Page Home

Link Berita

CHAMPEON 2011 BIREUEN UNITED

Senin, 02 Januari 2012

*Wasit Dipukul
*Bireuen Champeon
Ibnu Arsyi Cs mengangkat Tropy Liga Aceh 2011

BANDA ACEH - Pertandingan Grandfinal Liga Aceh Seri 2011 Primer antara Bireuen United dengan Pidie Jaya FC di Stion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (1/1) malam diwarnai kericuhan . Wasit, hakim garis ,dan Pengawas Pertandingan (PP) menjadi sasaran kekecewaan pemain dan ofisial Pidie Jaya. Partai itu akhirnya dimenangkan Bireuen dengan angka 2-0. Dua gol kemenangan Bireuen dicetak Raja David menit 20 dan Martoni menit 41. 

Laga yang berlangsung alot itu turut disaksikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah, Bupati Bireuen Nurdin Abdul Rahman, Bupati Pidie Jaya M Gade Salam ,dan ribuan penonton yang memadati tribun VIP dan tribun tertutup stadion itu.

Kericuhan bermula di menit 70 ketika striker Bireuen, Martoni terjatuh dikotak 16 saat berebut bola dengan bek Pidie Jaya, Saifuddin. Wasit Suadi Yunus menunjukkan titik penalti yang langsung mendapat protes keras dari pemain Pidie Jaya dengan mendorong tangan dan kaki. Bahkan sebagian ofisial Pidie Jaya ikut masuk ke lapangan. 

Pihak keamanan dan panitia Liga Aceh harus bekerja keras untuk mengamankan wasit dan menghalau pemain dan ofisial Pidie Jaya. Kondisi ini ikut menyulut emosi kedua suporter yang saling mendukung timnya. Bahkan sebagian suporter mengarahkan kemarahannya dengan melempar botol air mineral ke lapangan dan ke hakim garis. Ditengah kericuhan itu, pengawas pertandingan (PP) Yusri ikut menjadi sasaran kemarahan pemain dan ofisial Pidie Jaya. Akibatnya, pertandingan sempat terhenti hingga 35 menit.

Setelah berbagai cara ditempuh demi mendinginkan suasana agar pertandingan grandfinal dilanjutkan. Akhirnya kedua pemain kembali masuk ke dalam lapangan dan sebagian orang yang tak berkepentingan masuk ke lapangan langsung diminta keluar oleh pihak keamanan dan panitia.

Uniknya, terlihat saat tendangan penalti yang dilakukan pemain Bireuen, Ibnu Asyir. Karena pemain yang bernomor punggung 28 ini menendang bola penalti ke kanan menjauh dari gawang. Ini bagian dari inisiatif kedua tim agar pertandingan yang tersisa berlanjut. Kedua tim kembali terlibat dalam persaingan sengit untuk mencetak gol. Tapi keunggulan Bireuen bertahan hingga laga usai. 

Petugas keamanan mengamankan pengawas pertandingan (PP) Yusri dari amukan ofisial Pidie Jaya dalam Grandfinal Liga Aceh Seri 2011 Primer di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (1/1) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA
Ternyata pemain dan ofisial Pidie Jaya masih menyimpan kekecewaan kepada wasit. Ini terlihat saat Wasit Suadi meniup pluit tanda pertandingan berakhir, sejumlah pemain Pidie Jaya langsung berlari dan memukul wasit. Bahkan beberapa ofisial Pidie Jaya juga berusaha melampiaskan kekecewaannya. Namun, pihak keamanan dan panitia kembali bekerja keras mengamankan wasit dan perangkat pertandingan dari amukan pemain dan ofisial Pidie Jaya. Setelah itu baru dilanjutkan dengan prosesi pembagian hadiah.(hd) 

Aceh Utara Juara III Liga Aceh

BANDA ACEH - Aceh Utara United berhak menjadi juara III Liga Aceh Seri 2011 Primer. Meski sama-sama membukukan satu poin dalam klasemen akhir putaran final, namun kubu Aceh Utara unggul agregat gol dari Gayo FC sehingga bercokol di posisi ketiga. Sebaliknya, Gayo FC harus rela nangkring di urutan terakhir yakni peringkat IV Liga Aceh tahun 2011. Aturan ini merupakan kesepakatan yang ditelah dibuat sebelumnya dan disetujui semua klub peserta dalam technical meeting.

Koordinator Panitia Pertandingan Liga Aceh Seri 2011 Primer, Drs Nazaruddin kepada Serambi, kemarin, mengatakan, seusai dengan kesepakatan klub-klub peserta, penentuan juara tiga tidak dipertandingkan lagi. “Karena, posisinya dipastikan berdasarkan perolehan poin dalam klasemen terakhir putaran final. Ini berbeda dengan penentuan juara Liag Aceh Seri 2011 Primer yang masih harus diperebutkan lagi oleh dua tim penghuni papan atas, dalam hal ini Bireuen United dan Pidie Jaya FC,” jelasnya.

Oleh karena itu, papar Nazaruddin, Aceh Utara yang unggul agregat gol dari Gayo FC di klasemen akhir putaran final, dinyatakan menjadi juara ketiga Liga Aceh musim ini. “Pada klasemen akhir, Aceh Utara memang cuma meraih satu poin, sama dengan yang dikumpulkan Gayo FC. Tapi, agregat gol Aceh Utara 1-6 (-5) lebih bagus dari Gayo FC yang membukukan 3-11 (-8). Karena itu mereka berhak menduduki peringkat ketiga,” paparnya.

