian grup piala aff u-19
- Grup A: Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia.
- Grup B: Myanmar, Indonesia, Laos, Vietnam

jadwal grup b:
-Myanmar   vs Indonesia, Minggu (11/9)
-Indonesia vs Vietnam, Selasa (13/9)
-Laos      vs Indonesia, Kamis (15/9)

Selasa, 19 Juli 2011

KLIK: TEAM ACEH BERSAMA DJOHAR ARIFIN HUSIN

Team Arafura Games
Foto Bersama Tim Arafura Games dengan ketua Umum PSSI
Kapten Tim Arafura Games Syahru Ramadhan Bersalaman dengan Ketua umum PSSI Djohar Arifin usai Laga Vs Marara FC

Aceh U-19 Eks Arafura Games Wakili Indonesia ke Myanmar

KETUM PSSI - Djohar Arifin Husin
BANDA ACEH - Dunia sepakbola Aceh mendapat kehormatan untuk mewakili Timnas Indonesia dalam piala Federasi Sepakbola Asia Tenggara (Piala AFF) U-19 yang dijadwalkan 1-10 September mendatang di Negara Myanmar. Tim Arafura Games yang meraih juara dalam ajang internaisonal di Darwin, Australia, didaulat untuk menjaga marwah tim Merah-Putih di turnamen se-Aceh Tenggara.

Kepastian tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PSSI Pusat, Djohar Arifin Husin dalam pidato saat jeda pertandingan persahabatan antara tim Arafura Games melawan Marara FC di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Selasa (19/7) petang.

Menurut Djohar, alasan dipilihnya Aceh karena lebih siap ketimbang dibentuk tim U-19 yang baru. “Karena tim Arafura Games sudah terbukti menjadi juara dalam even internasional di Australia,” ujar mantan Ketua Umum Pengda PSSI Sumut itu.

Tapi Djohar berharap agar tim Arafura Games segera mempersiapkan diri kembali dengan berlatih secara sungguh-sungguh. Hal ini bertujuan supaya tidak mengecewakan dan bisa berjaya di Piala AFF U-19 nanti. Enam pemain yang tidak ikut dalam persahabatan ini dipanggil kembali untuk berlatih. “Saya minta cari lagi pemain Aceh yang bagus-bagus untuk memperkuat tim ini. Karena saya yakin masih ada pemain bagus di seluruh Aceh,” harap pria kelahiran Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, 13 September 1950.

Terkait bila ada kecemburuan daerah lain dengan penunjukan langsung tim dari Aceh, Djohar mengatakan, hal itu tidak ada masalah karena dirinya juga sudah berbicara dengan Komite Eksekutif PSSI terkait penunjukan Aceh untuk mewakili Indonesia. “Saat ini tim U-19 kita hanya Arafura Games yang lebih siap dan telah teruji. Untuk apa kita bentuk yang lain dengan waktu yang cukup singkat ini. Tapi untuk selanjutnya nanti baru kita bentuk yang lain. Hana masalah lagi,” ujar Djohar dalam logat bahasa Aceh.

Bahkan, Djohar meminta kepada manajer dan pelatih tim Arafura Games untuk bekerjasama sama dengan Pengprov PSSI Aceh mempersiapkan semua ini dengan serius. “Nanti masalah anggaran ke sana akan ditanggung 100 persen oleh PSSI Pusat. Kita akan bicarakan nanti dana yang dibutuhkan untuk ini,” ujar Djohar Arifin yang terpilih dalam Kongres Luar Biasa PSSI di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Arafura-Marara Imbang
Sementara itu, tim Arafura Games dan Marara FC bermain imbang dengan skor 3-3 dalam pertandingan persahabatan yang turut disaksikan Djohar Arifin Husin dan pejabat dari berbagai instansi serta ratusan penonton yang memenuhi tribun VIP hingga ke tribun A dan B. Tiga gol Arafura Games dicetak oleh Riski Ramadhani, Syahru Ramadhan dan Juandi. Sedangkan gol Marara FC disumbang oleh Zamzami, Bustanil dan Efril.(hd) 

Arafura-Marara, Mact Day Talenta Muda Aceh

TEAM ARAFURA GAMES
BANDA ACEH - Ketangguhan tim Arafura Games sebagai perebut medali emas di even internasional Arafuara Games 2011 di Darwin, Australia, bakal diuji petang nanti. Bertempat di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Selasa (19/7) petang, tim besutan duet pelatih Wahidin ‘Buyung’ Usman-Zulkifli Affat ini akan dijajal tim kumpulan pemain muda dari seantero Aceh bertitel Marara FC. Laga ujicoba namun sarat rivalitas ini dalam rangka menghormati kedatangan Ketua Umum PSSI yang baru terpilih Djohar Arifin Husin, bersama Sekjen Tri Goestoro ke Aceh.