“Sistem ini memang sudah menjadi aturan sejak awal dan telah disepakati dalam technical meeting oleh semua klub yang ikut Liga Aceh Seri 2011 Primer. Untuk kompetisi selanjutnya, bisa saja aturannya berbeda,” ulas Nazaruddin.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Liga Aceh (K-LigA), Sunardi M Saleh mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi tinggi atas partisipasi semua tim dari kabupaten/kota yang telah secara serius dan sportif mengikuti kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer. Ia berharap pada kompetisi musim selanjutnya semua kabupaten/kota punya wakil dalam liga terbesar di Tanah Rencong tersebut.

“Kami berharap kepada bupati, dan walikota, serta semua pihak di daerah agar bisa mendukung tim di daerah masing-masing dalam kompetisi selanjutnya. Karena Liga Aceh adalah liganya anak-anak Aceh. Ini kesempatan bagi seluruh talenta muda Aceh untuk menampilkan skill yang mereka miliki,” harap Sunardi.(hd) 

Minggu, 01 Januari 2012

Liga Aceh Siapkan Tim Muda

*** PERSIAPAN IKUT TURNAMEN DI LUAR NEGERI



BANDA ACEH - Panitia Kompetisi Liga Aceh akan menyiapkan satu tim muda untuk menghadapi pertandingan di luar negeri. Para pemain akan direkrut dari hasil kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer yang kini sedang berlangsung.

Koordinator pertandingan Liga Aceh Seri 2011 Primer, Nazaruddin mengatakan, tim muda yang akan dipersiapkan untuk sebuah lawatan ke luar negeri, semuanya bermaterikan pemain Aceh yang berlaga di kompetisi Liga Aceh.

Rencana lawatan ke luar negeri, kata Nazaruddin, untuk memberi kesempatan kepada pemain Liga Aceh bertanding melawan kesebelasan tangguh. “Pembentukan tim muda itu sudah menjadi komitmen kami, Namun tentang negara tujuan belum kami bicarakan. Tapi yang jelas dari hasil kompetisi ini, panitia akan merekrut sejumlah pemain terbaik yang ada,” jelas Nazaruddin.

Tentang siapa-siapa pemain yang akan direkrut, Nazaruddin yang akrab disapa Pak Guru itu belum bisa merincikan satu persatu. Selain kompetisi masih berlangsung, menurutnya, soal siapa-siapa pemainnya akan ditentukan dari hasil pantauan panitia penyelenggara.

“Yang jelas, semua pemain yang ikut berkompetisi di Liga Aceh Seri 2011 Primer mulai babak penyisihan hingga partai final dan grandfinal semuanya berpeluang,” tandasnya.

Karena itu, Pak Guru meminta kepada pemain-pemain yang masih berkesempatan tampil, untuk bermain sebaik-baiknya. “Tentunya hanya pemain-pemain terbaik yang kami pilih.” Ujarnya.

Nazaruddin juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk dapat memberi dukungan bagi kesebelasan muda yang sekarang sedang bertarung di ajang final dan grand final Liga Aceh Seri 2011 Primer.

“Kontribusi masyarakat tentunya akan berpengaruh tidak saja bagi ajang kompetisi ini, tapi juga dapat melecut semangat para pemain muda Aceh untuk bermain sepakbola. Dengan begitu sepakbola yang merupakan cabang olahraga rakyat, semakin digandrungi,” tutur Nazaruddin.(aji)

ROAD TO FINAL LIGA ACEH SERI 2011 PRIMER

INSTRUKSI BUPATI BIREUEN
Yth;
PARA CAMAT DALAM KABUPATEN BIREUEN.
NURDIN AR - BUPATI BIREUEN

Sehubungan dengan lolosnya Bireuen United ke FInal Liga Aceh Seri 2011 Primer melawan Pidie Jaya FC.
PAda
Hari : MInggu
Tanggal : 01 Januari 2012
Pukul : 20.00 WIB (Pukul 8 Malam)
Lokasi : Stadion Harapan bangsa Lhong Raya.

Bupati Bireuen Melalui Kami (Komite Liga Aceh) dan Dishub Kabupaten Bireuen
Untuk menyiapkan 1 unit Bus ditiap kecamatan untuk masyarakat yang berkeinginan untuk menyaksikan Pertandingan Final Liga Aceh Seri 2011 Primer. untuk Camat, agar memobilisasi Massa yang ingin berangkat
Besok (hari ini-Red) bersiap-siap dikecamatan masing-masing.
agar dapat juga menyampaikan kepada organisasi masyarakat Pelajar/mahasiswa di Kecamatan dalam kabupaten Bireuen dan yang berada di Banda Aceh untuk Dapat mendukung Kesebelasan Bireuen United.
Demikian dan Terimakasih.

Tembusan;
1. Bapak Bupati Bireuen.
2. Bapak Ketua DPRK
3. Bapak Sekda
4.Manajement Team
5. Arsip

Jumat, 30 Desember 2011

ROAD TO FINAL LIGA ACEH SERI 2011 PRIMER

BIREUEN UNITED Vs PIDIE JAYA FC
Kembali Bertemu di Grand Final Liga Aceh Seri 2011 Primer
Pertemuan awal yang berakhir imbang 1-1
Dua Kapten ini kembali akan bertemu untuk yang ke 3 kali
Dua Pejabat ,Nurdin Abdul Rahman, Bupati Bireuen (kiri) dan  Gade Salam,
Bupati Pidie Jaya (kanan) akan duduk kembali berdampingan di SHB dalam Gran Final Liga Aceh Seri 2011 Primer
untuk Mendukung kedua keseblasan.




BIREUEN UNITED PERFECT, PIDIE JAYA FC ingin REVANS...!!

Banda Aceh - Bireuen United dipastikan mendapat kan hasil sempurna setelah beberapa saat lalu berhasil membungkam Gayo Fc dengan skor cukup telak 6-1, hasil ini memastikan kedigdayaan team yang di arsiteki oleh Mulya Saputra di ajang Liga Aceh Seri 2011 Primer sekaligus menasbihkan mereka sebagai calon kuat peraih title Juara Liga Aceh Tahun ini. Setelah di partai perdana Si "BirU" berhasil mengkandaskan anak-anak dari Pidie Jaya FC dengan skor 3-0, dan kemenangan tipis atas team Aceh Utara 1-0. dan di partai akhir group Martoni dan kawan-kawan berpesta Goal ke Gawang Gayo FC 6-1, 

Bagi Klub Pidie Jaya FC hasil dipartai terakhir yang diperkirakan pecinta bola di Aceh bakal berlangsung Alot, ternyata tidak sepenuhnya terbukti hal ini dibuktikan dengan kemenangan yang meyakinkan team dari kabupaten baru tersebut dengan skor 4-0 atas team yang di Arsiteki oleh M.Kasem mantan Punggawa PSLS Lhokseumawe..!! melajunya Pidie Jaya FC diluar perkiraan banyak pengamat sepakbola di Tanah Rencong, betapa tidak. Pidie Jaya FC yang di pertandingan awal sempat dikalahkan oleh Bireuen United 0-3, berhasil mengamankan poin penuh dipartai kedua melawan Gayo Fc dengan Skor 4-1. dan di partai terakhir  yang mempertemukan 2 team yang masih berpeluang lolos, Pidie Jaya FC Vs Aceh Utara United berakhir untuk kemenangan telak Pidie Jaya dengan Skor 4-0, Maka Bireuen United, Pidie Jaya berhasil melaju ke Partai Puncak Grand Final Kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer.

Bagi Pidie Jaya FC ini merupakan Pertandingan Perjumpaan yang ke 3 dengan Bireuen United dalam kompetisi kali ini. bagaimana tidak, setelah sebelumnya dalam Penyisihan 8 Besar yang berlangsung di Stadion Cot Gapu Bireuen, Pidie Jaya FC berhasil menahan imbang 1-1 Bireuen United, dan DiFinal Group partai perdana, lagi-lagi Anak- anak dari Pidie Jaya Gagal menaklukan Anak Asuhan Mulya Saputra, karena dikalahkan dengan skor 3-0.. nah.. di Partai Akhir yang Akan berlangsung pada awal tahun baru ini.

Pertandingan Bireuen United Versus Pidie Jaya FC  siapakah yang akan menggondol Juara di Tahun 2012 ini, patus kita saksikan perjuangan talenta-talenta muda Aceh.(admin Liga Aceh)

Si BirU ke Grandfinal

BANDA ACEH - Bireuen United menjadi tim pertama yang mampu menyegel satu tiket grandfinal Liga Aceh Seri 2011 Primer. Kepastian itu diperoleh setelah skuad Kota Juang merebut poin penuh untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Aceh Utara United, 1-0 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, kemarin sore.
Martoni Pencetak Goal Tunggal

Kemenangan ini mengukuhkan posisi Bireuen sebagai pimpinan klasemen sementara dengan koleksi enam poin hasil dua kali menang. Sedangkan posisi kedua menjadi milik Pidie Jaya FC dengan tiga poin dan disusul Aceh Utara serta Gayo FC masing-masing satu poin di posisi ketiga dan keempat.

Tiket grandfinal untuk Bireuen tak akan berpengaruh, meski mereka kalah dalam pertandingan ketiga melawan Gayo FC sore nanti. Pasukan asuhan Mulya Saputra hanya butuh hasil seri guna menjaga posisi puncak klasemen akhir.

Sedangkan bagi Aceh Utara, peluang untuk melaju ke grandfinal tetap terbuka asalkan mampu mengalahkan Pidie Jaya dalam pertandingan terakhir malam ini. Nasib tim yang dimanajeri Hasbullah Ayah Kuari ini akan lebih baik lagi bila Gayo FC kalah atau seri dalam partai terakhir melawan Bireuen sore ini. Bila skenario ini bisa menjadi kenyataan, maka Aceh Utara akan menjadi tim yang mendampingi Bireuen ke grandfinal.

Dalam pertandingan sore kemarin, sebenarnya Aceh Utara punya peluang mencetak gol di menit 4. Wasit Faizal dari Aceh Selatan menunjuk titik putih setelah pemain belakang Bireuen, Faisal melakukan handsball. Hanya saja, tendangan Khairul Yadi yang menjadi eksekutor mampu diblok kiper Bireuen, Maulizanur. Meski saling mengancam gawang lawan, laga kedua imbang tanpa gol hingga jeda.