Aura persaingan dua tim muda Tanah Rencong tersebut memang cukup terasa. Betapa tidak, walau cuma berlabel tarung persahabatan, kedua tim ini sama-sama tak mau mengalah. Sebagai juara Arafura Games, pasukan Kennedy jelas nama harum mereka tercemar. Oleh sebab itu, dengan mengusung the winning-team seperti merebut emas di Darwin, Tim Arafura Games optimis meraup kemenangan.

“Kita tetap tampil dengan formasi terbaik. Nama-nama seperti Syahru Ramadhan, Dian Ardiansyah, Rizki Ramadhani, Bagus Putra Perdana, hingga Riki Daud, tetap menjadi andalan kita. Intinya, kita siap mempermalukan Marara FC di lapangan nanti,” tegas Manajer Tim Arafura Games, Kennedy.

Tak mau kalah, Marara FC di bawah asuhan mantan pemain Persiraja dan Persija Jakarta, Ahyar Ilyas, juga sesumbar menang. Meski mengakui kehebatan Tim Arafura Games, namun dengan spirit pasukan mudanya, Marara juga bertekad merebut kemenangan.

“Marara siap bertarung dan akan mengerahkan segenap kemampuan untuk menjajal Tim Arafura Games. Dengan bermodalkan talenta muda, kami akan all-out pada tarung eksebisi tapi sarat gengsi ini,” tandas Ridwan Jamil, Manajer Marara FC tak kalah garangnya.

Agenda Djohar
Sementara itu, kehadiran Djohar Arifin ke Aceh yang merupakan kunjungan kerja pertamanya setelah terpilih dalam Kongres Luar Biasa PSSI di Solo, Jawa Tengah, 9 Juli lalu, rupanya memiliki beberapa agenda.

Selain dijadwalkan menonton tarung eksebisi antara Tim Arafura Games versus Marara FC di Stadion Harapan Bangsa, Selasa petang, Djohar juga direncanakan tampil sebagai pemateri dalam Musyawarah Besar (Mubes) Persiraja yang digelar di aula Lantai IV Gedung Balai Kota Banda Aceh, Selasa (19/7).

Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja, Atqia Abubakar menjelaskan, tujuan mengundang Djohar dan Tri Goestoro hadir dalam laga Arafura vs Marara adalah untuk memperlihatkan talenta muda Tanah Rencong kepada orang nomor satu di PSSI Pusat tersebut.

“Kita ingin memperlihatkan kepada Ketua Umum PSSI yang baru bahwa di Aceh ada pemain masa depan yang berbakat. Sehingga nantinya agenda pembinaan sepakbola yang digagas oleh pengurus PSSI baru bisa merata ke seluruh Indonesia,” jelasnya.

“Untuk itu, kita berharap kepada pemain dari kedua tim bisa memperlihatkan permainan menarik dan menghibur. Ini juga bisa menjadi motivasi bagi para pemain dengan disaksikan langsung oleh Ketua Umum PSSI,” demikian Atqia Abubakar.(hd)

agenda ketua umum/sekjen pssi di aceh
-Pukul 11.00 WIB ketua umum PSSI/sekjen PSSI tiba di bandara SIM
-Pukul 11.15 WIB menuju ke ruangan acara peusijeuk/tepung tawar di balai kota
-Pukul 11.45 WIB memasuki ruangan Mubes untuk menyampaikan program kerja persepakbolaan nasional.
- Pukul 12.45 WIB makan siang bersama di Balai Kota Banda Aceh
- Pukul 01.15 WIB menuju Hotel Hermes Palace
- Pukul 16.15 WIB menuju Stadion Harapan Bangsa dan konferensi pers
- Pukul 16.20 WIB menuju tribun VIP menyaksikan Arafura Games kontra Marara FC
- Pukul 18.00 WIB kembali ke hotel
- Pukul 20.00 WIB dijamu makan malam oleh pemerhati sepakbola Aceh
- Tgl 20 Juli Ketua Umum PSSI/Sekjen PSSI kembali ke Jakarta.

Team Liga Aceh

Team Liga Aceh
Aceh di Final Arafura Games