Di babak kedua, Bireuen dan Aceh Utara makin gencar menyerbu pertahanan lawan. Gol yang dinantikan akhirnya tercipta melalui Martoni di menit 69. Tendangan bebas striker Bireuen di luar kotak 16 menyusur tanah dan melewati pagar betis pemain Aceh Utara hingga gagal dihentikan kiper Reza Dedy Agustian. Keunggulan Bireuen bertahan hingga wasit mengakhiri pertandingan.(hd)

susunan pemain
Bireuen United: Maulizanur, Zamzami, Faisal, Heri Fahrial, Ibnu Asyir, Zulfiandi/Martunis, Royan Suheymi, Suheri, Raja David, Rahmat/Nazarul Fahmi, Martoni.
Aceh Utara United: Reza Dedy Agustian/M Yusuf, Ery Muhardi, Nazaruddin, Yusrijal, Faisal Basyan, Suryadi, Muhammad Rizal, Faisal Taleb/M Yusuf Paloh, Zulkifli, Faisal Akbar, Khairul Yadi/Asmunik.

komentar pelatih
Kami Bersyukur
Mulya Saputra

KAMI bersyukur anak-anak bisa menang walaupun kondisi lelah setelah main tadi malam (Rabu malam-red). Nampak memang performa anak-anak agak menurun ketimbang tadi malam. Lawan pun bermain cukup bagus. Mereka juga punya peluang mencetak gol melalui tendangan penalti, tapi gagal. Bireuen juga punya enam peluang mencetak gol. Kami ucapkan terima kami atas dukungan dan doa masyarakat Bireuen.
* Mulya Saputra, Pelatih Bireuen United.(hd)



Tak Beruntung

HARI ini (sore kemarin-red) memang tak ada keberuntungan bagi kami. Tapi saya merasa puas dengan permainan anak-anak meski kalah. Karena permainan kedua tim 50-50. Pemain kami juga gagal dalam menendang penalti. Ini mungkin yang membuat kami kalah. Karena tidak tenang saat menendang bola. Besok (nanti malam-red) kami akan berusaha untuk mencari poin. Tidak ada pilihan lain, karena kami harus menang.
* Munawar Fanil, Pelatih Aceh Utara United.(hd)

klasemen sementara
Bireuen United          2    2    0    0    4-0    6
Pidie Jaya FC           2    1    0    1    4-4    3
Aceh Utara United    2    0    1    1    1-2    1
Gayo FC                  2    0    1    1    2-5    1

Finalis Liga Aceh Diminta Utamakan Sportifitas

BANDA ACEH - Putaran final Liga Aceh Seri 2011 Primer yang kini sedang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, dipastikan menjadi persaingan berat bagi empat tim peserta, Bireuen United, Aceh Utara United, Pidie Jaya FC, dan Gayo FC.

    Pasalnya, keempat tim tangguh tersebut sama-sama bertekad untuk menjadi yang terbaik di ajang kompetisi lokal Tanah Rencong itu. Tak hanya juara, tim kontestan finalis itu juga mengusung fanatisme guna memenangkan setiap laga yang dilakoninya.

Meski target meraih juara, namun Direktur Kompetisi Liga Aceh, Nasir Gurumud, berharap para finalis tak mengabaikan rambu-rambu sportifitas dan rasa persaudaraan. Hal itu, kata Nasir, sangat penting mengingat sepakbola dipagari oleh sikap-sikap sportifitas.

    “Sikap sportifitas bukan hanya diperuntukkan bagi pemain saja, tapi juga para ofisial. Silakan bersaing berebut gelar, tapi rasa persaudaraan dan sportifitas tak boleh diabaikan,” harap Nasir Gurumud.

    Dikatakan mantan pemain Persiraja era 80-an itu, meski skup lokal, namun kompetisi Liga Aceh sudah memperlihatkan profesionalismenya. Untuk itu dia berharap, para finalis tak sampai menodai profesionalisme tersebut dengan tindakan atau permainan tidak sportif.

    “Harapan ini pantas kami sampaikan agar kompetisi Liga Aceh semakin mapan dan matang. Kemapaman dan kematangan tidak saja bagi para pemain dan ofisial kedua tim, tapi juga para perangkat pertandingan, seperti wasit dan komponennya,” tandas Nasir.

    Disisi lain, Nasir mengatakan, bagi para siswa dan siswa yang ingin menonton Liga Aceh bisa masuk ke stadion secara gratis di tribun terbuka. Tapi syaratnya harus bisa menunjukkan kartu tanda siswa kepada petugas di pintu masuk. “Kita ingin memberi kesempatan kepada pelajar untuk bisa ikut menonton Liga Aceh,” ujar Nasir.(aji)

Bireuen Genggam 3 Point Penting

Bireuen Kaos Putih

BANDA ACEH - Bireuen United membuktikan kedigdayaannya pada putaran final Liga Aceh Seri 2011 Primer. Hal tersebut terlihat saat skuad asuhan Mulya Saputra ini membekuk Pidie Jaya FC dengan skor 3-0 pada penampilan perdananya di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, tadi malam.

Kemenangan itu jelas sangat berarti bagi tim yang dimanajeri Abdul Malik Main. Pasalnya, raihan tiga angka mengantarkan laskar ‘Kota Juang’ di puncak klasemen sementara putaran final Liga Aceh Seri 2011. Sebab, pada partai pertama kemarin, Aceh Utara United hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan Gayo FC. Keunggulan ini juga menjadi sinyal kuat seriusnya anak-anak Bireuen memburu gelar juara Liga Aceh tahun ini.

Sejak kick off dibunyikan wasit, Pidie Jaya maupun Bireuen yang tampil dengan kekuatan penuh langsung terlibat dalam duel sengit. Mereka secara silih berganti mengancam pertahanan lawan. Namun, sigapnya pertahanan kedua tim membuat ambisi mencetak gol buyar. Alhasil, marka 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan yang dilakukan kedua kubu meningkat tajam. Tak pelak, pertandingan yang alot tak terelakkan. Namun, lima menit babak kedua berlangsung petaka menimpa Pidie Jaya. Pasalnya, Martoni yang menusuk pertahanan Pidie Jaya berhasil gawang Samsuar. 1-0 untuk Bireuen.

Tertinggal satu gol, membuat pasukan Pidie Jaya yang dimanajeri Deddy Mukhtar bangkit untuk membalas. Namun, di tengah-tengah upaya mengejar ketinggalan, Pidie Jaya malah kembali kebobolan di menit 67. Adalah Rahmat yang menggetarkan jala Samsuar untuk kedua kalinya.

Unggul dua gol ternyata tak membuat anak-anak Bireuen puas. Buktinya, enam menit kemudian Martoni menambah keunggulan Bireuen United menjadi 3-0 setelah tendangan kerasnya tak mampu dihadang penjaga gawang Pidie Jaya. Dalam waktu yang tersisa, laskar Pidie Jaya terus berusaha untuk memperkecil kekalahan. Namun, upaya itu tetap tak membuahkan gol. Alhasil, marka 3-0 untuk kemenangan Bireuen bertahan hingga laga dibubarkan Wasit Muhadi.(hd)

susunan pemain
Pidie Jaya FC: Samsuar, Muhajir, Riki Rinaldi, Agussalim, Rahmadana, Fauzon/Martha Imran, Muhammad Zulfikar, Syahru Ramadhan, Akmal/Yusrijal, Rizki Ananda, Muammar Arief.
Bireuen United: Maulizanur, Zamzami, Heri Fahrial, Faisal, Ibnu Asyir/Suheri, Zulfiandi, Raja David/Nazarul Fahmi, Royan S, Rahtmat, Martoni/Arianto.

komentar pelatih
Terpancing Emosi

ANAK-ANAK sudah terpancing emosi dan tidak sabar bermain di babak kedua. Akibatnya, permainan mulai kehilangan arah. Permainan kami malam ini (tadi malam-red) memang tidak seperti mereka bermain sebelumnya. Tapi, kami harus mengakui kalau Bireuen juga bermain bagus. Mungkin perbandingan ball posision (penguasaan bola-red) adalah 55-45. Mereka 55 dan kami 45. Tapi dalam dua kali laga sisa kami akan berusaha meraih poin penuh agar bisa mengejar target yaitu tampil di grandfinal.
* Amrizal HS, Pelatih Pidie Jaya FC.(hd)

Target Tercapai

ALHAMDULILLAH anak-anak sudah tampil maksimal dan menjalankan semua instruksi yang kita berikan selama latihan. Target kita tercapai dengan meraih kemenangan ini. Kedua tim memang bermain alot. Mungkin pemain Pidie Jaya agak lengah saja hingga pemain kami bisa memanfaatkan kondisi itu. Kami akan lihat lagi kondisi pemain untuk persiapan besok (sore ini-red). Mungkin lawan yang kami hadapi akan lebih berat. Tapi kami akan tetap tampil maksimal untuk menang. Dari awal kami memang ingin lolos ke grandfinal.
* Mulya Saputra, Pelatih Bireuen United.(hd)

klasemen sementara
Bireuen United          1    1    0    0    3-0    3
Aceh Utara United    1    0    1    0    1-1    1
Gayo FC                  1    0    1    0    1-1    1
Pidie Jaya FC           1    0    0    1    0-3    0

Rabu, 28 Desember 2011

Aceh Utara-Gayo Berbagi angka

***Putaran Final Liga Aceh Seri 2011 Primer

BANDA ACEH - Aceh Utara United dan Gayo FC harus harus berbagi poin dalam putaran final Liga Aceh Seri 2011 Primer. Kedua tim yang sebenarnya tampil maksimal dana mengusung ambisi menang tersebut harus rela mengakhiri laga dengan skor 1-1 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (28/12) sore. 

Tampil dalam tarung yang dipimpin Wasit Suadi Yunus kemarin, Aceh Utara dan Gayo FC langsung saling menekan untuk membobol gawang lawannya. Kedua tim berusaha bermain setenang mungkin demi membuka peluang ke grandfinal. 

Tekanan yang dilakukan Aceh Utara yang dimanajeri Hasbullah membuahkan hasil setelah Khairul Yadi sukses memecah kebuntuan di menit 33. Gol perdana Aceh Utara ini bermula dari tendangan pojok yang mampu dimanfaatkan Kharul Yadi dengan menaklukkan kiper Gayo FC, Ilham Zulhari. 

Unggul 1-0 makin menambah semangat awak Aceh Utara untuk menggempur pertahanan lawan. Hanya saja, skuadra Gayo Lues yang tersengat juga mulai terbakar spiritnya. Termotivasi untuk mengejar ketinggalan, Dian Ardiansyah dkk balik menekan pertahanan Aceh Utara. Tapi, perjuangan Gayo FC yang dimanajeri Suprinadi mendapat hadangan dari anak-anak Aceh Utara. Akibatnya, marka 1-0 tetap bertahan hingga jeda.

Mengawali babak kedua, anak-anak Gayo FC dengan agresif melancarkan serangan cepat ke lini bawah lawan. Ambisi untuk tak jadi pecundang memaksa punggawa dataran tinggi Gayo ini tampil all-out untuk menembus pertahanan Aceh Utara. 

Perjuangan keras yang dilakukan pemain Gayo FC mampu membuah gol di menit 54 setelah pemain Aceh Utara melakukan handsball di luar kotak 16. Tendangan bebas yang dilakukan Dian Adriansyah melewati pagar betis pemain Aceh Utara dan menembus gawang Aceh Utara tanpa mampu dihentikan oleh Reza Dedy Agustian. Marka imbang membuat laga kedua tim makin panas untuk menambah gol. Tapi, kedudukan 1-1 tersebut tak lagi berubah hingga Wasit Suaidi Yunus mengakhiri pertandingan.(hd)

susunan pemain

Aceh Utara United: Reza Dedy Agustian, Ery Muhardi, Nazaruddin, Yusrijal, Faisal Basyan/Mulyadi Iskandar Muda, Suryadi, Muhammad Rizal, Faisal Taleb/M Yusuf Paloh, Zulkifli, Faisal Akbar, Khairul Yadi/Asmunik

Gayo FC: Ilham Zulhari, Imam Iswandi Pane/Rudi Suranta, Wiwin Rifansa Putra, Juandi Munandar/Azhar, Rafli Effendi, Sosiawan, Hendra Sandi Gunawan, Dian Adriansyah, Ismia, Amirullah.

jadwal hari ini

* Pukul 16.00 WIB sore: Bireuen United vs Aceh Utara United
* Pukul 20.00 WIB malam: Gayo FC vs Pidie Jaya FC

Pidie Jaya dan Bireuen Janji Habis-Habisan

* Final Liga Aceh di Lhong Raya Malam Ini

BANDA ACEH - Pidie Jaya FC dan Bireuen United kembali saling menantang dalam partai final Liga Aceh Seri 2011 Primer di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (28/12) malam. Duel ini dipastikan alot karena kedua tim yang berambisi lolos ke grandfinal berjanji akan tampil habis-habisan.

Seperti diketahui, kedua tim pernah terlibat dalam persaingan sengit dalam babak penyisihan Grup C di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Selasa (15/11) sore. Kala itu, pertarungan berakhir 1-1. 

Dalam partai final di Lhong Raya nanti malam, Pijay dan Bireuen butuh poin penuh demi menuju partai puncak. Pijay datang ke final setelah menguasai juara klasemen akhir Grup F dengan poin sempurna 9. Sedangkan Bireuen United lolos seusai menjadi runner-up Grup E dengan koleksi poin 6. 

Hasil inilah yang membuat pelatih Pidie Jaya, Amrizal HS makin optimis mengalahkan Bireuen. Ia dengan tegas menyatakan, timnya yang membawa 17 pemain sudah siap tempur. “Target kami juara dan ingin mengharumkan nama Pidie Jaya. Ini pesan dari Bupati Pidie Jaya,” ujar Amrizal. 

Sikap tegas untuk menang juga ditujukan kubu Bireuen United. Pelatih Mulya Saputra menyatakan, timnya harus menang dalam setiap pertandingan bila ingin lolos ke grandfinal. Tapi dirinya sadar kalau Pidie Jaya adalah lawan yang kuat. “Kita akan instruksikan pemain untuk pressing ketat lawan,” kata Mulya.

 Aceh Utara vs Gayo
Partai seru juga akan tersaji dalam laga panas antara Aceh Utara United yang menantang Gayo FC. Kedua tim akan bertarung dalam partai pembuka final di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Rabu (28/12) petang. Mereka sudah siap untuk menghantam lawannya guna membuka peluang lolos ke grandfinal. 

Aceh Utara akan mengusung semangat juara Grup E dengan poin sempurna 9. Sedangkan Gayo FC yang berstatus runner-up Grup F dengan koleksi poin 4 tak gentar menghadapi lawannya. Iming-iming hadiah besar dan ingin mengejar status terhormat membuat kedua tim tak punya pilihan, kecuali menggusur lawannya dalam setiap pertandingan. Karena poin akhir akan menjadi penentu nasib mereka di Liga Aceh Seri 2011 Primer.(hd)     

prakiraan pemain
Pidie Jaya FC: Samsuar, Muhajir, Agus Salim, Ramadana, Fauzon, M Zulfikar, Syahru Ramadhan, Akmal, Riki Rinaldi, Muammar Arif, Riki Ananda
Bireuen United: Maulidanur, Faisal, Heri Fahrial, Ibnu Asyir, Raja David, Martunis, Royan, Zulfiandi, Rahmat, Martoni

Selasa, 27 Desember 2011

Empat Tim Berebut Tahta Terbaik di Aceh

Banda Aceh - Babak final Kompetisi Liga Aceh (K-LigA) 2011 akan bergulir mulai Rabu (28/12).
Empat tim akan berebut tahta tertinggi pesepakbolaan di Aceh. Ke empat tim tersebut yakni Aceh Utara United, Pidie Jaya FC, Bireuen United dan Gayo FC.

Ketua Bidang Kompetisi dan Pertandingan K-LigA, Effendi HT, menyebutkan partai ini akan bergulir 28 Desember 2011 hingga 1 Januari 2012 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. Setiap harinya akan ada dua pertadingan sore pukul 16.00 dan malam pukul 20.00 WIB.

Menurut mantan Asisten Pelatih Persiraja Banda Aceh ini, nantinya juara dan runner-up di babak ini akan tampil di partai grandfinal untuk memperebutkan gelar juara K-LigA Seri 2011 Primer. Tahun lalu, gelar juara direbut Pidie United. Musim ini, juara bertahan absen karena masalah non teknis.

"Jadi Juara dan Runner Up grup akan bertemu sekali lagi di grand final," ujar Effendi.

Ketua Umum K-LigA Sunardi M Saleh mengungkapkan, dalam kompetisi tahun ini akan memperebutan tropy dan uang pembinaan dengan total Rp118 Juta. Juara I meraih Rp50 Juta, Juara II Rp30 Juta, Juara III Rp20 juta, Juara IV Rp 10 Juta.

"Selain itu juga akan diberikan hadiah kepada top skorer atau pencetak gol terbanyak sebesar Rp5 juta dan pemain terbaik sebesar Rp3 juta," jelas Sunardi didampingi Koordinator Pertandingan Drs Nasruddin.(irn)

Pidie Jaya FC Siap Tampil Menang

MEUREUDU, TRIBUN - Skudra PS Pidie Jaya FC memastikan diri siap tampil menang dalam tarung empat besar K-Liga Primer yang akan berlangsung di Stadion Lhoeng Raya, Banda Aceh pada Rabu (28/12) malam, dalam tarung di Group G menghadapi tim  Bireun Unitet.  

Menejer tim PS Pidie Jaya Fc, Dedy Mochtar didampingi ketua tim Ibrahim Abd kepada Serambinews.com, Senin (26/12) mengatakan sejak awal tim telah memasang target utama untuk dapat memenangkan laga semifinal di putaran ke-4 pada K-Liga Primer tersebut.

"Sebagai bentuk partisipasi agar tim Pidie Jaya FC tampil maksimal dan memenangkan  target tersebut kita meminta semua warga Pidie Jaya  yang berada  di Banda Aceh agar dpat memberi support penuh untuk memenangkan laga penentu tiket final ajang bergengsi itu,"sebut Dedy.

Dalam tarung tersebut, tim PS Pidie Jaya, nantinya akan berhadapan tiga tim berat, sepertihalnya, Bireun Unitet, Aceh Utara Unitet, dan Gayo FC. Karenanya untuk membuktikan target tersebut, kami telah  melakukan persiapan secara matang baik tehnik, strtegi, maupun pembinaan demi untuk satu tekad berupa kejutan menuju Grand Final.

Pidie Jaya Siap Berlaga

MEUREUDU - Skuadra PS Pidie Jaya FC siap tampil dalam tarung empat besar kompetisi K-Liga yang akan berlangsung di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, mulai Rabu (28/12) besok.

Manejer tim PS Pidie Jaya Fc, Dedy Mochtar didampingi ketua tim, Ibrahim Abd kepada Serambi, Senin (26/12), mengatakan sejak awal mereka memasang target untuk dapat memenangkan di setiap laga.

“Sebagai bentuk partisipasi agar Pidie Jaya FC bisa tampil maksimal dan menang, kita meminta semua warga Pidie Jaya yang berada di Banda Aceh agar dapat memberi suport,” sebut Dedy.

Dalam tarung tersebut, Pidie Jaya nantinya akan berhadapan dengan Bireuen United, Aceh Utara United, dan Gayo FC. Karenanya, untuk membuktikan target tersebut, mereka telah melakukan persiapan secara matang baik tehnik, dan strategi.(c43)

Bireuen United incar Gelar Juara Liga Aceh Seri 2011 Primer

Mulya Saputra Coach Bireuen United

BIREUEN - Skuadra Bireuen United (BirU) optimis tampil sebagai juara Kompetisi Liga Aceh (K-LigA) Seri 2011 Primer. Keyakinan tersebut dilontarkan Ketua K-LigA wilayah Bireuen, Yan Fitri, dalam sambutan di acara pelepasan di Sekretariat K-LigA, jalan Medan-Banda Aceh, Meunasah Blang, Kota Juang, Selasa (27/12) kemarin.

Ia berharap agar BirU yang dilatih Mulya Saputra, Yahya Chan, dan Samsul Bahri dibawah binaan Keuchik Malek bisa keluar sebagai juara. “Bireuen merupakan gudang pemain sepakbola, karena itu tunjukkan kepada masyarakat Aceh bahwa kita bisa. Kita minta kepada pemain agar tampil semaksimal mungkin, karena harapan masyarakat Bireuen, BirU bisa menjadi juara,” katanya.

Menurut Yan Fitri, ketahanan fisik paling utama bagi seorang pemain. Karena itu, ia meminta kepada seluruh pemain BirU agar tidak keluyuran malam. Selain itu, kesiapan mental juga sangat dibutuhkan bagi pemain dalam menghadapi lawan-lawannya. “Saya tegaskan kepada anak-anak agar menjaga sportivitas baik dalam lapangan maupun luar lapangan, tegasnya.

Sebelumnya, pada acara pelepasan itu, seluruh pemain BirU, pelatih, dan manajemen tim dipeusijeuk oleh Tgk Baddruddin. Turut hadir sejumlah pengurus, tokoh, dan pemerhati sepakbola di kabupaten tersebut.(c38)

Hadiah Liga Aceh Seri 2011 Primer, Rp 118 Juta

Pidie United saat Juara Musim Lalu.

BANDA ACEH - Kompetisi Liga Aceh Seri 2011 Primer menyediakan total uang pembinaan Rp 118 juta yang akan diperebutkan oleh empat tim dalam babak final dan grandfinal. Keempat tim yang berpeluang menggondol hadiah juara I Rp 50 juta adalah Aceh Utara United, Gayo FC, Bireuen United dan Pidie Jaya FC. 

Demikian terungkap dalam konferensi pers yang digelar Sekretariat Komite Liga Aceh (K-LigA) di Neusu, Banda Aceh, Selasa (27/12) siang. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum K-LigA Aceh, Sunardi M Saleh, Koordinator Pertandingan Nasruddin, Bidang Kompetisi dan Pertandingan Effendi HT dan Sekretaris Panpel Razali Daud. 

Menurut Sunardi, juara I mendapatkan hadiah Rp 50 juta, juara II Rp 30 juta, juara III Rp 20 juta dan juara IV Rp 10 juta. Para juara akan mendapatkan piala dan medali. Sedangkan topskor akan mendapatkan uang pembinaan Rp 5 juta dan pemain terbaik Rp 3 juta. “Jadi total hadiah semuanya Rp 118 juta,” ujar Sunardi. 

Sedangkan Effendi HT mengatakan, keempat tim akan bertanding dalam partai final yang menganut sistem setengah kompetisi. Nantinya para tim yang menjadi juara grup dan runner up akan bertanding dalam partai grandfinal untuk memperebutkan gelar juara. “Untuk juara III dan juara IV berdasarkan jumlah poin yang mereka peroleh dalam partai final,” ujar Effendi.

Untuk harga tiket, Razali Daud mengatakan, khusus tribun VIP disediakan untuk para undangan. Sedangkan tribun tertutup A dan B dibandrol harga tiket Rp 15 ribu dan tribun terbuka Rp 5 ribu. “Kita berharap masyarakat bisa menyaksikan partai final ini dan tetap menjunjung tinggi sportifitas demi kemajuan sepakbola Aceh,” ujar Razali.(hd)

Selasa, 20 Desember 2011

FINAL GROUP G DI BANDA ACEH RESMI DI TUNDA.

Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh


Dengan belum adanya izin pemakaian Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya untuk pertandingan Final Group G, maka dipastikan Pertandingan yang rencananya di pentaskan tanggal 20-22 Desember 2011 ditunda, keputusan pertandingan akan diberitahukan esok pagi (malam ini Pengurus K-LIga) akan mengadakan Rapat.


Berikut 4 Klub yang akan bermain di Fase Final Group G.
1. Aceh Utara United ( Kabupaten Aceh Utara )
2. Bireuen United ( Kabupaten Bireuen )
3. Gayo FC (Kabupaten Gayo Lues)
4. Pidie Jaya FC ( Kabupaten Pidie Jaya)

Minggu, 11 Desember 2011

PERUBAHAN JADWAL LIGA ACEH SERI 2011 PRIMER GROUP E - BIREUEN

GROUP E - BERMAIN DI KABUPATEN BIREUEN.
1. ACEH UTARA UNITED.
2. BENER MERIAH CITY
3. BIREUEN UNITED
4. CALATASEPA FC.


JADWAL PERTANDINGAN.
TANGGAL 11 DESEMBER 2011 - KICK OF 16.15 WIB.
BIREUEN UNITED 2 VS 0 BENER MERIAH CITY


TANGGAL 12 DESEMBER 2011 - KICK OF 16.15 WIB.
CALATASEPA FC VS ACEH UTARA UNITED


TANGGAL 13 DESEMBER 2011 - KICK OF 16.15 WIB.
BIREUEN UNITED VS ACEH UTARA UNITED

TANGGAL 14 DESEMBER 2011 - KICK OF 16.15 WIB.
BENER MERIAH CITY VS CALATASEPA FC


TANGGAL 15 DESEMBER 2011 - KICK OF 16.15 WIB
BENER MERIAH CITY VS ACEH UTARA UNITED.


TANGGAL 16 DESEMBER 2011 - KICK OF 16.15 WIB.
BIREUEN UNITED VS CALATASEPA FC

Cita-cita Saya Membela Tim Bireuen

Nazarul Fahmi - Kaos utama Arsenal

NAZARUL Fahmi (16), sejak kecil memang sangat berhasrat menjadi pemain sepakbola professional dan ingin untuk membela tim Bireuen, baik dalam ajang sepakbola tingkat daerah maupun tingkat nasional. Tak heran, begitu ada kesempatan membela Bireuen United, pemain yang sempat merasakan atmosfir sepakbola Inggris tersebut langsung menyambarnya.

“Saya ingin membela tim Bireuen dan ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Bireuen. Karena itu saya terus berlatih dan Alhamdulillah dipercaya membela tim Bireuen United. Kesempatan ini akan saya gunakan sebaik mungkin dan saya akan terus berupaya bisa bermain dengan baik demi membela daerah tempat lahir saya. Karena saya bisa berlayar ke Arsenal, juga berawal dari Bireuen,” ungkap Fahmi.(c38)

Syamsir Alam Resmi Bergabung ke CS Vise

Syamsir Alam

VISE, - Striker muda berbakat yang dimiliki Indonesia, Syamsir Alam, akhirnya resmi bergabung dengan klub Divisi II Belgia, CS Vise. Syamrir rencananya akan diperkenalkan pada publik Vise pada awal latihan klub, akhir Desember nanti. 

Syamsir direkrut Vise dari klub asal Uruguay, Penarol. Namun, tak disebutkan secara rinci berapa musim Syamsir akan berada di Vise dan berapa nilai transfernya. Yang pasti, Syamsir akan bergabung dengan Vise pada pekan depan.

"Klub sangat memperhitungkan dirinya di masa depan," ujar penasihat olahraga Vise, Beppe Accardi, dalam situs resmi klub.

Dengan bergabungnya Syamsir, kini sudah ada empat pemain Indonesia yang bergabung dengan tim asuhan Loris Dominissini tersebut. Sebelumnya, Vise sudah mendatangkan Yericho Christiantoko, Alfin Tuasalamony, dan Sofyan Munawar

Team Liga Aceh

Team Liga Aceh
Aceh di Final Arafura Games